Bank Indonesia Dorong Ekonomi Sirkular, Limbah Uang Rupiah Diolah Jadi Energi dan Cendera Mata

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Indonesia (BI) terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan melalui penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan uang Rupiah. Tak lagi sekadar dimusnahkan, limbah racik uang kini diolah menjadi produk bernilai guna, mulai dari cendera mata hasil karya UMKM hingga bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik dan industri.

Saat ini, sekitar 72 persen limbah racik uang kertas telah berhasil dimanfaatkan kembali. BI menargetkan pada 2027 seluruh limbah racik uang dapat diolah secara sirkuler sehingga tidak lagi menjadi limbah yang terbuang.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali menyampaikan bahwa pengelolaan uang kini tidak hanya berfokus pada menjaga kualitas Rupiah saat beredar, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan setelah uang dinyatakan tidak layak edar.

“Ketika uang tidak lagi layak edar, pertanyaannya bukan lagi bagaimana memusnahkannya, melainkan bagaimana memberikan nilai baru melalui pemanfaatan yang produktif,” ujar Ricky saat membuka rangkaian Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026 di Istora Senayan.

Menurutnya, transformasi tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pencetakan, pengedaran, hingga pemusnahan uang dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Inovasi ini bahkan mengantarkan Bank Indonesia meraih International Association of Currency Affairs (IACA) Award 2026, sebagai pengakuan atas praktik pengelolaan uang yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Firman Soebagyo Dorong Kementan Jadi Dirijen Penanggung Jawab Produksi Pangan

Kolaborasi dengan UMKM dan Industri

Dalam penerapan ekonomi sirkular, BI menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengolah limbah racik uang menjadi berbagai produk kreatif seperti suvenir dan cendera mata. Sementara itu, kerja sama dengan perusahaan pengolahan energi memungkinkan limbah tersebut dimanfaatkan sebagai tambahan sumber energi bagi sektor kelistrikan maupun industri.

Langkah ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta mendukung pengembangan industri hijau di Indonesia.

Belajar dari Bank Sentral Dunia

Praktik keberlanjutan dalam pengelolaan uang juga menjadi perhatian berbagai bank sentral di kawasan Asia. Bank Negara Malaysia (BNM) telah lebih dahulu mengolah limbah racik uang menjadi beragam produk bernilai tambah. Sementara itu, Bank of Thailand memilih menggunakan material kertas yang lebih tahan lama agar masa edar uang lebih panjang, sehingga kebutuhan pencetakan ulang dapat ditekan.

Baca Juga :  bank bjb dan BPJS Kesehatan Tantadatangani Kerjasama Peningkatan Layanan Fasilitas Kesehatan

Berbagai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian penting dalam tata kelola uang modern di berbagai negara.

BRIDGE 2026 Jadi Wadah Kolaborasi Internasional

Pengalaman dan inovasi tersebut dibahas dalam BRIDGE 2026, forum dialog internasional mengenai ekosistem pengelolaan uang yang diselenggarakan Bank Indonesia sebagai bagian dari FERBI 2026 di Istora Senayan, Jakarta.

Forum tersebut mempertemukan bank sentral dan otoritas moneter dari India, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Papua Nugini, bersama pelaku industri uang tunai internasional. Melalui kolaborasi ini, BI berharap pengelolaan Rupiah tidak hanya menjaga kedaulatan mata uang, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Ungkap Dugaan Kelalaian Pengolahan Ikan dalam Insiden MBG di Karo
Insiden Keamanan Pangan MBG di Karo, BGN Siapkan Sanksi Tegas hingga Pemecatan ASN
HUT RI ke-81 di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Janji Fokus Penuhi Layanan Dasar Warga Jabar
Kemdiktisaintek Pantau Kondisi Perguruan Tinggi di NTT Pascagempa M7,7
Kemdiktisaintek Tampilkan Semangat Menuju Perguruan Tinggi Kelas Dunia di Karnaval HUT RI ke-81
Kartu Kredit Indonesia Diluncurkan, BI Perluas MDR QRIS 0 Persen Mulai Oktober 2026
BI Bebaskan MDR QRIS untuk Semua Merchant Mulai 1 Oktober 2026, Transaksi hingga Rp100 Ribu Jadi 0 Persen
Kemendikdasmen Siapkan Anggaran Rp61,1 Triliun pada 2027, Fokus Revitalisasi Sekolah dan Kesejahteraan Guru

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:42 WIB

BGN Ungkap Dugaan Kelalaian Pengolahan Ikan dalam Insiden MBG di Karo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:39 WIB

Insiden Keamanan Pangan MBG di Karo, BGN Siapkan Sanksi Tegas hingga Pemecatan ASN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:29 WIB

HUT RI ke-81 di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Janji Fokus Penuhi Layanan Dasar Warga Jabar

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Kemdiktisaintek Pantau Kondisi Perguruan Tinggi di NTT Pascagempa M7,7

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Kemdiktisaintek Tampilkan Semangat Menuju Perguruan Tinggi Kelas Dunia di Karnaval HUT RI ke-81

Berita Terbaru