BMKG Prediksi Hujan dan Potensi Longsor di Jawa Barat Saat Mudik Idulfitri 2026

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas rendah hingga menengah berpotensi terjadi di wilayah Jawa Barat selama periode Idulfitri 2026. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diimbau berangkat pada pagi hingga siang hari karena hujan diperkirakan lebih sering turun pada sore dan malam hari.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu mengatakan, secara umum curah hujan di wilayah Jawa Barat berada pada kategori rendah hingga menengah. Namun, terdapat beberapa wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan tinggi, di antaranya sebagian besar wilayah Majalengka, bagian barat daya Kuningan, sebagian kecil wilayah timur dan tengah Sumedang, serta wilayah tenggara Subang.

Menurutnya, upaya operasi modifikasi cuaca dapat dilakukan secara situasional dan berbasis kebutuhan untuk menekan intensitas hujan di wilayah yang berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi.

Selain potensi hujan, BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang laut di perairan Jawa Barat pada periode Idulfitri berkisar antara 1,25 meter hingga 2,5 meter atau termasuk kategori gelombang sedang.

Baca Juga :  Penyuluh KB diharapkan Punya Kemampuan Menjadi Konten Kreator KIE Program Bangga Kencana

Teguh Rahayu menambahkan, terdapat potensi banjir rob pada masa libur Idulfitri, yakni pada 19 Maret 2026 akibat fenomena bulan baru dan pada 22 Maret 2026 yang dipicu fenomena perigee atau jarak terdekat antara bumi dan bulan.

Ia mengimbau seluruh pemangku kepentingan meningkatkan upaya mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, serta pohon tumbang. Instansi terkait diminta memperhatikan ruas jalan yang rawan banjir dan longsor, melakukan pemangkasan pohon tua yang berpotensi tumbang, serta menurunkan reklame yang berisiko roboh saat terjadi angin kencang.

Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya menyampaikan bahwa musim hujan yang masih berlangsung saat Idulfitri 2026 berpotensi memicu gerakan tanah, khususnya di wilayah lereng curam dengan batuan vulkanik yang telah lapuk.

Ia menyebutkan terdapat lima wilayah rawan longsor di Jawa Barat, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut. Beberapa jalur utama yang perlu diwaspadai antara lain Jalur Puncak, Jalan Raya Cibadak–Sukabumi, kawasan Garut Selatan, serta jalur Lembang–Maribaya–Subang yang memiliki potensi longsor di tepi tebing dan kawasan hutan.

Baca Juga :  Bio Farma Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Karawang, Perkuat Komitmen ESG dan Mitigasi Perubahan Iklim

PVMBG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat melintasi wilayah perbukitan dan lereng curam dengan mengurangi kecepatan kendaraan serta menghindari berhenti di bawah tebing, terutama saat dan setelah hujan. Pemudik juga diminta memperhatikan tanda awal longsor seperti retakan pada lereng, guguran batu kecil, munculnya air keruh dari lereng, serta posisi pohon yang miring.

Selain itu, masyarakat diimbau memilih jalur utama yang lebih aman dan menghindari perjalanan malam saat hujan lebat. Pemudik juga diharapkan mengikuti arahan petugas di lapangan serta mematuhi rambu lalu lintas dan pengalihan jalur jika terjadi bencana.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antusias Peserta Lomba Lintas Alam Jabar 2026 Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis
Inggris dan Bandung Perkuat Kolaborasi Menuju Net Zero dan Ketahanan Iklim
Pegadaian Kanwil X Jabar Bersama POGI Gelar “Merdeka Stunting 2026”, Cegah Stunting Sejak Janin dalam Kandungan
Kemenhut Dorong PBPH Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalsel
Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla, PT MPK Dibekukan
Mentan Amran Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan dan Lindungi Rakyat
Indonesia dan RRT Siapkan Kelompok Kerja untuk Kerja Sama AI dan Teknologi
Kemendikdasmen Buka Pelatihan Mandiri bagi Guru SD untuk Mengajar Bahasa Inggris

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Antusias Peserta Lomba Lintas Alam Jabar 2026 Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Inggris dan Bandung Perkuat Kolaborasi Menuju Net Zero dan Ketahanan Iklim

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Pegadaian Kanwil X Jabar Bersama POGI Gelar “Merdeka Stunting 2026”, Cegah Stunting Sejak Janin dalam Kandungan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Kemenhut Dorong PBPH Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Mentan Amran Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan dan Lindungi Rakyat

Berita Terbaru