Luvidi Pranawa Raih Medali Emas IOAI 2026, Berawal dari Prestasi OSN

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di ajang internasional. Luvidi Pranawa Alghari, murid kelas 11 SMAS Pribadi Beji, Depok, Jawa Barat, berhasil meraih medali emas dalam International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) 2026.

Capaian tersebut menjadi puncak perjalanan prestasi Luvidi yang telah menekuni matematika dan pemrograman sejak duduk di bangku sekolah dasar. Sebelumnya, ia juga berhasil meraih medali perak pada IOAI 2025.

Prestasi internasional itu melengkapi deretan capaian Luvidi di tingkat nasional. Pada 2023, ia meraih medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang pendidikan dasar cabang matematika. Setahun kemudian, Luvidi berhasil membawa pulang medali emas OSN jenjang pendidikan menengah cabang informatika.

Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana ajang talenta nasional dapat menjadi pintu masuk bagi murid untuk mengembangkan kemampuan hingga ke tingkat internasional melalui proses seleksi dan pembinaan berkelanjutan.

“Dari SD, saya suka ikut lomba matematika. Tahun 2023, saya ikut OSN SMP cabang ajang matematika dan mendapat medali perak. Tahun 2024, saya mendapat medali emas OSN cabang ajang informatika. Lalu, saya ikut seleksi untuk delegasi IOAI 2025. Saya lolos dan mendapat medali perak di Beijing. Awal tahun 2026 ini, saya diundang untuk ikut seleksi IOAI 2026 dan mendapat medali emas di Astana, Kazakhstan,” tutur Luvidi.

Berawal dari Matematika dan Pemrograman

Ketertarikan Luvidi terhadap kecerdasan artifisial berawal dari kegemarannya pada matematika dan pemrograman.

Ketika mengikuti proses seleksi dan pembinaan IOAI, ia mulai mempelajari kecerdasan artifisial secara lebih mendalam. Dari proses tersebut, minat Luvidi terhadap bidang teknologi kecerdasan artifisial semakin berkembang.

“Karena awalnya saya tertarik pada matematika dan pemrograman, jadi saya mencoba ikut seleksi IOAI. Di sana, saya belajar lebih banyak tentang kecerdasan artifisial dan saya tertarik,” ujarnya.

Namun, perjalanan menuju prestasi internasional tidak selalu berjalan mudah. Salah satu tantangan yang dihadapi Luvidi adalah masih terbatasnya materi dan soal latihan khusus untuk olimpiade kecerdasan artifisial dibandingkan bidang olimpiade lainnya.

Baca Juga :  Peringati HARGANAS ke-33, BKKBN Jabar Gaungkan Pesan "Ayah Wajib Hadir" Lewat Street Campaign di Kota Bandung

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Luvidi membangun kebiasaan belajar secara rutin. Ia berusaha memanfaatkan waktu luang untuk memperdalam kemampuan sekaligus bergabung dengan sejumlah komunitas olimpiade kecerdasan artifisial yang anggotanya berasal dari berbagai negara.

“Usahakan rutin belajar hampir setiap hari atau saat ada waktu luang. Saya juga ikut beberapa komunitas olimpiade kecerdasan artifisial yang anggotanya dari berbagai negara,” kata Luvidi.

Pembinaan Puspresnas Jadi Ruang Pengembangan Talenta

Dalam perjalanan menuju panggung internasional, pembinaan menjadi salah satu bagian penting bagi Luvidi.

Melalui pembinaan internasional yang dilakukan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Luvidi tidak hanya memperoleh pembelajaran dari para ahli, tetapi juga mendapatkan kesempatan bertemu dengan murid dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki minat serupa.

“Saat mengikuti pembinaan, saya bertemu banyak teman dengan ketertarikan yang serupa. Selain itu, banyak diajarkan oleh para ahli di bidangnya,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan talenta murid tidak berhenti setelah mereka meraih prestasi dalam kompetisi tingkat nasional.

Prestasi yang dicapai dapat menjadi bagian dari proses berkelanjutan untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengaktualisasikan potensi murid hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

Hal itu sejalan dengan upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Puspresnas dalam membangun ekosistem pengembangan talenta murid Indonesia.

Berbagai ajang nasional seperti OSN, Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Gala Siswa Indonesia (GSI), serta Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan minat dan bakat sesuai potensinya.

Prestasi dalam berbagai ajang tersebut selanjutnya dapat membuka peluang bagi murid untuk mengikuti program pembinaan dan mendapatkan kesempatan pengembangan hingga tingkat internasional.

Indonesia Raih 40 Penghargaan Internasional

Pada 2026, Puspresnas memfasilitasi talenta terbaik Indonesia untuk mengikuti 14 ajang internasional melalui proses seleksi dan pembinaan.

Baca Juga :  Sambut HUT RI 79, Transaksi Obligasi di bank bjb Dapat Cashback Jutaan Rupiah

Hingga September 2026, delegasi Indonesia yang telah dibina Puspresnas berhasil meraih 40 penghargaan internasional.

Penghargaan tersebut terdiri atas enam medali emas, 12 medali perak, 18 medali perunggu, satu honorable mention, serta tiga penghargaan khusus.

Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan capaian murid dalam kompetisi bukanlah akhir dari proses pengembangan talenta.

“Prestasi murid tidak berhenti ketika kompetisi selesai. Capaian prestasi pada ajang talenta nasional menjadi pintu masuk bagi proses pembinaan berikutnya agar talenta yang telah teridentifikasi dapat terus berkembang,” tuturnya.

Perjalanan Luvidi menjadi salah satu gambaran proses pengembangan talenta yang dilakukan secara bertahap.

Dimulai dari medali perak OSN matematika tingkat SMP pada 2023, medali emas OSN informatika pada 2024, medali perak IOAI 2025, hingga akhirnya meraih medali emas IOAI 2026.

Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan keluarga, sekolah, guru, pembina, serta teman-teman yang mendampingi perjalanan Luvidi.

Bagi Luvidi, salah satu pengalaman paling berkesan adalah kesempatan belajar sekaligus bertemu dengan teman-teman yang memiliki minat serupa selama mengikuti pemusatan latihan nasional atau pelatnas.

Kisahnya memperlihatkan bahwa keberhasilan seorang murid tidak hanya ditentukan oleh satu kompetisi. Ada proses panjang yang melibatkan pencarian minat, pengembangan kemampuan, kesempatan berkompetisi, pembinaan, hingga aktualisasi talenta di tingkat internasional.

Melalui ekosistem pengembangan talenta tersebut, Kemendikdasmen berupaya memastikan setiap prestasi yang diraih murid dapat menjadi awal dari kesempatan yang lebih luas.

Ajang talenta nasional tidak hanya menjadi tempat untuk mencari juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses menemukan dan mengembangkan potensi terbaik generasi muda Indonesia.

Luvidi pun membagikan pesan kepada para pelajar di seluruh Indonesia agar terus memanfaatkan waktu untuk mengembangkan kemampuan dan tidak mudah menyerah.

“Isi waktu dengan kegiatan positif dan jangan mudah menyerah,” pesan Luvidi kepada Sobat Prestasi di seluruh Indonesia.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen
Pelajar Jawa Barat Diajak All Out Tanpa Burnout, DP3AKB Tekankan Kesehatan Mental
Pemprov Jabar Revitalisasi 32 Hektare Kebun Karet Jalupang Subang
Lantik 41 Pejabat, Wali Kota Bandung Tekankan Integritas dan Prinsip 3P
Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Instruksikan Pendakian Gunung di Jabar Ditutup
Komisi III DPR Responsif Tangani Kasus Hukum, Dorong Reformasi hingga RUU Perampasan Aset
DPR Soroti Data Bansos Tak Akurat, Pekerja Rentan Bisa Kehilangan Bantuan

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:08 WIB

PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kamis, 3 September 2026 - 11:03 WIB

LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen

Kamis, 3 September 2026 - 10:45 WIB

Luvidi Pranawa Raih Medali Emas IOAI 2026, Berawal dari Prestasi OSN

Rabu, 2 September 2026 - 18:27 WIB

Pelajar Jawa Barat Diajak All Out Tanpa Burnout, DP3AKB Tekankan Kesehatan Mental

Rabu, 2 September 2026 - 06:19 WIB

Pemprov Jabar Revitalisasi 32 Hektare Kebun Karet Jalupang Subang

Berita Terbaru