JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi membuka Lomba Debat Indonesia (LDI) 2026 Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah.
Ajang yang menjadi wadah pengembangan talenta murid di bidang debat tersebut resmi dibuka pada Selasa (1/9/2026). LDI 2026 tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, logis, kepemimpinan, serta penguatan karakter.
Penyelenggaraan LDI merupakan salah satu bentuk aktualisasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid.
Melalui ajang tersebut, Puspresnas memberikan ruang kepada murid untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam komunikasi serta debat pada berbagai bidang ilmu pengetahuan dengan mengangkat isu-isu global yang aktual.
“LDI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari ekosistem manajemen talenta yang mendorong pembinaan talenta secara berkelanjutan,” ujar Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, dalam acara pembukaan LDI.
Peserta LDI 2026 Meningkat 34 Persen
Antusiasme murid untuk mengikuti Lomba Debat Indonesia terus mengalami peningkatan.
Pada 2025, jumlah pendaftar LDI tercatat sebanyak 12.780 peserta. Sementara pada 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 17.115 peserta.
Dengan demikian, jumlah pendaftar LDI 2026 mengalami peningkatan sekitar 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya minat murid untuk mengembangkan kemampuan debat, komunikasi, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan melalui ajang talenta yang diselenggarakan Puspresnas.
LDI Tingkat Nasional 2026 berlangsung pada 31 Agustus hingga 6 September 2026 secara daring.
Kompetisi tersebut diikuti peserta dari 38 provinsi di Indonesia serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yang berada di Arab Saudi, Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Dalam kompetisi tingkat nasional ini, terdapat dua cabang ajang yang dipertandingkan, yakni Debat Bahasa Indonesia dan Debat Bahasa Inggris.
Setiap provinsi mengirimkan tiga murid untuk cabang Debat Bahasa Indonesia dan tiga murid untuk Debat Bahasa Inggris.
Secara keseluruhan, LDI Tingkat Nasional 2026 diikuti oleh 234 murid finalis.
Peserta Siapkan Diri dengan Riset dan Sparring
Salah satu peserta LDI Tingkat Nasional 2026, Neil Delen Walandow dari SMA Negeri 9 Manado, Sulawesi Utara, mengaku telah melakukan persiapan intensif bersama timnya.
Persiapan dilakukan dengan memperdalam berbagai isu terkini, melakukan riset, serta menjalani latihan debat atau sparring.
“Persiapan bersama tim cukup intensif dengan memperdalam isu-isu terkini, riset, dan sparring. Target utama kami juara satu dan tentunya pengalaman dari peserta-peserta terbaik dari seluruh Indonesia lainnya,” ujar Neil.
Peserta lainnya, Allesia Keiran The dari SMA Bina Bangsa School Pantai Indah Kapuk, DKI Jakarta, menilai LDI Tingkat Nasional bukan sekadar kompetisi.
Menurutnya, ajang tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang debat.
“Setiap hari kami latihan dan tim kami terus berkembang. Kami berusaha memberikan performa terbaik pada ajang LDI kali ini. Kami sangat bersyukur dengan terselenggaranya LDI Tingkat Nasional,” ungkap Allesia.
Best Speakers Berpeluang Ikuti MUN Academy
Selain menjadi arena kompetisi, LDI 2026 juga membuka peluang pengembangan talenta lebih lanjut bagi para peserta berprestasi.
Sebanyak 15 Best Speakers LDI Tingkat Nasional 2026 pada cabang Debat Bahasa Inggris, mulai dari peringkat pertama hingga ke-15, akan memperoleh kesempatan mengikuti program pelatihan dan pembinaan MUN Academy.
Program tersebut difasilitasi oleh International Global Network sebagai bagian dari upaya memberikan pembinaan lanjutan kepada talenta debat terbaik Indonesia.
Dari 15 peserta tersebut, selanjutnya akan dipilih tiga peserta terbaik untuk menjadi delegasi Indonesia dalam AYIMUN 24 Malaysia.
Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 18 Januari 2027.
Kesempatan mengikuti pembinaan dan kompetisi internasional menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pengembangan talenta murid secara berkelanjutan.
Dengan demikian, prestasi yang diraih dalam LDI tidak berhenti ketika kompetisi selesai, tetapi dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang pengembangan kemampuan murid.
Melalui Puspresnas dan berbagai ajang talenta, Kemendikdasmen terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya mampu meraih prestasi dalam kompetisi.
Lebih dari itu, murid diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis, menyampaikan gagasan secara logis, mempunyai wawasan luas, serta mampu menghadapi berbagai persoalan di tingkat nasional maupun global.
LDI pun menjadi salah satu ruang penting bagi generasi muda Indonesia untuk mengasah keberanian berbicara, kemampuan berargumentasi, serta kecakapan membangun gagasan berdasarkan pemikiran yang kritis dan logis.
Melalui pembinaan talenta yang berkelanjutan, Kemendikdasmen berharap kemampuan murid di bidang debat dapat terus berkembang dan membuka peluang untuk berprestasi hingga tingkat internasional.


























