Bandung – Di balik singkatnya waktu lampu merah, terselip sebuah pesan penting tentang masa depan Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat bersama Forum Generasi Berencana (GenRe) menggelar Street Campaign di sejumlah persimpangan jalan di Kota Bandung pada 29 Juni 2026.
Melalui aksi yang berlangsung di titik-titik strategis lalu lintas, para peserta kampanye mengajak masyarakat untuk kembali menyadari pentingnya peran keluarga, khususnya keterlibatan seorang ayah dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak.
Berbagai kegiatan dilakukan selama kampanye berlangsung, mulai dari membentangkan spanduk bertema keluarga, membagikan suvenir kepada pengguna jalan, memberikan edukasi singkat kepada masyarakat, hingga berdialog langsung dengan pengendara yang berhenti saat lampu lalu lintas menyala merah.
Pesan utama yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah “Ayah Wajib Hadir”, sebuah ajakan agar para ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir secara emosional dan aktif dalam kehidupan anak-anaknya.
Kehadiran Ayah Menentukan Tumbuh Kembang Anak
Kemendukbangga/BKKBN menegaskan bahwa menjadi ayah bukan semata-mata memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Kehadiran ayah dalam berbagai aktivitas sederhana sehari-hari justru memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak.
Mulai dari mendampingi anak belajar di rumah, bermain bersama, mendengarkan cerita mereka, mengantar ke sekolah, hingga hadir saat pembagian rapor merupakan bentuk perhatian yang memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak.
Kehadiran tersebut diyakini mampu membangun rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, memperkuat kesehatan mental, membentuk karakter yang positif, serta membantu anak berkembang menjadi pribadi yang lebih tangguh dan bertanggung jawab.
Dalam berbagai kajian pengasuhan, keterlibatan ayah juga berkontribusi terhadap peningkatan prestasi belajar, kemampuan bersosialisasi, serta ketahanan emosional anak ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Mendorong Budaya Pengasuhan Bersama
Melalui Street Campaign HARGANAS ke-33, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat ingin memperkuat pemahaman masyarakat bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.
Keterlibatan ayah sejak dini diharapkan dapat menciptakan hubungan keluarga yang lebih harmonis sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kampanye ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya pengasuhan yang lebih inklusif, di mana ayah memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan anak.
Dukung Gerakan GAMAS dan GEMAR
Selain mengangkat pesan “Ayah Wajib Hadir”, kegiatan ini juga mengajak masyarakat mendukung dua gerakan nasional yang diinisiasi Kemendukbangga/BKKBN, yaitu Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR).
Melalui GAMAS, para ayah didorong meluangkan waktu untuk mengantar anak ke sekolah sebagai bentuk perhatian sekaligus membangun komunikasi yang hangat sejak awal hari.
Sementara melalui GEMAR, para ayah diajak hadir saat pembagian rapor sehingga mereka dapat mengetahui perkembangan pendidikan anak secara langsung serta memberikan apresiasi maupun motivasi atas hasil belajar yang telah dicapai.
Kedua gerakan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak sekaligus meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses pendidikan.
Mengajak Masyarakat Membangun Keluarga Berkualitas
Pelaksanaan Street Campaign mendapat sambutan positif dari masyarakat Kota Bandung. Banyak pengguna jalan yang menyampaikan apresiasi terhadap pesan yang dibawa para peserta kampanye dan berbagi pengalaman mengenai pentingnya peran keluarga dalam kehidupan sehari-hari.
Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menerima kegiatan tersebut dengan hangat dan turut menjadi bagian dari semangat peringatan HARGANAS ke-33.
Melalui momentum Hari Keluarga Nasional, pemerintah berharap semakin banyak keluarga Indonesia yang menyadari bahwa membangun bangsa dimulai dari keluarga yang harmonis, saling mendukung, dan menjalankan peran masing-masing secara optimal.
Dengan semakin kuatnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak, diharapkan akan lahir generasi yang sehat, percaya diri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Semangat “Ayah Wajib Hadir” menjadi pengingat bahwa kehadiran seorang ayah bukan sekadar pelengkap, melainkan investasi penting dalam membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


























