Putra Nababan Soroti Gap Investasi Rp552 Triliun dan Utilisasi Industri Hanya 61 Persen

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Perindustrian di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Foto : Farhan/Andri

Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Perindustrian di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Foto : Farhan/Andri

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, memberikan catatan kritis terhadap kinerja sektor industri nasional dalam Rapat Kerja bersama Menteri Perindustrian RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Putra menyoroti adanya kesenjangan atau gap yang cukup lebar antara tingginya realisasi investasi dengan rendahnya tingkat utilisasi produksi pabrik. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat tersebut, realisasi investasi sektor industri tercatat mencapai Rp552 triliun. Namun, rata-rata utilisasi produksi nasional hanya berada di angka 61,89 persen.

Menurut Putra, kondisi tersebut merupakan sinyal peringatan atau “lampu kuning” bagi perekonomian industri nasional. Pasalnya, tingkat utilisasi di bawah 70 persen menunjukkan masih banyak kapasitas produksi yang tidak dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga :  Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat Sosialisasikan Permendukbangga Nomor 1 Tahun 2025, Perkuat Peran PKB dan Sinergi Daerah

“Utilisasi di bawah 70 persen kalau ekonomi industri itu lampu kuning. Artinya hampir 40 persen kapasitas mesin yang terpasang menganggur. Antara Rp552 triliun dengan utilisasi 61 persen ini jaraknya cukup jauh, Pak Menteri,” tegas Putra.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu juga mengkritisi program vokasi yang dijalankan Kementerian Perindustrian. Ia menilai program tersebut belum dilakukan secara masif dan masih bersifat percontohan.

Putra menyebutkan, jumlah lulusan vokasi yang hanya sekitar 6.000 orang masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total serapan tenaga kerja industri nasional yang mencapai sekitar 20 juta orang, atau hanya sekitar 0,03 persen.

“Kalau melihat angkanya, ini masih seperti pilot project. Belum terlihat dampak yang masif terhadap kebutuhan tenaga kerja industri secara nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Kebaikan Bangsa Dimulai Dari Kebaikan Keluarga

Selain itu, Putra turut menyoroti penurunan plafon kredit bagi industri padat karya yang mencapai sekitar 30 persen pada tahun 2026. Ia mempertanyakan komitmen perbankan, khususnya bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dalam mendukung sektor industri yang menyerap banyak tenaga kerja tersebut.

Putra secara khusus menyinggung Bank Negara Indonesia (BNI) yang menargetkan nol debitur untuk industri padat karya. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menghambat keberlangsungan sektor industri yang sangat membutuhkan dukungan permodalan.

“Industri padat karya ini justru membutuhkan keberpihakan. Kalau plafon kreditnya turun dan bahkan ada bank yang menargetkan nol debitur, ini tentu menjadi persoalan serius,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap
Nasyirul Falah Amru Dorong Kejaksaan Agung Eksaminasi Kasus Hukuman Mati ABK Fandy dan Mahasiswa Unram

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:43 WIB

Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:03 WIB

Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026

Berita Terbaru