Wamen Fajar: Kecerdasan Artifisial Bukan Ancaman, Guru Tetap Kunci Pendidikan Masa Depan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surakarta – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa kecerdasan artifisial (KA) bukanlah ancaman bagi profesi guru, melainkan peluang strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat peran pendidik dalam membentuk karakter generasi bangsa.

Hal tersebut disampaikan Wamen Fajar saat menghadiri Yudisium Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Surakarta, Sabtu (31/1/2026). Ia menyampaikan bahwa di era disrupsi teknologi, guru dituntut adaptif sekaligus tetap menjaga martabat profesinya.

“KA tidak menggantikan guru. Teknologi hadir sebagai asisten pembelajaran, sementara nilai keteladanan, empati, kebijaksanaan, dan pembentukan karakter tetap menjadi peran utama guru,” ujar Fajar.

Ia mengungkapkan, secara global lebih dari 78 persen organisasi telah memanfaatkan KA, dan otomatisasi diproyeksikan memangkas hingga 57 persen jam kerja dunia. Kondisi tersebut berdampak langsung pada dunia pendidikan dan menuntut kesiapan guru dalam membekali peserta didik dengan kompetensi masa depan.

Baca Juga :  Dinas PPKB Kota Bogor Gelar Pendampingan Penggunaan Aplikasi SIRIKA

Menurutnya, pemanfaatan KA seperti Papan Interaktif Digital (PID) dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal, inklusif, dan bermakna. Namun, literasi digital kritis dan kapasitas pedagogik yang kuat menjadi kunci agar teknologi dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab.

“Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi proses pemanusiaan manusia. Di sinilah peran guru tidak tergantikan,” tegasnya.

Wamen Fajar juga menyoroti tantangan etis penggunaan KA, mulai dari ketergantungan berlebihan hingga menurunnya daya kritis peserta didik. Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi prioritas utama agar pemanfaatan teknologi tetap bermartabat.

Ia menambahkan, orientasi pembelajaran kini bergeser pada penguatan daya kritis siswa. Guru didorong melatih peserta didik untuk mengajukan pertanyaan, bukan sekadar menjawab soal. Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Baca Juga :  Wiyata Kinarya, Upaya Kemendikdasmen Mencetak Pegawai ASN Unggul untuk Layanan Pendidikan Anak Bangsa

Dalam menghadapi era KA, Kemendikdasmen telah menerapkan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai mata pelajaran pilihan, terintegrasi dalam pembelajaran lain serta kegiatan ekstrakurikuler. Hingga tahun ajaran 2025/2026, puluhan ribu guru telah mengikuti pelatihan literasi digital dan berpikir komputasional.

Selain itu, Wamen Fajar mengingatkan pentingnya profesionalisme guru, termasuk kesiapan mengabdi di daerah terpencil. “Anak-anak di Flores, di Talaud, berhak mendapatkan pendidikan dan guru terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Harun Joko Prayitno, menegaskan komitmen UMS sebagai LPTK untuk melahirkan guru masa depan yang adaptif terhadap teknologi, beretika, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Perwakilan wisudawan, Ahmad Lutfi, menyampaikan bahwa PPG bukan hanya pendidikan profesi, tetapi juga proses pendewasaan diri. “Guru adalah penjaga nilai, penumbuh mimpi, dan penentu masa depan bangsa,”

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru