Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan distribusi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan dengan skema yang disesuaikan berdasarkan jenis pangan dan tingkat ketahanannya.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa untuk anak sekolah, distribusi makanan tetap berjalan seperti biasa dengan pola lima hari dalam sepekan.
“Makanan fresh food dibagikan hanya lima hari untuk anak sekolah,” ujar Nanik di Jakarta, Selasa (31/3).
Menurutnya, skema ini diterapkan guna menjaga kualitas serta kesegaran makanan yang dikonsumsi siswa, sehingga tetap memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.
Sementara itu, untuk kelompok berisiko seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), distribusi tetap dilakukan hingga hari Sabtu sesuai mekanisme yang telah berjalan sebelumnya.
“Untuk 3B, mekanisme pendistribusiannya seperti biasa sampai hari Sabtu,” lanjutnya.
Lebih jauh, Nanik mengungkapkan bahwa pemerintah juga menerapkan pendekatan khusus untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Di daerah tersebut, distribusi difokuskan pada bahan pangan kering yang lebih tahan lama dan mudah didistribusikan.
“Untuk wilayah 3T diberikan makanan kering, bukan makanan olahan. Contohnya seperti susu, buah, roti, dan bahan pangan lain yang lebih mudah disimpan serta didistribusikan,” jelasnya.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk adaptasi terhadap keterbatasan infrastruktur, akses transportasi, serta fasilitas penyimpanan di wilayah 3T, sehingga distribusi tetap dapat berjalan efektif.
BGN menegaskan bahwa seluruh skema distribusi ini tetap mengacu pada standar gizi nasional serta prinsip keamanan pangan. Dengan demikian, diharapkan seluruh penerima manfaat, termasuk di daerah dengan tantangan logistik, tetap mendapatkan asupan gizi yang layak.


























