Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut berdasarkan survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, disusul DKI Jakarta 19,93 juta orang, serta Jawa Timur 17,12 juta orang.
Sementara itu, dari sisi tujuan perjalanan, arus mudik terbesar diprediksi mengarah ke Jawa Tengah sebanyak 38,71 juta orang, diikuti Jawa Timur 27,29 juta orang, dan Jawa Barat 25,09 juta orang.
“Hal inilah yang menjadi dasar kita bersama untuk tetap menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara komprehensif,” ujar Dudy dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta.
Mobil Pribadi Masih Dominan
Berdasarkan survei yang sama, moda transportasi yang paling banyak digunakan adalah mobil pribadi sebanyak 76,24 juta orang, sepeda motor 24,08 juta orang, dan bus 23,34 juta orang.
Untuk jalur perjalanan, pengguna mobil mayoritas memilih jalan tol (50,63 juta orang), sedangkan pengguna sepeda motor lebih banyak menggunakan jalur alternatif non-utama sebesar 8,65 juta orang.
Kemenhub pun mengimbau masyarakat agar menggunakan transportasi umum guna meningkatkan keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan akibat lonjakan mobilitas selama Lebaran.
Simpul Transportasi Terpadat
Sejumlah simpul transportasi diprediksi akan menjadi titik terpadat selama Angkutan Lebaran 2026, antara lain:
- Stasiun asal terpadat: Stasiun Pasar Senen (2,38 juta penumpang)
- Stasiun tujuan terpadat: Stasiun Yogyakarta Tugu (867 ribu penumpang)
- Bandara asal terpadat: Bandara Soekarno Hatta (2,13 juta penumpang)
- Terminal asal terpadat: Terminal Pulo Gebang (2,31 juta penumpang)
- Terminal tujuan terpadat: Terminal Tirtonadi (1,44 juta penumpang)
- Pelabuhan asal terpadat: Pelabuhan Tanjung Priok (214 ribu penumpang)
- Pelabuhan tujuan terpadat: Pelabuhan Tanjung Perak (158 ribu penumpang)
- Lintas penyeberangan terpadat: Penyeberangan Merak–Bakauheni (6,06 juta penumpang)
Kesiapan Sarana dan Diskon Tarif
Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Kemenhub telah menyiapkan:
- 31 ribu unit bus (kapasitas 1,25 juta penumpang)
- 829 kapal laut (kapasitas 3,26 juta penumpang)
- 255 kapal penyeberangan (kapasitas 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan)
- 392 unit pesawat serviceable
- 3.821 unit sarana kereta api dengan 668 stasiun
Pemerintah juga kembali memberikan diskon tarif transportasi, antara lain diskon penyeberangan 100% untuk tarif jasa kepelabuhanan, diskon kapal laut 30% untuk trayek PSO kelas ekonomi, diskon kereta api ekonomi 30%, serta diskon tiket pesawat ekonomi domestik 17–18 persen pada periode tertentu.
Program Mudik Gratis 2026
Kemenhub juga menyiapkan program mudik gratis melalui moda darat, kereta api, dan laut untuk puluhan ribu penumpang serta sepeda motor, guna menekan penggunaan kendaraan pribadi dan mengurangi kepadatan lalu lintas.
Dari sisi regulasi, Surat Keputusan Bersama (SKB) pengaturan Angkutan Lebaran 2026 telah disusun bersama Polri dan Kementerian PU, termasuk pembatasan operasional truk sumbu tiga atau lebih, dengan pengecualian untuk angkutan kebutuhan pokok dan strategis.
Menhub Dudy menegaskan pentingnya keselamatan selama periode mudik, termasuk larangan kendaraan over dimension dan over loading demi menjaga keamanan seluruh pengguna jalan.


























