Kementan Genjot Hilirisasi Pertanian untuk Biofuel dan Bioetanol Demi Kemandirian Energi

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat hilirisasi sektor pertanian melalui penguatan pengembangan biofuel dan bioetanol sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi nasional.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi dinamika geopolitik global, sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan hilirisasi menjadi fokus utama pemerintah, khususnya dalam sektor energi berbasis pertanian.

“Pada saat kita rapat minggu lalu sebelum Presiden bertolak ke Jepang dan Korea Selatan, beliau sampaikan kita melakukan akselerasi hilirisasi. Yang pertama, untuk sektor pertanian hilirisasi biofuel di saat kondisi geopolitik yang memanas, kita butuh langkah cepat,” ujar Mentan Amran usai rapat hilirisasi bersama BUMN Pangan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Ia menyebut, setelah sektor pangan dinilai relatif kuat, pemerintah kini mulai mengarahkan fokus pada kemandirian energi.

“Pangan selesai. Alhamdulillah bulan Ramadan bukan harga beras yang menjadi penyumbang inflasi. Yang kedua adalah janji Presiden bahwa kita menyetop impor solar digantikan oleh biofuel sawit B50, itu sekitar 5,3 juta ton,” jelasnya.

Baca Juga :  Setelah 4 Tahun Akhirnya Jawa Barat Berhasil Raih Penghargaan ZI WBBM

Selain biofuel, Kementan juga mendorong pengembangan bioetanol melalui program campuran energi E20, yakni etanol yang dicampur dengan bensin.

“Yang ketiga, mimpi kita E20. Etanol dan campuran bensin. Bahannya dari jagung, ubi kayu, dan tebu. Semua bisa tumbuh di Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Amran, Indonesia memiliki potensi besar bahan baku bioetanol, termasuk dari produk samping industri gula berupa molase atau tetes.

“Bahan baku yang selama ini kita ekspor sekitar 1 juta ton, yaitu molase. Ini bisa diolah menjadi etanol,” tambahnya.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus energi nasional.

“Ke depan bagaimana kita mandiri energi dan mandiri pangan. Ini harus kita lakukan bersama-sama,” tegasnya.

Senada, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan bahwa sektor pertanian kini memiliki peran strategis dalam mendukung transisi energi nasional berbasis bioenergi.

Baca Juga :  Prabowo dan PM Jepang Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Energi, dan Investasi di Istana Akasaka

“Swasembada pangan sudah kita raih, dan ke depan kita bergeser menuju kemandirian energi, di mana sektor pertanian menyumbang dari sisi bioenergi,” ujarnya.

Dalam upaya percepatan implementasi, Kementan juga memperkuat kolaborasi dengan BUMN pangan sebagai motor penggerak hilirisasi. Wakil Ketua Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata, menyatakan pihaknya siap mendukung kebijakan tersebut.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menindaklanjuti arahan Presiden. BUMN akan mengoptimalkan berbagai potensi agar Indonesia semakin mandiri dan independen,” jelasnya.

Melalui akselerasi pengembangan biofuel dan bioetanol ini, pemerintah menargetkan terciptanya kemandirian energi berbasis pertanian, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri dan kesejahteraan petani.

Dengan sinergi antara Kementan, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan, program hilirisasi diharapkan dapat berjalan cepat, tepat sasaran, serta memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika global.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif
MK Tak Terima Gugatan Ijazah Gibran karena Pemohon Tak Punya Legal Standing

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial

Berita Terbaru