Jakarta, Klopakindonesia.com – PT Bio Farma (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan dengan meraih penghargaan PROPER berpredikat Emas untuk ke-10 kalinya dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER Tahun Kinerja 2025.
Tak hanya itu, Bio Farma juga untuk pertama kalinya menerima penghargaan Green Leadership sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan perusahaan dalam mendorong praktik keberlanjutan yang terintegrasi dalam proses bisnis.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Bio Farma, Jeffri Susanto.
Dalam sambutannya, Hanif menyampaikan bahwa ke depan program PROPER akan terus bertransformasi, tidak hanya sebagai ajang pemeringkatan kinerja perusahaan, tetapi juga memiliki fungsi pengawasan dan penegakan hukum lingkungan.
“Tahun ini PROPER dilaksanakan dengan pendekatan berbeda, tidak hanya fokus pada penilaian, tetapi juga sebagai instrumen pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah,” ujarnya.
Hanif juga memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai konsisten menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya para peraih PROPER Emas yang dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Bio Farma, Jeffri Susanto, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh proses bisnis.
“Pencapaian PROPER Emas ke-10 dan Green Leadership ini bukan sekadar pengakuan, tetapi cerminan tanggung jawab Bio Farma sebagai BUMN untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Jeffri.
Dalam penilaian PROPER 2025, Bio Farma mengandalkan dua kekuatan utama, yakni inovasi ramah lingkungan dalam proses produksi vaksin serta program pemberdayaan masyarakat melalui Kampung Berseka di Desa Padaasih, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Di sektor lingkungan, perusahaan menerapkan berbagai inovasi berbasis life cycle assessment, seperti efisiensi energi dan pengurangan emisi. Upaya tersebut berhasil mencatatkan efisiensi energi sebesar 3.452 GJ per tahun, penghematan air 155 meter kubik per tahun, serta penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 1.617,5 ton CO2 ekuivalen per tahun.
Selain itu, program Kampung Berseka menjadi contoh nyata kontribusi sosial Bio Farma dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, perusahaan membina komunitas budidaya lebah Teuweul dengan peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, hingga pemasaran digital.
Program tersebut turut mendorong peningkatan jumlah anggota komunitas dari 18 menjadi 25 orang, melibatkan generasi muda, serta meningkatkan nilai jual madu dari Rp170 ribu menjadi Rp440 ribu per liter.
Tidak hanya itu, Bio Farma juga berkontribusi dalam penyediaan akses air bersih dan irigasi yang menjangkau ratusan rumah tangga serta mendukung pengairan lahan pertanian.
Menurut Jeffri, keberlanjutan bagi Bio Farma bukan sekadar pemenuhan standar, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.
“Setiap inovasi yang kami lakukan diharapkan tidak hanya mendukung kinerja perusahaan, tetapi juga memperkuat peran BUMN dalam pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Raihan PROPER Emas ke-10 dan Green Leadership ini semakin memperkuat posisi Bio Farma sebagai BUMN di sektor life science yang adaptif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus mendukung pembangunan nasional dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.


























