Dukung Program Prabowo, Mendikdasmen Dorong Sekolah Terapkan ASRI

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya membangun pendidikan bermutu melalui lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan keberanian intelektual, ketangguhan spiritual, dan kepekaan sosial peserta didik.

Sejalan dengan program nasional Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, Mendikdasmen mendorong satuan pendidikan untuk mengintegrasikan nilai-nilai ASRI dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

“Sekolah yang aman dan nyaman juga harus menjadi sekolah yang asri. Lingkungan yang bersih, sehat, sejuk, dan tertata akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk kebiasaan hidup tertib dan bertanggung jawab bagi peserta didik,” ujar Abdul Mu’ti saat kunjungan kerja di Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan, penerapan ASRI di sekolah dapat dilakukan melalui pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik, serta penciptaan ruang kelas yang sehat dan tidak pengap. Upaya tersebut dinilai efektif dalam membangun karakter sekaligus meningkatkan kenyamanan belajar siswa.

Dalam penguatan pendidikan karakter, Mendikdasmen juga menekankan pentingnya menciptakan rasa aman bagi peserta didik, baik secara fisik, intelektual, spiritual, maupun sosial. Menurutnya, sekolah yang aman adalah tempat di mana anak-anak merasa tenang untuk belajar, berani menyampaikan pendapat, serta tidak takut melakukan kesalahan.

Baca Juga :  Polisi Harus Usut Pengacara yang Tipu Korban Penganiayaan Karyawan Toko Roti

“Keberanian intelektual harus terus tumbuh. Anak-anak perlu difasilitasi rasa ingin tahunya agar berkembang secara optimal,” tuturnya.

Selain aspek intelektual, Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya keamanan spiritual melalui pendampingan nilai keimanan dan moral secara berkelanjutan. Ia menegaskan, pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui hafalan, melainkan melalui keteladanan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Mendikdasmen juga mengingatkan bahwa perundungan masih menjadi tantangan di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, pembangunan budaya saling menghormati, empati, dan tanggung jawab bersama perlu terus diperkuat untuk menciptakan iklim sekolah yang sehat secara sosial.

Dalam kunjungannya ke SMP–SMA Amanatul Ummah, Mojokerto, Abdul Mu’ti mengapresiasi praktik pembentukan karakter di lingkungan pendidikan pesantren tersebut. Ia menilai pembacaan ikrar secara rutin oleh peserta didik dan pendidik menjadi fondasi kuat dalam membangun disiplin dan tanggung jawab.

“Ikrar yang dibacakan sangat luar biasa, termasuk komitmen larangan merokok. Ini bisa menjadi contoh sekolah model tingkat nasional, di mana ribuan peserta didiknya tidak ada satu pun yang merokok,” ungkapnya.

Baca Juga :  Trump Pecat Ribuan Pegawai Kemlu AS, Langkah Bersih-Bersih Birokrasi?

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari sistem yang dijalankan secara disiplin, konsisten, dan bertanggung jawab, serta peran guru sebagai teladan moral dan pembimbing peserta didik.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengapresiasi kehadiran Mendikdasmen dan berharap kunjungan tersebut dapat memberikan pencerahan bagi pengembangan pendidikan di daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.

Dalam rangkaian kunjungan kerja yang sama, Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga meresmikan gedung baru sekolah dasar di Kota Surabaya. Peresmian tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap inisiatif satuan pendidikan dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan fisik sekolah harus dibarengi dengan penciptaan rasa aman bagi peserta didik dalam seluruh aspek kehidupan sekolah.

“Yang kita bangun bukan hanya gedung yang kokoh, tetapi juga karakter yang kuat. Dari situlah kita berharap lahir generasi Indonesia yang cerdas secara intelektual, matang secara sosial, dan kuat secara spiritual,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral BRIN, Setwapres dan Polri Salah Posting Garuda Pancasila, Jumlah Bulu Jadi Sorotan
Angklung, Warisan Musik Bambu Indonesia yang Mendunia
Wamendikdasmen Fajar Riza: Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan dan Putus Rantai Kemiskinan
SIM Digital Setara dengan SIM Fisik, Begini Cara Membuat dan Mengaktifkannya
Polisi Ungkap Modus WO Marwah Tipu 58 Calon Pengantin, Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar
Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE, Ajak Perkuat Persaudaraan dan Kerukunan
BGN Ungkap 8.182 SPPG Pernah Disuspend, Ribuan Dapur MBG Terkendala Infrastruktur dan Tata Kelola
BGN Tegaskan Tak Ada Pungutan dalam Pengajuan SPPG, Dukung Penuh Pengusutan Dugaan Penipuan MBG di Lombok Timur

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:35 WIB

Viral BRIN, Setwapres dan Polri Salah Posting Garuda Pancasila, Jumlah Bulu Jadi Sorotan

Senin, 1 Juni 2026 - 19:41 WIB

Angklung, Warisan Musik Bambu Indonesia yang Mendunia

Senin, 1 Juni 2026 - 19:27 WIB

Wamendikdasmen Fajar Riza: Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan dan Putus Rantai Kemiskinan

Senin, 1 Juni 2026 - 11:16 WIB

SIM Digital Setara dengan SIM Fisik, Begini Cara Membuat dan Mengaktifkannya

Senin, 1 Juni 2026 - 09:26 WIB

Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE, Ajak Perkuat Persaudaraan dan Kerukunan

Berita Terbaru

NEWS

Angklung, Warisan Musik Bambu Indonesia yang Mendunia

Senin, 1 Jun 2026 - 19:41 WIB