Kemendikdasmen Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Program Prioritas SEAMEO 2021–2030

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 April 2025 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Jenderal (Sesjen), Suharti, menghadiri rangkaian kunjungan Presiden SEAMEC salah satunya acara _“Visit of the SEAMEC President to SEAMEO RECFON”_ di Gedung Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia (FK UI), Jakarta, (10/4). Turut hadir dalam acara ini Direktur Sekretariat SEAMEO, Datuk Habibah Abdul Rahim, Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, Direktur 7 SEAMEO Center Indonesia, serta perwakilan delegasi lainnya.

Suharti mengatakan bahwa Kemendikdasmen akan tetap memberikan komitmen untuk menyelaraskan agenda nasional dengan program prioritas SEAMEO 2021 – 2030, di antaranya melalui 13 tahun wajib belajar dimulai dari satu tahun pra-sekolah hingga pendidikan menengah, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, penguatan kurikulum, mempromosikan pembelajaran literasi dan bahasa, serta dukungan infrastruktur.

Ia menambahkan bahwa Indonesia telah meluncurkan program Makan Bersama Gratis (MBG) yang mencakup siswa hingga Ibu hamil sebagai bentuk sinergi lintas sektor. “Kami berharap program-program yang disampaikan hari ini dapat memberikan gambaran jelas mengenai kemajuan bersama dan ambisi masa depan,” ujar Suharti.

Lebih lanjut, _SEAMEO Council President_ yang juga merupakan Menteri Pendidikan Filipina, Juan Edgardo Angara, menyampaikan bahwa di tengah tantangan global seperti krisis iklim, disrupsi teknologi, dan ketimpangan sosial pendidikan berperan sebagai garis pertahanan terdepan dan strategi paling efektif untuk membangun masa depan kawasan.

Baca Juga :  Bey Machmudin Dorong HIPMI Jabar Perluas Usaha di Bidang Pangan

Menariknya, Ia mengatakan bahwa Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan dan kontribusi nyata melalui program-program yang mencakup gizi, keanekaragaman hayati, dan peningkatan kualitas pengajaran. Hal ini memerlukan sistem yang selaras secara kebijakan, penguatan transformasi digital yang inklusif, dan penanaman nilai-nilai ketahanan dalam kurikulum pendidikan. “Oleh karena itu, kita harus menjaga kesinambungan pertukaran pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada data dan dialog, tetapi juga pada tujuan bersama dan tindakan kolektif,” ucap Juan.

“Kita harus memastikan bahwa perangkat masa depan sampai ke tangan setiap siswa. Kita harus, seperti yang disebutkan sebelumnya, menjadikan ketahanan sebagai prioritas utama. Ketahanan harus dijalin ke dalam cara kita mengajar, seperti apa yang kita ajarkan dan mengapa kita mengajar,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam transformasi ini membutuhkan kepercayaan dan kerja sama tim dan tidak ada kementerian, sektor, atau organisasi nonpemerintah yang dapat melakukannya sendiri. “Kita membutuhkan kolaborasi lintas sektor, lintas batas, lintas komunitas untuk menata kembali apa yang dapat dilakukan,” pungkas Juan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur SEAMEO Sekretariat, Datuk Habibah Abdul Rahim mengapresiasi kepada tujuh pusat SEAMEO di Indonesia atas komitmen dalam menjalankan mandat masing-masing, yang seluruhnya memainkan peran penting dalam memajukan pendidikan. Mulai dari SEAMEO BIOTROP yang memimpin pengembangan program SEA DREAM dalam penelitian kesehatan, SEAMEO CECCEP yang mengadvokasi pendidikan dan perawatan anak usia dini, serta _SEAMEO QITEP in Language_ (SEAQIL) dalam meningkatkan kualitas guru bahasa dan tenaga kependidikan.

Baca Juga :  Komisi VI Ingatkan Sinergi Kemendag dan Bulog Stabilisasi Harga Saat Ramadan dan Idulfitri

Menurutnya, pusat-pusat lain juga memberikan kontribusi luar biasa, seperti _SEAMEO QITEP in Mathematic_ yang membuat pembelajaran matematika menyenangkan, _SEAMEO QITEP in Science_ yang mengintegrasikan isu iklim dan kecerdasan buatan _(Artificial Intelligence/AI_ ) dalam pendidikan, SEAMEO RECFON sebagai pusat region untuk pangan dan gizi, serta SEAMEO SEAMOLEC yang memimpin pembelajaran terbuka dan jarak jauh. Seluruh kontribusi ini memperkuat agenda kolaboratif kawasan, termasuk dalam pembentukan konsorsium penelitian, dukungan terhadap pendidikan dasar, kesetaraan, dan kesejahteraan.

“Seiring dengan langkah menuju tujuan bersama, kita akan memanfaatkan keahlian, sumber daya, dan koneksi untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan adil di kawasan ini. Kita dapat menciptakan lebih banyak peluang baru, mendorong inovasi, dan memastikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk memenuhi potensi mereka dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat,” ucap Datuk Habibah.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru