SMK Kesehatan Cianjur, Rusak Dihantam Gempa, Kini Bangkit dengan Ruang Praktik Standar Industri Hasil Revitalisasi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur, Jawa Barat, 1 Februari 2026 — Ruang praktik yang selaras dengan dunia kerja kini hadir di sejumlah SMK di Kabupaten Cianjur. Perubahan ini membuat proses belajar tak lagi sekadar teori, tetapi menjadi pengalaman yang lebih dekat dengan dunia usaha dan dunia industri. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan menghadirkan sarana dan prasarana pembelajaran yang mendorong peningkatan kompetensi dan kesiapan murid menghadapi dunia kerja setelah lulus.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa pendidikan bermutu harus dapat diakses oleh semua, tanpa terkecuali. Pendidikan memegang peran penting dalam menyiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan fungsional, produktif, dan relevan dengan potensi serta kondisi masing-masing. Revitalisasi ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga penguatan sistem pembelajaran dan ekosistem pendukungnya.

“Membangun gedung tidak sekadar membangun fisiknya, tapi membangun peradaban dengan gedung yang berkualitas,” ujar Mendikdasmen saat meresmikan hasil revitalisasi di SMK Kesehatan Cianjur, Sabtu (31/1).

Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berkomitmen memajukan pendidikan melalui penyediaan fasilitas yang mendukung proses belajar yang berkualitas. “Kami berusaha dengan sumber daya dan dana yang kami miliki, memajukan sekolah-sekolah di tanah air kita, memajukan pendidikan dengan sarana dan prasarana yang semakin kita perbaiki. Dengan fasilitas yang semakin baik, pembelajaran tentu semakin baik sehingga mutunya juga akan semakin meningkat,” pungkasnya.

Dampak revitalisasi dirasakan langsung oleh SMK Kesehatan Cianjur, yang sebelumnya mengalami kerusakan sarana akibat gempa bumi pada tahun 2022. Kepala SMK Kesehatan Cianjur, Fajar Ferdiana, menjelaskan bahwa ruang kelas, ruang praktik, dan fasilitas penunjang sempat mengalami kerusakan berat sehingga pembelajaran tidak optimal.

Baca Juga :  Pertamina Turunkan Harga BBM Non Subsidi per 1 September, Berikut Harga Lengkapnya

Melalui program revitalisasi tahun 2025 senilai Rp2,3 miliar, sekolah tersebut kini memiliki ruang kelas yang direhabilitasi, ruang praktik siswa (RPS) Farmasi Klinis dan Komunitas yang baru, toilet yang sangat memadai, serta ruang ibadah yang representatif.

Menurut Fajar, program revitalisasi membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif, efisien, serta relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia layanan kesehatan. Ia meyakini bantuan ini menjadi wujud nyata komitmen dari pemerintah untuk memperkuat pendidikan vokasi dengan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan berdaya saing. “Kami berkomitmen untuk memanfaatkan dan merawat sarana prasarana ini untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan. Ini bukan hanya membangun fisik saja, tetapi juga membangun peradaban melalui pendidikan yang bermutu di sekolah,” terang Fajar.

Relevansi dengan dunia industri juga semakin kuat di SMK Negeri 1 Cidaun. Kepala SMK Negeri 1 Cidaun, Muhamad Alwi, menyampaikan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi sekolah kurang menarik karena kerusakan bangunan, seperti atap bocor dan plafon runtuh.

Melalui bantuan revitalisasi senilai Rp4,1 miliar, sekolah tersebut melakukan rehabilitasi 14 ruang kelas, pembangunan ruang praktik siswa (RPS) Nautika Kapal Penangkapan Ikan, pembangunan dan rehabilitasi toilet, UKS, serta ruang bimbingan konseling.

RPS yang baru telah dirancang sesuai standar dan kebutuhan industri. Di ruang ini, murid dapat berlatih membaca peta, mendesain alat tangkap, hingga melakukan perencanaan pelayaran. “Ruangan baru ini sudah kami diskusikan dengan dunia usaha dan dunia industri, bahwa pembagiannya sudah sesuai. Dengan adanya bantuan ini, jurusan semakin relevan dengan kebutuhan yang diharapkan untuk mendorong kompetensi anak untuk diterima di dunia usaha dan dunia industri,” terangnya.

Baca Juga :  Pegadaian Kanwil X Jabar : Layanan Tabungan Emas di Jawa Barat Mengalami Peningkatan Signifikan

Sementara itu, siswa kelas 12 Konsentrasi Keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas, SMK Kesehatan Cianjur, Sela Pratiwi, menyampaikan bahwa ruang praktik yang baru ini diatur seperti tempat pelayanan sesungguhnya, mulai dari alur klinik atau rumah sakit hingga pelayanan apotek. Tentunya, ini memberikan gambaran atmosfer kerja di bidang kesehatan yang ada.

“Ruangan yang telah dibuat sedemikian rupa ini, tentu membantu kita ketika praktik dan dalam persiapan ujian Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK). Sudah pasti ini membantu kita mempersiapkan diri untuk ke jenjang karier berikutnya, karena kami juga berencana untuk melanjutkan ke perguruan tinggi di bidang yang sama. Sehingga kelak kami sudah tidak kaget lagi,” ucap Sela.

Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kemendikdasmen terus mendorong SMK menjadi pusat pembelajaran vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Dengan sarana praktik yang relevan dan kolaborasi erat dengan dunia usaha dan dunia industri, SMK diharapkan mampu melahirkan lulusan yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

 

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan
Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan
Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu
Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak
Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal
Wajib Halal UMK Batas 18 Oktober 2026: Terlambat Bisa Kena Sanksi dan Produk Ditarik
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP ke Daerah 3T, Tekankan Beasiswa Harus Berdampak ke Rakyat
Sinergi Lintas Kementerian Diperkuat untuk Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:23 WIB

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan

Jumat, 3 April 2026 - 19:09 WIB

Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan

Jumat, 3 April 2026 - 19:02 WIB

Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu

Jumat, 3 April 2026 - 18:41 WIB

Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak

Jumat, 3 April 2026 - 18:17 WIB

Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal

Berita Terbaru