Sinergi Lintas Kementerian Diperkuat untuk Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KLOPAKINDONESIA.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga (K/L) dalam memperkuat implementasi pemberdayaan perempuan melalui sektor pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa momentum Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan harus dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pendidikan adalah kerja bersama yang membutuhkan partisipasi semesta, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, media, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi perempuan, hingga komunitas,” ujar Mu’ti dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana memperkuat jejaring kerja antara Kemendikdasmen dengan Kemenko PMK, Kementerian PPPA, Perpustakaan Nasional, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Menurut Mu’ti, sinergi lintas sektor sangat penting agar isu pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, literasi, serta pembangunan karakter dapat berjalan searah dan saling menguatkan.

Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengapresiasi langkah Kemendikdasmen dalam membangun kolaborasi lintas kementerian. Ia menegaskan bahwa kerja sama menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional.

Baca Juga :  Inflasi Kota Bandung Tercatat 0,04 Persen pada Oktober 2024

“Tidak ada kementerian atau lembaga yang bisa berjalan sendiri. Semuanya harus berkolaborasi dan bersinergi,” ujar Pratikno, mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan perempuan memiliki dampak luas, tidak hanya bagi individu, tetapi juga terhadap kualitas keluarga, ketahanan sosial, hingga pembangunan ekonomi.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah, menilai bahwa pencanangan program ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kesetaraan gender yang inklusif dan berkeadilan.

Menurutnya, pendidikan dan perlindungan anak merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Lingkungan pendidikan harus aman dan mendukung seluruh peserta didik tanpa terkecuali.

“Tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal atau merasa tidak aman di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Baca Juga :  Itjen Kemhan Raih Juara Dua Kategori “Booth Favorit” di Expo Pengawasan Intern TA.2024

Arifah juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antar pemangku kepentingan dalam memastikan pemberdayaan perempuan dan anak menjadi prioritas pembangunan nasional.

Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan yang berlangsung sepanjang April 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, seperti dialog kebijakan, kampanye edukatif, penguatan literasi, diseminasi praktik baik, hingga kegiatan pembelajaran dan pengabdian masyarakat.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menambahkan bahwa program ini juga mendorong partisipasi aktif berbagai pihak untuk bergerak dalam satu arah kebijakan yang saling terhubung.

Adapun rangkaian kegiatan meliputi lomba menulis cerpen “Bahasa Berdaya”, lomba video mendongeng bagi guru, penyusunan antologi cerpen berbahasa daerah, sayembara cerita anak bertema Ibu Kartini, hingga siniar peringatan Hari Kartini.

Melalui program ini, pemerintah berharap tercipta ruang-ruang edukatif yang mendorong perempuan, khususnya anak perempuan, untuk belajar, berprestasi, dan berperan aktif dalam pembangunan.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru