Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Selain menjadi awal tahun Hijriah, Muharram juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya adalah puasa Asyura yang dilaksanakan setiap 10 Muharram.
Puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut puasa ini sebagai salah satu amalan yang dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.
1. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu
Keutamaan terbesar puasa Asyura dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim.
Rasulullah SAW bersabda:
“Aku berharap kepada Allah agar puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu.”
(HR. Muslim No. 1162)
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah pengampunan terhadap dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.
2. Puasa Sunah Terbaik Setelah Ramadan
Selain puasa Asyura, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam memperbanyak puasa selama bulan Muharram.
Beliau bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Muharram merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah puasa sunah.
3. Meneladani Rasulullah SAW
Puasa Asyura merupakan salah satu sunah yang selalu dijaga oleh Rasulullah SAW. Ketika beliau tiba di Madinah, Rasulullah mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.
Rasulullah kemudian bersabda:
“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.”
Beliau pun berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan para sahabat untuk ikut melaksanakannya.
4. Dianjurkan Berpuasa Tanggal 9 dan 10 Muharram
Untuk membedakan amalan umat Islam dengan kaum Yahudi, Rasulullah SAW berniat menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram, yang dikenal sebagai Puasa Tasu’a.
Karena itu, para ulama menganjurkan beberapa pilihan pelaksanaan puasa:
- Paling utama: Puasa 9 dan 10 Muharram.
- Lebih sempurna: Puasa 9, 10, dan 11 Muharram.
- Minimal: Puasa pada 10 Muharram (Asyura) saja.
5. Menjadi Momentum Meningkatkan Ketakwaan
Selain memperoleh pahala yang besar, puasa Asyura juga menjadi sarana melatih kesabaran, keikhlasan, pengendalian diri, serta meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.
Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
Hikmah Puasa Asyura
Puasa Asyura bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai keimanan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Ibadah ini menjadi pengingat bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba-Nya yang beriman dan bersabar, sebagaimana pertolongan-Nya kepada Nabi Musa AS.
Bagi umat Islam yang memiliki kesempatan, sangat dianjurkan untuk menghidupkan sunah ini. Selain mengharap ampunan atas dosa-dosa kecil yang telah lalu, puasa Asyura juga menjadi amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperkuat ketakwaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Klik untuk melanjutkan membaca :
Keutamaan Puasa Asyura di Bulan Muharram, Sejarah, Dalil, dan Keistimewaannya

























