BANDUNG — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bandung Raya kembali menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan, terutama di kawasan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan kebutuhan warga terpenuhi, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat bersama Biro Adpim Jawa Barat, BPBD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung, serta DP2KBP3A Kabupaten Bandung melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir pada Jumat (5/12/2025).
Kunjungan ini dipimpin oleh Sekretaris Dinas DP3AKB Jawa Barat beserta tim sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi dalam memberikan perlindungan khusus bagi kelompok rentan, terutama perempuan dan anak. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Bupati Bandung yang turut mendampingi penyerahan bantuan di lokasi pengungsian.
Ribuan Warga Terdampak Banjir
Menurut data terkini yang dihimpun BPBD, banjir kali ini berdampak pada ribuan kepala keluarga di tiga kecamatan, dengan rincian sebagai berikut:
- Kecamatan Dayeuhkolot: 9.246 KK / 25.918 jiwa (307 jiwa mengungsi)
- Kecamatan Baleendah: 1.873 KK / 5.579 jiwa (150 jiwa mengungsi)
- Kecamatan Bojongsoang: 1.236 KK / 3.032 jiwa (90 jiwa mengungsi)
Sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing meski air masih menggenang, sementara ratusan lainnya mengungsi di pos-pos sementara yang disiapkan pemerintah daerah.
Bantuan Khusus untuk Penuhi Kebutuhan Dasar
Dalam kunjungan tersebut, DP3AKB Jawa Barat menyalurkan bantuan berupa air mineral, pasta gigi, sabun, susu, dan aneka biskuit. Paket bantuan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar perempuan, anak-anak, dan keluarga selama berada di lokasi pengungsian.
Sekretaris Dinas DP3AKB Jawa Barat menegaskan bahwa penyediaan kebutuhan dasar merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kelompok rentan, terutama di masa tanggap darurat.
Kolaborasi Lintas Lembaga
Bantuan dan peninjauan lapangan ini merupakan bagian dari kolaborasi lintas lembaga dalam penanganan bencana, di mana setiap instansi memiliki peran strategis. BPBD bertugas melakukan evakuasi dan memetakan titik-titik banjir paling parah, sementara DP3AKB fokus pada perlindungan perempuan dan anak. Biro Adpim turut memastikan informasi penanganan bencana tersampaikan dengan baik, dan DP2KBP3A Kabupaten Bandung mendampingi langsung warga di tingkat daerah.
Wakil Bupati Bandung mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi, terutama kebutuhan khusus yang sering kali luput dari perhatian.
Harapan agar Kondisi Segera Pulih
Bencana banjir yang hampir setiap tahun melanda kawasan Bandung Selatan diharapkan dapat menjadi evaluasi bersama agar solusi jangka panjang dapat segera diwujudkan. Pemerintah daerah kembali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi.
Melalui penyaluran bantuan ini, DP3AKB Jawa Barat berharap dapat meringankan beban masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong antarwarga. “Kami berharap bantuan ini bermanfaat dan dapat sedikit meringankan kebutuhan warga selama di pengungsian,” ujar Sekretaris Dinas DP3AKB Jawa Barat.
DP3AKB juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap saling menguatkan, menjaga solidaritas, dan berdoa agar kondisi di wilayah terdampak segera pulih.
Jika Anda ingin dibuatkan poster berita, judul alternatif, atau versi untuk IG caption, saya bisa buatkan juga.


























