BGN Atur Distribusi MBG: Makanan Fresh untuk Siswa 5 Hari, Wilayah 3T Gunakan Pangan Kering

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan distribusi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan dengan skema yang disesuaikan berdasarkan jenis pangan dan tingkat ketahanannya.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa untuk anak sekolah, distribusi makanan tetap berjalan seperti biasa dengan pola lima hari dalam sepekan.

“Makanan fresh food dibagikan hanya lima hari untuk anak sekolah,” ujar Nanik di Jakarta, Selasa (31/3).

Menurutnya, skema ini diterapkan guna menjaga kualitas serta kesegaran makanan yang dikonsumsi siswa, sehingga tetap memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.

Baca Juga :  Anggota DPRD Jabar Dilantik, Pj Wali Kota Ucapkan Selamat Bertugas

Sementara itu, untuk kelompok berisiko seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), distribusi tetap dilakukan hingga hari Sabtu sesuai mekanisme yang telah berjalan sebelumnya.

“Untuk 3B, mekanisme pendistribusiannya seperti biasa sampai hari Sabtu,” lanjutnya.

Lebih jauh, Nanik mengungkapkan bahwa pemerintah juga menerapkan pendekatan khusus untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Di daerah tersebut, distribusi difokuskan pada bahan pangan kering yang lebih tahan lama dan mudah didistribusikan.

“Untuk wilayah 3T diberikan makanan kering, bukan makanan olahan. Contohnya seperti susu, buah, roti, dan bahan pangan lain yang lebih mudah disimpan serta didistribusikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kemendibudristek Lanjutkan Program Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Bagi Komunitas

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk adaptasi terhadap keterbatasan infrastruktur, akses transportasi, serta fasilitas penyimpanan di wilayah 3T, sehingga distribusi tetap dapat berjalan efektif.

BGN menegaskan bahwa seluruh skema distribusi ini tetap mengacu pada standar gizi nasional serta prinsip keamanan pangan. Dengan demikian, diharapkan seluruh penerima manfaat, termasuk di daerah dengan tantangan logistik, tetap mendapatkan asupan gizi yang layak.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru