Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP ke Daerah 3T, Tekankan Beasiswa Harus Berdampak ke Rakyat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KLOPAKINDONESIA.COM – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara resmi melepas 150 alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk bertugas di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).

Pelepasan dilakukan dalam Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital di Auditorium Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Program kolaborasi antara Kemendikdasmen dan LPDP ini bertujuan mempercepat transformasi digital di sekolah dasar wilayah 3T.

Dalam sambutannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa teknologi kini menjadi faktor penentu masa depan pendidikan Indonesia. Ia mendorong agar kesenjangan digital segera diatasi melalui langkah nyata di lapangan.

“Teknologi bukan sekadar alat bantu, tetapi penentu arah pendidikan ke depan. Pembelajaran harus dibuat lebih menarik dan menyenangkan, apalagi dengan adanya fasilitas Interactive Flat Panel yang telah disiapkan,” ujar Gibran.

Baca Juga :  CLUB X-MOC GELAR JAMBORE NASIONAL DI KABUPATEN BANDUNG DI HADIRI RATUSAN ANGGOTA SE INDONESIA

Ia juga menekankan bahwa beasiswa negara bukan sekadar penghargaan akademik, melainkan amanah yang harus dikembalikan kepada masyarakat melalui kontribusi nyata.

“Ketika negara sudah berinvestasi, maka hasilnya harus kembali ke rakyat dalam bentuk dampak langsung, terutama bagi siswa di daerah yang membutuhkan,” tegasnya.

Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen agar alumni tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat.

“Keberhasilan beasiswa tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi dari dampak yang dihasilkan di lapangan,” ujarnya.

Program Alumni Pejuang Digital difokuskan pada pemanfaatan teknologi pembelajaran, termasuk penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Dalam kesempatan tersebut, dua peserta turut berbagi pengalaman inspiratif. Teresia Rutisu, alumni Swiss Hotel Management School asal Papua Barat yang akan bertugas di Merauke, menyatakan komitmennya untuk membantu anak-anak di daerah 3T agar tetap berani bermimpi.

Baca Juga :  Sandiaga Uno Puji Kinerja Pemkot Bandung Kembangkan Ekosistem Gim Lokal

“Saya ingin berbagi pengalaman dan membuktikan bahwa anak-anak dari daerah juga bisa meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Gulmog Simbolon, alumni University of Surrey asal Samosir, Sumatera Utara, menilai program ini sebagai ruang nyata untuk mendorong pemerataan akses pendidikan.

“Pendidikan bisa mengubah hidup seseorang. Kini saatnya saya membantu membuka jalan itu bagi anak-anak di daerah,” ujarnya.

Wapres Gibran mengapresiasi semangat para alumni yang memilih kembali mengabdi di daerah. Ia menegaskan bahwa kontribusi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus kebanggaan sebagai warga negara Indonesia.

“Setiap alumni harus bangga menjadi WNI dan mengabdi untuk negeri, terutama di kampung halamannya,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan
Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan
Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu
Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak
Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal
Wajib Halal UMK Batas 18 Oktober 2026: Terlambat Bisa Kena Sanksi dan Produk Ditarik
Sinergi Lintas Kementerian Diperkuat untuk Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan
Pegadaian Jabar Resmikan Desa Pasirnanjung Geulis sebagai Desa Binaan Pertama di Sumedang

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:23 WIB

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan

Jumat, 3 April 2026 - 19:09 WIB

Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan

Jumat, 3 April 2026 - 19:02 WIB

Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu

Jumat, 3 April 2026 - 18:41 WIB

Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak

Jumat, 3 April 2026 - 18:17 WIB

Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal

Berita Terbaru