KAI Daop 2 Bandung Larang Aktivitas di Jalur Rel Saat Ramadan, Warga Diminta Waspada

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAI Daop 2 Bandung Larang Aktivitas di Jalur Rel Saat Ramadan, Warga Diminta Waspada (Foto : jabarprov)

KAI Daop 2 Bandung Larang Aktivitas di Jalur Rel Saat Ramadan, Warga Diminta Waspada (Foto : jabarprov)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 2 Bandung mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di jalur rel kereta api, terutama pada waktu rawan seperti setelah sahur dan menjelang berbuka puasa selama Ramadan.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa jalur rel bukanlah ruang publik yang bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat seperti berjalan kaki, berolahraga, duduk santai, hingga berfoto.

“Jalur kereta api adalah area terbatas yang diperuntukkan khusus bagi operasional perjalanan kereta api. Aktivitas apa pun di ruang manfaat jalur rel sangat membahayakan, baik bagi diri sendiri maupun perjalanan kereta api,” ujarnya di Bandung.

Baca Juga :  Apresiasi GTK 2025: Pemerintah Perkuat Keteladanan dan Inovasi Guru Indonesia

KAI Daop 2 Bandung mencatat, setelah sahur dan menjelang berbuka puasa kerap ditemukan warga yang memanfaatkan area sekitar rel untuk berjalan santai atau ngabuburit. Padahal, perjalanan kereta tetap beroperasi normal dengan kecepatan tinggi dan tidak dapat berhenti secara mendadak.

Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, khususnya Pasal 181 ayat (1), setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api atau menggunakan jalur untuk kepentingan lain di luar angkutan kereta api. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenakan sanksi pidana maupun denda.

Ruang manfaat jalur meliputi rel, bantalan, wesel, jembatan, terowongan, serta area di kiri dan kanan rel yang menjadi bagian sistem operasional perkeretaapian. Selain risiko tertabrak kereta, terdapat pula potensi bahaya tersengat listrik dan risiko terjatuh.

Baca Juga :  Produksi Gabah Kering Giling di Jabar Tahun 2024 Diupayakan Capai 11 Juta Ton

KAI secara rutin melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar jalur rel, termasuk berkoordinasi dengan aparat kewilayahan dan komunitas setempat. Perusahaan juga mengajak para orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar rel.

KAI berharap masyarakat semakin memahami bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama, sehingga momen Ramadan tetap berjalan aman dan penuh berkah tanpa insiden yang tidak diinginkan.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo: Strategi Transformasi Bangsa Fokus Angkat Jutaan Rakyat dari Kemiskinan
PT Pos Indonesia Gagal Bayar Bunga Sukuk Ijarah Rp11,65 Miliar
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG karena Tak Penuhi SLHS
Harga Emas Naik, Kemendag Tetapkan HPE US$142.154 per Kilogram
KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau
Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026
Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun
Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 21:24 WIB

Prabowo: Strategi Transformasi Bangsa Fokus Angkat Jutaan Rakyat dari Kemiskinan

Selasa, 1 September 2026 - 21:01 WIB

PT Pos Indonesia Gagal Bayar Bunga Sukuk Ijarah Rp11,65 Miliar

Selasa, 1 September 2026 - 20:50 WIB

Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG karena Tak Penuhi SLHS

Selasa, 1 September 2026 - 20:23 WIB

Harga Emas Naik, Kemendag Tetapkan HPE US$142.154 per Kilogram

Selasa, 1 September 2026 - 16:30 WIB

KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau

Berita Terbaru