Mentan Amran Tanam Bawang Putih di Sembalun, Target Swasembada dan Hentikan Impor 3–4 Tahun

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan Amran Tanam Bawang Putih di Sembalun, Target Swasembada dan Hentikan Impor 3–4 Tahun (Foto:kementan)

Mentan Amran Tanam Bawang Putih di Sembalun, Target Swasembada dan Hentikan Impor 3–4 Tahun (Foto:kementan)

Sembalun, Lombok Timur – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal melakukan tanam bawang putih bersama petani di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menegaskan sinergi kuat pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat swasembada bawang putih nasional berbasis kawasan dan kekuatan petani.

“Ini kami sedang tanam bawang putih bersama Pak Gubernur. Insyaallah ini akan mampu berproduksi 20 hingga 30 ton per hektare,” ujar Mentan Amran di sela kunjungan kerjanya.

Mentan Amran menjelaskan, percepatan swasembada bawang putih dilakukan melalui program khusus berbasis kawasan dengan target luasan yang terukur. Provinsi NTB dinilai memiliki potensi strategis sebagai tulang punggung pasokan bawang putih nasional sekaligus pemasok antarprovinsi.

“Kalau mampu 50 ribu hektare, minimal 25 ribu hektare, ini sudah bisa menyuplai provinsi-provinsi lain. Kita hentikan impor dalam 3–4 tahun ke depan, paling lambat 5 tahun,” tegasnya.

Baca Juga :  Sekda Herman Suryatman Dorong Pasar Tradisional di Jabar Miliki Tata Kelola Persampahan yang Baik Bukan hanya untuk berbelanja, bisa jadi tempat healing dan rekreasi

Kegiatan tanam bersama ini sekaligus menjadi bagian dari pencanangan kawasan strategis bawang putih di NTB yang memiliki potensi lahan sekitar 7.750 hektare. Kabupaten Lombok Timur tercatat sebagai sentra utama dengan potensi pengembangan mencapai 2.500 hektare.

Menurut Mentan Amran, keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah dalam menggerakkan lahan, petani, serta pendampingan teknis yang konsisten di lapangan.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, insyaallah Indonesia akan mencapai swasembada pangan dalam 3–4 tahun. Apalagi kalau disupport penuh oleh Gubernur NTB,” ujarnya.

Mentan Amran juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi NTB yang dinilai aktif menyiapkan infrastruktur pendukung, mulai dari penguatan kawasan produksi, pengembangan perbenihan, hingga integrasi sektor pertanian dan peternakan.

Ia menambahkan, bawang putih Lombok Timur memiliki kualitas sangat kompetitif dibanding produk impor karena ditanam di dataran tinggi sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.

“Karena kualitasnya sangat bagus, pembibitan kita pusatkan di sini. NTB akan menjadi fondasi benih bawang putih nasional,” pungkasnya.

Baca Juga :  Lulusannya Terserap di Industri, Unit Pendidikan Vokasi Kemenperin Diidolakan

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan kesiapan pemerintah daerah menjadikan Sembalun sebagai pusat pembenihan bawang putih nasional yang terintegrasi dengan kawasan produksi konsumsi di wilayah sekitarnya.

“Alhamdulillah, tahun ini NTB sudah menjadi produsen benih bawang putih terbesar di Indonesia. Sesuai arahan Pak Menteri, kawasan Sembalun akan difokuskan untuk pembenihan sekitar 750 hingga 1.000 hektare, sementara wilayah di bawahnya difokuskan untuk produksi konsumsi,” jelas Gubernur.

Pemprov NTB juga tengah memetakan kabupaten dataran tinggi lainnya untuk perluasan kawasan bawang putih konsumsi, sekaligus memperkuat kelembagaan petani dan kemitraan usaha agar produksi berkelanjutan serta memiliki kepastian pasar.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani, percepatan swasembada bawang putih nasional optimistis dapat diwujudkan, sekaligus memperkokoh posisi NTB sebagai sentra bawang putih dan jagung nasional.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan
Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan
Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu
Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak
Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal
Wajib Halal UMK Batas 18 Oktober 2026: Terlambat Bisa Kena Sanksi dan Produk Ditarik
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP ke Daerah 3T, Tekankan Beasiswa Harus Berdampak ke Rakyat
Sinergi Lintas Kementerian Diperkuat untuk Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:23 WIB

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan

Jumat, 3 April 2026 - 19:09 WIB

Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan

Jumat, 3 April 2026 - 19:02 WIB

Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu

Jumat, 3 April 2026 - 18:41 WIB

Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak

Jumat, 3 April 2026 - 18:17 WIB

Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal

Berita Terbaru