IKA UPI Kritik Pembelajaran Online Imbas Krisis Energi, Usulkan Pedagogi Hijau

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, 23 Maret 2026 – Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) mengkritik rencana pemerintah yang akan menerapkan pembelajaran daring sebagai bagian dari strategi penghematan energi di tengah krisis global.

Wacana tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, yang menyebut penyesuaian metode pembelajaran daring dan luring sebagai salah satu langkah efisiensi energi.

IKA UPI menilai kebijakan tersebut berisiko menurunkan kualitas pendidikan. Pengalihan pembelajaran tatap muka (PTM) ke sistem daring dinilai tidak sepenuhnya efektif dalam mendorong pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

Ketua Umum PP IKA UPI, Amich Alhumami, menegaskan pengalaman selama pandemi Covid-19 telah menunjukkan dampak signifikan dari pembelajaran daring, terutama terjadinya learning loss.

“Sekolah bukan sekadar tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, disiplin, dan interaksi sosial yang tidak bisa digantikan oleh layar,” ujar Amich.

IKA UPI mengidentifikasi tiga risiko utama jika kebijakan tersebut diterapkan.

Baca Juga :  Sesmendukbangga Evaluasi Pelaksanaan 5 Program Prioritas Quick Wins 2025 di Jawa Barat

Pertama, dampak terhadap kesehatan mental siswa. Minimnya interaksi sosial berpotensi meningkatkan stres dan kesepian, serta memicu digital fatigue akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan.

Kedua, memperlebar kesenjangan akses pendidikan. Ketimpangan infrastruktur teknologi di berbagai daerah, terutama wilayah 3T, dinilai akan semakin memperburuk disparitas layanan pendidikan.

Ketiga, logika efisiensi yang dinilai kurang tepat. IKA UPI menilai penghematan energi tidak seharusnya dilakukan dengan mengorbankan sektor pendidikan, mengingat dampak jangka panjang learning loss terhadap produktivitas nasional.

Baca Juga :  Mendikdasmen: Numerasi adalah Fondasi Membangun Bangsa, Kemendikdasmen Luncurkan Gerakan Numerasi Nasional

Mengutip studi Hanushek dan Woessmann (2020), IKA UPI menyebut setiap bulan kehilangan pembelajaran berpotensi menurunkan pendapatan individu di masa depan hingga 3–5 persen.

Sebagai solusi, IKA UPI mengusulkan konsep “Pedagogi Hijau” melalui Gerakan Sekolah Mandiri Energi.

Konsep ini mendorong siswa dan tenaga pendidik untuk menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah, sebagai langkah penghematan energi tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.

“Jika tujuannya hemat energi, jangan mengganti sekolah fisik dengan daring. Dorong kebiasaan hidup sehat dan mandiri yang juga berdampak pada penghematan energi,” kata Amich.

IKA UPI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pendidikan nasional agar tetap berpihak pada kualitas pembelajaran dan pembangunan generasi masa depan.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru