Ancaman PHK 4000 Buruh di PT Feng Tay

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay Indonesia, salah satu pabrik pemasok sepatu merek global Nike di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan dirumahkan sementara sejak 15 Juni 2026. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal apabila persoalan yang dihadapi perusahaan tidak segera terselesaikan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi, mengatakan ribuan pekerja tersebut dirumahkan akibat keterlambatan pasokan bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi sepatu. Dari total sekitar 14.000 pekerja yang bekerja di perusahaan tersebut, sekitar 4.000 orang terdampak kebijakan perumahan sementara tersebut.

Menurut Ristadi, keterlambatan pasokan bahan baku diduga terjadi setelah mekanisme pengadaan yang sebelumnya dilakukan langsung oleh Nike dialihkan kepada vendor pihak ketiga. Perubahan tersebut diduga menimbulkan hambatan teknis dalam rantai pasok sehingga bahan baku belum tersedia sesuai kebutuhan produksi.

Meski dirumahkan, perusahaan disebut masih memenuhi hak-hak normatif para pekerja, termasuk pembayaran upah sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, serikat pekerja mengingatkan bahwa situasi ini perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi berkembang menjadi gelombang PHK jika penyebab utamanya bukan sekadar persoalan pasokan bahan baku.

Baca Juga :  Presiden Prabowo dan PM Starmer Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan terdapat potensi ancaman PHK terhadap 4.000 pekerja tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, pesanan produksi sepatu Nike yang sebelumnya dikerjakan PT Feng Tay telah selesai, sedangkan pesanan berikutnya belum mendapatkan kepastian. Akibatnya, ribuan pekerja harus dirumahkan sambil menunggu kejelasan order baru.

Selain faktor pesanan yang belum pasti, Said Iqbal juga menerima informasi mengenai keterlambatan pasokan bahan baku yang diduga berkaitan dengan gangguan rantai pasok global. Karena itu, pihaknya berencana melakukan peninjauan langsung ke perusahaan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mencari solusi agar para pekerja tidak kehilangan pekerjaan.

Baca Juga :  Panglima TNI Pimpin Ziarah Nasional Peringatan HUT Ke-79 TNI di TMPNU Kalibata

Menurut Said, pemerintah perlu segera melakukan langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya PHK massal. Salah satu opsi yang diusulkan adalah mendorong keberlanjutan pesanan produksi dari Nike serta memberikan berbagai kemudahan bagi perusahaan agar biaya produksi dapat ditekan dan aktivitas usaha tetap berjalan.

Gelombang perumahan pekerja di PT Feng Tay menjadi sorotan karena industri padat karya nasional saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan permintaan global, kenaikan biaya produksi, hingga ketidakpastian ekonomi internasional. Jika kondisi ini berlanjut, bukan tidak mungkin ancaman PHK massal akan semakin membayangi sektor manufaktur Indonesia.

Hingga saat ini, para pekerja yang dirumahkan masih menunggu kepastian mengenai kelanjutan produksi dan nasib hubungan kerja mereka dalam beberapa bulan ke depan.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa di Tengah Era Digital
Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa dan Madura terhadap UMKM serta Kerugian Usaha Kecil
Kemendikdasmen Ingatkan Pentingnya Menjaga Kreativitas dan Kesehatan Mental di Era Digitalisasi Pendidikan
Indofarma Kembali Ekspor Produk Farmasi ke Afganistan, Perkuat Daya Saing Global
Saep “Bos Copet” Preman Pensiun Meninggal Dunia, Ini Sosok dan Perjalanan Hidup Icuk Baros
Prabowo Pastikan Stok Beras Aman 10 Bulan, Pemerintah Siapkan Antisipasi El Nino Godzilla
720 ASN Pemprov Jabar Dilantik di Desa Sukawangi, Dedi Mulyadi Tekankan Pelayanan untuk Rakyat
Setetes Darah untuk Kehidupan, Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Gelar Donor Darah

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:51 WIB

Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa di Tengah Era Digital

Senin, 22 Juni 2026 - 12:22 WIB

Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa dan Madura terhadap UMKM serta Kerugian Usaha Kecil

Senin, 22 Juni 2026 - 10:55 WIB

Ancaman PHK 4000 Buruh di PT Feng Tay

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:04 WIB

Kemendikdasmen Ingatkan Pentingnya Menjaga Kreativitas dan Kesehatan Mental di Era Digitalisasi Pendidikan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:39 WIB

Saep “Bos Copet” Preman Pensiun Meninggal Dunia, Ini Sosok dan Perjalanan Hidup Icuk Baros

Berita Terbaru

NEWS

Ancaman PHK 4000 Buruh di PT Feng Tay

Senin, 22 Jun 2026 - 10:55 WIB