JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas kesempatan bagi guru sekolah dasar (SD) untuk meningkatkan kompetensi mengajar Bahasa Inggris melalui pelatihan mandiri Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).
Pelatihan mandiri tersebut dibuka melalui platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (RGTK) di Rumah Pendidikan, mulai Agustus 2026.
Program ini menjadi salah satu langkah persiapan menjelang penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang SD mulai tahun ajaran 2027/2028.
Melalui pelatihan tersebut, guru diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus kompetensi pedagogik sehingga lebih siap melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.
Target 90.447 Guru SD
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikdasmen sebelumnya telah membuka pelatihan reguler PKGSD-MBI pada Mei 2026. Pelatihan mandiri yang kini tersedia melalui RGTK dikembangkan untuk memperluas akses sehingga semakin banyak guru dapat mengikuti program tersebut secara fleksibel dan terarah.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani mengatakan, PKGSD-MBI merupakan salah satu strategi Kemendikdasmen untuk mempersiapkan guru secara bertahap dalam implementasi pembelajaran Bahasa Inggris di SD.
Ia meminta dukungan dinas pendidikan dan unit pelaksana teknis (UPT) untuk mendorong satuan pendidikan, khususnya SD yang belum memiliki guru dengan latar belakang pendidikan Bahasa Inggris, agar mengikutsertakan perwakilan guru dalam pelatihan.
“Kami mengharapkan dukungan Dinas Pendidikan dan UPT untuk mendorong satuan pendidikan yang menjadi sasaran prioritas, khususnya Sekolah Dasar yang belum memiliki guru dengan latar belakang bahasa Inggris, agar dapat mengikutsertakan atau mendorong perwakilan gurunya untuk mengikuti Pelatihan Mandiri PKGSD-MBI,” ujar Nunuk.
Program PKGSD-MBI secara keseluruhan menargetkan 90.447 guru SD. Melalui skema pelatihan mandiri RGTK, Kemendikdasmen menargetkan sekitar 30.000 guru dapat mengikuti pelatihan setiap tahun.
Dengan pola tersebut, kebutuhan guru SD yang mengajar Bahasa Inggris ditargetkan dapat dituntaskan pelatihannya pada 2029.
Guru Diminta Tidak Menganggap Pelatihan sebagai Beban
Nunuk juga mengingatkan guru agar menjadikan pelatihan mandiri sebagai ruang untuk terus belajar dan mempersiapkan diri, bukan sebagai tambahan beban pekerjaan.
“Manfaatkan materi dan aktivitas pembelajaran yang tersedia, ikuti prosesnya dengan sungguh-sungguh, dan yang paling penting, jangan takut menerapkan apa yang dipelajari dalam praktik pembelajaran di kelas,” kata Nunuk.
Menurutnya, guru juga dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh melalui Hari Belajar Guru.
“Belajar tidak hanya dilakukan ketika ada pelatihan. Belajar perlu menjadi bagian dari budaya dan keseharian guru,” tambahnya.
Tiga Topik Pembelajaran
Pelatihan Mandiri RGTK PKGSD-MBI mulai dilaksanakan pada Agustus 2026. Program ini terdiri atas tiga topik pembelajaran.
Setiap topik dirancang untuk dapat diselesaikan maksimal satu bulan setelah peserta mulai mengikuti pembelajaran melalui RGTK.
Topik pertama membahas proses perkenalan diri dan keluarga.
Topik kedua membahas komunitas di sekolah.
Sementara topik ketiga membahas rutinitas harian.
Pada akhir pelatihan, peserta akan mengikuti tes akhir dan mendapatkan surat keterangan sebagai bukti telah menyelesaikan topik pembelajaran.
Guru Akui Pelatihan Bermanfaat
Wenny Milasari, guru SD Widuri Baleendah, Kabupaten Bandung, menilai Pelatihan Mandiri RGTK PKGSD-MBI memberikan manfaat bagi guru kelas di jenjang sekolah dasar.
Menurut Wenny, belum semua guru memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang memadai, baik dari sisi kosakata, tata bahasa, maupun tenses secara terstruktur.
“Belum semua guru memiliki kemampuan Bahasa Inggris secara mumpuni, baik kosakata, grammar ataupun tenses secara terstruktur, sehingga dengan pelatihan ini memotivasi guru untuk belajar dan mau belajar Bahasa Inggris,” ujar Wenny.
Ia juga menilai pelatihan tersebut dapat membantu guru memahami cara mengajarkan Bahasa Inggris secara lebih menarik, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Melalui PKGSD-MBI, Kemendikdasmen berharap semakin banyak guru SD memiliki kesiapan untuk mengajarkan Bahasa Inggris. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen meningkatkan kompetensi pendidik sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran dalam rangka mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

























