Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) di sekolah.

Program tersebut dirancang dengan pendekatan sederhana melalui prinsip 5M, yakni Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful, sehingga pembelajaran STEM dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus menggunakan metode yang rumit maupun membutuhkan biaya besar.

Penerapan STEM diharapkan mampu menumbuhkan pola pikir kritis, inovatif, dan kreatif pada peserta didik sejak dini.

Untuk mendukung implementasinya, Kemendikdasmen mendorong peningkatan kompetensi guru agar mampu menerapkan pembelajaran STEM yang selaras dengan prinsip Pembelajaran Mendalam serta pendekatan 5M.

Melalui pembekalan tersebut, guru diharapkan tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, inspiratif, dan memberikan dampak bagi murid.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan penguatan STEM menjadi salah satu bagian dari program prioritas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program peningkatan kompetensi guru, termasuk menargetkan 3.272 guru sebagai sasaran pengimbasan oleh fasilitator daerah.

“Dengan implementasi terarah, pembelajaran STEM dengan prinsip 5M yang erat dengan kearifan lokal diharapkan dapat menjadi pengungkit mutu pembelajaran sekaligus mempersiapkan Generasi Emas bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Nunuk.

Kemendikdasmen Bentuk 155 Fasilitator Nasional STEM

Dalam memperkuat ekosistem pembelajaran STEM, Kemendikdasmen telah membentuk 155 Fasilitator Nasional melalui program pelatihan yang dilakukan bersama sejumlah mitra.

Pelatihan tersebut melibatkan kerja sama dengan Monash University, SEAQIS, dan Korea National University of Education.

Program penguatan kompetensi guru mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan teknis, micro-credential, hingga lokakarya lintas jenjang pendidikan.

Melalui pendekatan tersebut, para pendidik diharapkan dapat mengajarkan STEM kepada peserta didik dengan cara yang lebih sederhana, mudah dipahami, dan tidak membutuhkan biaya mahal.

Baca Juga :  BNNP Jabar Ungkap Peredaran 5 Kg Sabu di Cinere Depok, Dua Tersangka Diamankan

Nunuk mengatakan keberhasilan implementasi Program STEM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, hingga mitra pembangunan menjadi bagian penting dalam menciptakan dampak nyata bagi pendidikan Indonesia.

“Sebagai wujud partisipasi semesta, dukungan Bupati Kudus beserta seluruh jajaran pemerintahan, para kepala dinas pendidikan, dan tentunya seluruh mitra pembangunan, termasuk Pusat Belajar Guru menjadi kunci Program STEM ini dapat berjalan dan memberikan dampak nyata bagi pendidikan Indonesia,” tutur Nunuk Suryani.

Guru Didorong Terus Tingkatkan Kompetensi

Peluncuran Program STEM Nasional juga mendapat sambutan dari para pendidik.

Salah seorang guru yang hadir, Fitri Anggraeni, guru RA Miftahul Falah Dawe, mengajak rekan-rekan pendidik untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperkaya pengalaman mengajar.

“Mari kita terus semangat belajar mengasah kemampuan dan saling menginspirasi bertukar pengalaman mengajar untuk memperkaya wawasan dan mencetak generasi unggul,” pesannya.

Hal senada disampaikan Annisa, guru TKIT Umar bin Khatab.

Ia berharap peluncuran Program STEM Nasional dapat mendorong guru di Indonesia untuk menciptakan model pembelajaran yang semakin kreatif.

Menurutnya, pembelajaran tersebut juga dapat membantu menumbuhkan pola pikir kritis anak sejak usia dini.

Kudus Siap Terapkan STEM Bertahap

Dukungan terhadap Program STEM Nasional juga datang dari pemerintah daerah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengapresiasi peluncuran Program STEM Nasional.

Menurutnya, program tersebut menjadi bukti perhatian Kemendikdasmen terhadap perkembangan dan pendidikan anak-anak di sekolah.

“Kami akan mengimplementasikan program ini secara bertahap di semua jenjang. Mungkin akan ada piloting satu atau dua sekolah terlebih dahulu sebelum pelaksanaan secara menyeluruh di Kudus. Kami juga siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan bekal kepada anak-anak kita untuk menerapkan STEM,” kata Anggun.

Baca Juga :  Kang Erwin Ajak Umat Muslim Sambut Ramadan dengan Kebahagiaan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Jepara, Adi Hananto, juga menyampaikan apresiasi terhadap peluncuran Program STEM Nasional.

Ia berharap pembelajaran STEM dapat diterapkan secara lebih luas di Kabupaten Jepara agar peserta didik dapat memperoleh pemahaman dasar mengenai sains, teknologi, enjinering, dan matematika dengan lebih baik.

“Kami akan mendukung program ini melalui komunitas belajar atau kombel guru. Harapannya, mereka dapat mengimbaskan STEM ini kepada semua guru yang ada di Kabupaten Jepara,” ujar Adi.

STEM Ajarkan Anak Memecahkan Masalah Nyata

Pendekatan STEM dipilih karena memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik untuk berpikir melalui persoalan nyata.

Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada hafalan rumus atau teori, tetapi juga mengajak murid memahami bagaimana pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui prinsip 5M, pembelajaran STEM diharapkan dapat dimulai dari berbagai hal sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar.

Dengan demikian, STEM dapat diterapkan oleh guru di berbagai jenjang dan di berbagai kondisi sekolah.

Program tersebut juga menekankan pentingnya keberanian untuk mencoba dan kreativitas dalam menciptakan solusi.

Semangat tersebut sejalan dengan slogan Program STEM, “Berani Mencoba, Kreatif Mencipta.”

Melalui penguatan kompetensi guru dan dukungan ekosistem pendidikan, Kemendikdasmen berharap pembelajaran STEM dapat menjadi salah satu pengungkit peningkatan mutu pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia yang kritis, kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen
Luvidi Pranawa Raih Medali Emas IOAI 2026, Berawal dari Prestasi OSN
Pelajar Jawa Barat Diajak All Out Tanpa Burnout, DP3AKB Tekankan Kesehatan Mental
Pemprov Jabar Revitalisasi 32 Hektare Kebun Karet Jalupang Subang
Lantik 41 Pejabat, Wali Kota Bandung Tekankan Integritas dan Prinsip 3P
Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Instruksikan Pendakian Gunung di Jabar Ditutup

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Kamis, 3 September 2026 - 17:02 WIB

PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kamis, 3 September 2026 - 11:08 WIB

PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kamis, 3 September 2026 - 11:03 WIB

LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen

Kamis, 3 September 2026 - 10:45 WIB

Luvidi Pranawa Raih Medali Emas IOAI 2026, Berawal dari Prestasi OSN

Berita Terbaru