Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Klopakindonesia.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat hilirisasi kelapa sawit guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Dengan produktivitas tinggi, efisiensi penggunaan lahan, serta kontribusi besar terhadap devisa negara, sawit kerap disebut sebagai “miracle crop” andalan perekonomian nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan tulang punggung ekonomi nasional yang harus dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

“Kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan besar Indonesia. Produktivitasnya tinggi, efisien dalam penggunaan lahan, dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat dari desa hingga industri besar. Inilah yang membuat sawit layak disebut miracle crop,” ujar Mentan Amran.

Produksi dan Luas Areal Terus Meningkat

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, luas areal kelapa sawit Indonesia pada 2024 dan 2025 (angka sementara) mencapai 16,83 juta hektare.

Pada 2024, produksi minyak sawit mentah (CPO) nasional tercatat 45,44 juta ton dengan produktivitas rata-rata 3,5 ton per hektare. Empat provinsi menjadi kontributor terbesar, yakni:

  • Riau: 9,14 juta ton
  • Kalimantan Tengah: 7,46 juta ton
  • Kalimantan Barat: 4,96 juta ton
  • Kalimantan Timur: 3,90 juta ton
Baca Juga :  Jabar Raih Provinsi Terbaik Pemutakhiran Data Keluarga 2025

Memasuki 2025 (angka sementara), produksi nasional meningkat menjadi 46,55 juta ton dengan produktivitas rata-rata 3,6 ton per hektare. Riau tetap menjadi penyumbang terbesar dengan 9,46 juta ton, disusul Kalimantan Tengah 7,59 juta ton, Kalimantan Barat 4,94 juta ton, dan Kalimantan Timur 4,29 juta ton.

Kenaikan ini semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Ekspor Naik, Devisa Menguat

Dari sisi perdagangan global, volume ekspor sawit Indonesia pada 2024 tercatat 32,34 juta ton dengan nilai 22,85 miliar dolar AS. Pada 2025, volume ekspor meningkat menjadi 36,37 juta ton dengan nilai 28,50 miliar dolar AS. Peningkatan tersebut menunjukkan peran strategis sawit dalam memperkuat neraca perdagangan dan kontribusi terhadap devisa negara.

Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan

Menurut Mentan Amran, arah kebijakan Kementan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi di sektor hulu, tetapi juga penguatan hilirisasi agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri. Pengembangan produk turunan seperti pangan olahan, oleokimia, hingga bioenergi (biodiesel) menjadi kunci memperkokoh ketahanan energi dan memperluas lapangan kerja.

Baca Juga :  Kerabat Jabar Hadirkan Pakar Pola Asuh

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menambahkan bahwa sawit memiliki produktivitas minyak per hektare jauh lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lain, sehingga efisien dalam penggunaan lahan.

“Hilirisasi menjadi strategi penting agar sawit tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Dengan begitu, manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh pekebun dan masyarakat,” jelas Roni.

Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi dan praktik budidaya berkelanjutan, termasuk percepatan peremajaan sawit rakyat guna menjaga produktivitas dan daya saing di pasar global.

Dengan strategi hilirisasi terintegrasi dari hulu hingga hilir, Kementan optimistis kelapa sawit akan semakin memperkokoh posisinya sebagai komoditas strategis nasional sekaligus motor penggerak industrialisasi berbasis perkebunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional
Kemendikdasmen Perpanjang Pendaftaran Pelatihan Inklusif hingga 25 April 2026, Ribuan Guru Berpeluang Ikut
Kemendikdasmen, ASEAN, dan SEAMEO Luncurkan Roadmap PAUD 2026–2030 untuk SDM Unggul Asia Tenggara
BOSP 2026 Diperkuat, Kemendikdasmen Alokasikan Rp59 Triliun untuk Layanan dan Mutu Pendidikan
Mendukbangga Wihaji Kuliah Umum di UIN Bandung, Tekankan Peran Keluarga untuk SDM Unggul 2045

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Selasa, 14 April 2026 - 22:05 WIB

Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor

Selasa, 14 April 2026 - 21:19 WIB

Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur

Selasa, 14 April 2026 - 18:04 WIB

Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 09:01 WIB

Kemendikdasmen Perpanjang Pendaftaran Pelatihan Inklusif hingga 25 April 2026, Ribuan Guru Berpeluang Ikut

Berita Terbaru