MSD dan Bio Farma Menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Terkait Kerjasama Transfer Teknologi untuk Memproduksi Vaksin Pneumokokal Konjugat 15-valent (PCV15) Secara Lokal di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Februari 2025 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(left-right): Farida Malawi, Business Unit Director, MSD Indonesia; Dudit Triyanto, External Affairs Director MSD Indonesia; David Peacock, President of Asia Pacific, MSD; George Stylianou, Managing Director MSD Indonesia; Shadiq Akasya, President Director of Bio Farma; Budi Gunadi Sadikin, Minister of Health, Republic of Indonesia; Aminuddin Ma’ruf, Deputy Minister of State-Owned Enterprises Republic of Indonesia; Soleh Ayubi, Deputy Chief Executive Officer, Bio Farma;

(left-right): Farida Malawi, Business Unit Director, MSD Indonesia; Dudit Triyanto, External Affairs Director MSD Indonesia; David Peacock, President of Asia Pacific, MSD; George Stylianou, Managing Director MSD Indonesia; Shadiq Akasya, President Director of Bio Farma; Budi Gunadi Sadikin, Minister of Health, Republic of Indonesia; Aminuddin Ma’ruf, Deputy Minister of State-Owned Enterprises Republic of Indonesia; Soleh Ayubi, Deputy Chief Executive Officer, Bio Farma;

KlopakIndonesia – MSD (nama dagang dari Merck & Co., Inc., Rahway, N.J., AS) dan Bio Farma (Induk Holding BUMN Farmasi dengan anak perusahaan Kimia Farma dan Indo Farma), produsen vaksin terkemuka di Indonesia, telah menandatangani perjanjian kerangka kerja sama yang berfokus pada kemitraan transfer teknologi untuk memproduksi Vaksin Pneumokokal Konjugat 15-valent (PCV15) secara lokal di Indonesia.

Kolaborasi penting ini menitikberatkan pada pengembangan PCV15 produksi lokal untuk pencegahan penyakit pneumokokal invasif, yaitu infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang disebut streptococcus pneumoniae. Kemitraan ini sejalan dengan Asta Cita Indonesia: Menuju Indonesia Emas 2045, terutama fokus pada penguatan ketahanan sistem kesehatan.

Perjanjian ini ditandatangani di Jakarta oleh George Stylianou, Managing Director MSD Indonesia, dan Shadiq Akasya, Direktur Utama Bio Farma, disaksikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, Aminuddin Maruf, dan President of MSD Asia Pacific, David Peacock.

Pneumonia menjadi penyebab utama penyakit dan kematian pada bayi dan anak-anak di Indonesia, yaitu sekitar 14,5% kasus kematian bayi dan 5% kasus kematian pada anak di bawah lima tahun . PCV15 secara khusus mencakup perlindungan terhadap serotipe 22F dan 33F, serta telah menunjukkan imunogenisitas yang lebih unggul untuk serotipe 3 dibandingkan dengan vaksin PCV lainnya . Streptococcus pneumoniae serotipe 3, 22F, dan 33F diakui sebagai penyebab pneumonia di berbagai populasi.

“Vaksinasi adalah komponen penting dalam memerangi pneumonia, dan PCV15 akan memainkan peran integral dalam mencegah penyakit yang mengancam nyawa anak-anak kita, ujar Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin. Kemitraan ini tidak hanya mendukung transformasi kesehatan kami, yang pilar ketiganya berfokus pada ketahanan kesehatan yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui penyediaan layanan kesehatan yang memadai, tetapi juga merupakan langkah penting menuju peningkatan kapabilitas vaksinasi kita. Hal ini mendorong percepatan peningkatan layanan kesehatan dan melindungi generasi yang akan datang.

Baca Juga :  bank bjb Bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan Hadirkan Program Ekosistem Keuangan Inklusif Digital berbasis Artificial Intelligence

Dampak positif dari kolaborasi pada layanan kesehatan ini menegaskan komitmen MSD dalam menghadapi tantangan kesehatan di Indonesia yang mendesak. David Peacock, President of Asia Pacific, MSD, menambahkan, Perjanjian kemitraan hari ini dibangun dari kemitraan MSD yang sudah terjalin dengan Bio Farma, yang memungkinkan kami untuk memperluas produksi dan pasokan PCV kami di Indonesia. Di MSD, kami berkomitmen untuk meningkatkan akses terhadap vaksin yang dapat menyelamatkan jiwa serta mengatasi beban penyakit pneumokokus di Indonesia. Kerja sama hari ini mencerminkan dedikasi MSD untuk mendukung aspirasi Indonesia mewujudkan lingkungan kesehatan yang berkelanjutan dan membangun infrastruktur vaksinasi yang kuat. Kami berharap dapat memperkuat kerja sama jangka panjang dengan Bio Farma dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan Indonesia.

Memahami beban yang berat dari penyakit pneumokokus di Indonesia, produksi PCV15 secara lokal menegaskan pendekatan proaktif dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan. PCV15 melindungi dari 15 jenis virus S. pneumoniae, termasuk yang terkait dengan penyakit kritis.

Perjanjian yang ditandatangani hari ini juga merupakan langkah signifikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung Asta Cita Indonesia, khususnya dalam memperkuat pemrosesan hilir dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai domestik. Seperti yang diungkapkan Aminuddin Maruf, Wakil Menteri BUMN Republik Indonesia, Kemitraan ini menandai pencapaian penting dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi vaksin dunia. Inisiatif ini sejalan dengan arahan pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional sekaligus membangun ekosistem farmasi yang lebih berdaya saing. Kolaborasi dengan perusahaan biofarmasi global seperti MSD tidak hanya akan meningkatkan kapabilitas lokal kami, tetapi juga memastikan bahwa Indonesia mampu memenuhi standar internasional. Kementerian BUMN terus mendorong kolaborasi strategis yang mempercepat inovasi, meningkatkan daya saing industri farmasi nasional, dan memastikan akses layanan kesehatan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.”

Baca Juga :  Jadi Wakil Ketua MPR, Rusdi Kirana: Berpolitik bagi Saya Pengabdian

Kemitraan ini melanjutkan kesuksesan kemitraan transfer teknologi antara MSD dengan Bio Farma untuk produksi lokal vaksin 4-valent Human Papillomavirus (HPV), NUSAGARD® yang diluncurkan pada Agustus 2023. Pengalaman yang didapatkan dari produksi lokal vaksin 4-valent HPV telah berkontribusi besar dalam upaya transfer teknologi PCV15 saat ini, memperkuat kapabilitas Bio Farma dalam memproduksi vaksin berkualitas tinggi di dalam negeri.

“Perjanjian kemitraan hari ini tidak hanya meningkatkan kapabilitas produksi vaksin di Indonesia, tetapi juga mencerminkan komitmen kami dalam mendukung Asta Cita Indonesia dan memberikan kontribusi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, melalui kemampuan memproduksi vaksin inovatif secara lokal, ucap Shadiq Akasya, Direktur Utama Bio Farma. Kami sangat antusias bekerja sama dengan MSD, perusahaan biofarmasi global terkemuka, dalam mencapai tujuan kami. Kemitraan yang terus berlanjut dengan MSD akan terus memperkuat kapabilitas vaksinasi kami, sehingga kami dapat memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dan untuk masa depan yang lebih sehat.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terminal Cicaheum Resmi Tutup Layanan Bus AKAP dan AKDP, Semua Rute Pindah ke Leuwipanjang
Kemendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman dan Bebas Bullying
RUPST 2025 Indofarma: Rugi Turun 76,7 Persen, Siap Perkuat Transformasi Bisnis 2026
Tersangka Penganiayaan dan Penyekapan Sempat Kabur ke Tangerang, Ditangkap di Ciparay
Sinkona Indonesia Lestari Catat Kinerja Positif 2025, Siap Ekspansi Global pada 2026
Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan
Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa di Tengah Era Digital
Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa dan Madura terhadap UMKM serta Kerugian Usaha Kecil

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:30 WIB

Terminal Cicaheum Resmi Tutup Layanan Bus AKAP dan AKDP, Semua Rute Pindah ke Leuwipanjang

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:16 WIB

Kemendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman dan Bebas Bullying

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:20 WIB

RUPST 2025 Indofarma: Rugi Turun 76,7 Persen, Siap Perkuat Transformasi Bisnis 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:28 WIB

Sinkona Indonesia Lestari Catat Kinerja Positif 2025, Siap Ekspansi Global pada 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:21 WIB

Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan

Berita Terbaru