Berikut redaksi berita versi KlopakIndonesia.com dengan gaya jurnalistik yang lebih mengalir dan berorientasi SEO.
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Pesisir Cirebon, Perkuat Perlindungan Kawasan Pantai dari Abrasi
CIREBON – Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara (FLHBN) kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan dengan menanam 10.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, Jumat (10/7/2026).
Penanaman mangrove tersebut merupakan bagian dari aksi lingkungan MAMO MY DARLING 8 (Mari Move On Masyarakat Sadar Lingkungan) yang tahun ini mengusung tema GERAK SETARA (Gerakan Semai, Tanam, Pelihara).
Ratusan peserta dari berbagai unsur ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas pecinta lingkungan dari Kota dan Kabupaten Cirebon maupun daerah lainnya.
Aksi yang digagas FLHBN ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599, HUT Bhayangkara ke-80, serta Hari Mangrove Sedunia.
Sekretaris Jenderal FLHBN, Prabu Diaz, mengatakan MAMO MY DARLING telah berkembang menjadi gerakan lingkungan yang berkelanjutan dan tidak lagi sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan.
Menurutnya, gerakan yang telah berjalan selama delapan tahun itu kini menjadi salah satu contoh kegiatan pelestarian mangrove dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia di Indonesia.
“Gerakan ini lahir dari kepedulian terhadap lingkungan pesisir. Kini, dukungan terus mengalir dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Cirebon, kementerian, BUMN, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kami berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga mangrove terus tumbuh karena mangrove berperan penting melindungi kawasan pesisir dari abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut,” ujar Prabu Diaz.
Pemerintah Kota Cirebon turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi FLHBN dalam menjaga lingkungan. Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, menilai keberhasilan pelestarian lingkungan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi berbagai pihak yang dilakukan secara berkesinambungan.
Ia mengapresiasi FLHBN yang selama delapan tahun berturut-turut terus menggelar gerakan penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kawasan pesisir.
“Kolaborasi menjadi energi dan kekuatan dalam menjaga lingkungan untuk generasi mendatang agar tetap lestari,” kata Iing.
Sementara itu, Ketua FLHBN, Dani Jaelani, berharap penanaman 10.000 bibit mangrove tersebut mampu memperkuat kawasan pesisir Kejawanan sebagai benteng alami menghadapi ancaman abrasi sekaligus mendukung terwujudnya Kota Cirebon yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan.
Selain melakukan penanaman mangrove, peserta juga mengikuti edukasi mengenai teknik pemeliharaan mangrove serta aksi bersih-bersih sampah plastik di kawasan pesisir. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pantai dan laut secara berkelanjutan.
Melalui gerakan MAMO MY DARLING, FLHBN berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam upaya pelestarian lingkungan sehingga kawasan pesisir tetap terjaga, produktif, dan mampu memberikan manfaat bagi generasi mendatang.


























