8 Manfaat Paria (Pare) Untuk Kesehatan

- Jurnalis

Sabtu, 25 Januari 2025 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paria (Pare): Kandungan Gizi, Manfaat, dan Tips Budidaya


Kandungan Gizi Paria (per 100 gram)

Paria, atau dikenal juga sebagai pare, merupakan sayuran yang rendah kalori tetapi kaya nutrisi. Berikut adalah kandungan gizinya:

  • Kalori: 17 kkal
  • Karbohidrat: 3,7 gram
  • Protein: 1 gram
  • Serat: 2,8 gram
  • Lemak: 0,2 gram
  • Vitamin C: 84 mg (140% kebutuhan harian)
  • Vitamin A: 471 IU
  • Folat (Vitamin B9): 72 mcg
  • Zat Besi: 0,4 mg
  • Kalium: 296 mg
  • Magnesium: 17 mg
  • Antioksidan: Polifenol, flavonoid, dan saponin

Manfaat Paria untuk Kesehatan

  1. Mengontrol Gula Darah
    • Paria mengandung senyawa charantin, yang membantu menurunkan kadar gula darah, serta meningkatkan sensitivitas insulin. Baik untuk penderita diabetes tipe 2.
  2. Menjaga Kesehatan Pencernaan
    • Kandungan seratnya membantu mencegah sembelit dan melancarkan sistem pencernaan.
  3. Menurunkan Berat Badan
    • Rendah kalori dan kaya serat, sehingga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mendukung program diet.
  4. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
    • Vitamin C berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas dan meningkatkan sistem imun.
  5. Menyehatkan Hati
    • Paria membantu membersihkan racun dari hati dan mendukung fungsi hati yang sehat.
  6. Meningkatkan Kesehatan Kulit
    • Kandungan antioksidan dan vitamin A membantu mencegah penuaan dini, jerawat, dan menjaga elastisitas kulit.
  7. Membantu Menurunkan Kolesterol
    • Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi paria dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
  8. Antikanker
    • Senyawa bioaktif dalam paria, seperti polifenol dan flavonoid, memiliki potensi mencegah pertumbuhan sel kanker.
Baca Juga :  Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Efek Samping Jika Mengonsumsi Paria Berlebihan

  1. Gangguan Pencernaan
    • Terlalu banyak makan paria dapat menyebabkan diare, sakit perut, atau perut kembung.
  2. Interaksi dengan Obat Diabetes
    • Paria bisa menyebabkan gula darah turun terlalu drastis jika dikonsumsi bersama obat diabetes (hipoglikemia).
  3. Gangguan pada Kehamilan
    • Pada ibu hamil, paria dapat merangsang kontraksi rahim dan meningkatkan risiko keguguran jika dikonsumsi berlebihan.
  4. Rasa Pahit Berlebihan
    • Kandungan senyawa pahit seperti momordicin bisa membuat beberapa orang merasa tidak nyaman setelah mengonsumsinya.

Tips Budidaya Paria

Paria adalah tanaman yang mudah dibudidayakan, baik di lahan maupun pot. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Persiapan Lahan atau Pot
    • Gunakan tanah yang subur, gembur, dan kaya bahan organik.
    • pH tanah ideal: 5,5–6,7.
  2. Penanaman Benih
    • Pilih benih paria berkualitas, lalu rendam dalam air hangat selama 6-8 jam sebelum ditanam.
    • Tanam benih pada kedalaman 2-3 cm, dengan jarak tanam sekitar 50 cm jika di lahan.
  3. Pemasangan Ajir atau Penyangga
    • Karena paria adalah tanaman merambat, pasang ajir (bambu atau kawat) untuk mendukung pertumbuhan batangnya.
  4. Penyiraman
    • Siram secara rutin, 1-2 kali sehari, tergantung kelembapan tanah. Jangan biarkan tanah terlalu kering atau tergenang air.
  5. Pemupukan
    • Gunakan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) pada awal penanaman.
    • Tambahkan pupuk NPK (10-10-10) setiap 2-3 minggu untuk mendukung pertumbuhan.
  6. Pengendalian Hama dan Penyakit
    • Paria rentan terhadap hama seperti ulat daun, kutu putih, dan penyakit embun tepung. Gunakan pestisida organik atau kimia sesuai kebutuhan.
  7. Panen
    • Paria biasanya siap dipanen dalam waktu 60-70 hari setelah tanam. Panen dilakukan saat buah belum terlalu matang (masih hijau).
Baca Juga :  Bio Farma Sabet Tiga Penghargaan Bidang CSR Sekaligus

Kesimpulan

Paria adalah sayuran dengan banyak manfaat kesehatan dan mudah dibudidayakan. Pastikan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup dan hindari berlebihan, terutama bagi ibu hamil atau penderita penyakit tertentu. Untuk budidaya di rumah, menanam paria di pot atau lahan dengan dukungan ajir dapat memberikan hasil yang optimal! 🌱

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru