Peringati HKG ke-53, PKK Jabar Teguhkan Komitmen Dukung “Jabar Istimewa”

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, 18 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-53, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat meneguhkan kembali komitmennya mendukung visi Jabar Istimewa: Lembur Diurus, Kota Ditata. Acara puncak peringatan digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), dihadiri sekitar 3.000 kader PKK, ketua dan pengurus TP PKK dari kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta tokoh pemerintahan dan organisasi perempuan.

Menurut Ketua TP PKK Jawa Barat, Siska Gerfianti, HKG ke-53 menjadi momen refleksi sekaligus penggalangan semangat bagi seluruh pengurus dan kader PKK. “Peringatan ini menunjukkan bahwa karya bakti PKK melalui pelaksanaan 10 Program Pokok memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Tema HKG kali ini adalah “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut mencerminkan dorongan untuk memperkuat kerja sama dan kinerja, terutama di antara kader Dasa Wisma, yang berada di garis depan pembinaan keluarga dan masyarakat.

Pada peringatan ini juga diumumkan bahwa TP PKK Jawa Barat telah melaksanakan 91 kegiatan sejak kepengurusan dilantik pada Maret 2025, meliputi kegiatan lapangan dan webinar. Beberapa program unggulan selama rangkaian HKG antara lain:

  • Pemeriksaan mata dan pembagian 28 ribu kacamata gratis.
  • Kunjungan belasungkawa atas peristiwa tragis meninggalnya seorang ibu muda dan dua anaknya.
  • Bantuan dan pendampingan PKK/Posyandu untuk kasus balita di Sukabumi yang meninggal karena cacingan.
  • Bakti sosial bersama Lions Club dan Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak (APSAI) di Pangandaran.
  • Peresmian jembatan gantung Cimeta di Kabupaten Bandung Barat.
  • Partisipasi aktif dalam program Pemerintah Provinsi Jabar seperti Gerakan Nyaah ka Indung, Abdi Nagri Nganjang ka Warga, dan Gapura Sri Baduga.
Baca Juga :  TOURING DEMOKRASI KPU JABAR, PARADE MASKOT MERIAHKAN SOSIALISASI PILKADA 2024 DI KARAWANG

Penghargaan Adhi Bhakti PKK

Siska juga menyampaikan bahwa dalam rangka HKG ke-53, diberikan penghargaan Adhi Bhakti kepada kader PKK yang telah mengabdi puluhan tahun. Ada tiga kategori: Pratama (10 tahun), Madya (15 tahun), dan Utama (25 tahun). Dari 150 penerima penghargaan di Jabar, 11 orang mendapat pin emas. Delapan dari penerima pin emas disematkan dalam acara puncak HKG, yakni kader dari berbagai kota/kabupaten dengan pengabdian antara 40–50 tahun.

Apa Itu PKK?

PKK, atau Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, adalah gerakan pembangunan masyarakat di Indonesia yang dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga. Gerakan ini digerakkan oleh Tim Penggerak PKK (TP PKK) di berbagai jenjang: pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan. TP PKK berfungsi sebagai mitra kerja pemerintah sekaligus organisasi masyarakat — sebagai fasilitator, penggerak, perencana, pelaksana, dan pengendalinya.
PKK adalah organisasi non-profit dan independen, tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu.

Sejarah PKK

  • Gerakan ini berakar dari Seminar Home Economic di Bogor pada tahun 1957, yang menjadi titik awal pemikiran tentang kesejahteraan keluarga.
  • Pada tahun 1961, Kementerian Pendidikan, bersama sejumlah kementerian lain, menyusun “10 segi kehidupan keluarga” sebagai materi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.
  • Gerakan PKK mulai dikenal luas di masyarakat sejak 1967, diinisiasi oleh Ibu Isriati Moenadi (istri Gubernur Jawa Tengah saat itu), setelah ia menyaksikan kondisi masyarakat yang menderita busung lapar.
  • Pada 27 Desember 1972, Menteri Dalam Negeri mengeluarkan surat kawat (No. SUS 3/6/12) yang mengubah nama gerakan dari Pendidikan Kesejahteraan Keluarga menjadi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga. Sejak itu, tanggal 27 Desember diperingati sebagai Hari Kesatuan Gerak PKK setiap tahun.
  • Pada era reformasi di tahun 2000, melalui Rakernas Luar Biasa (31 Oktober–2 November 2000 di Bandung), PKK mengubah namanya menjadi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, menegaskan fokus pada pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga :  Perkuat Implementasi STEM, Kemendikdasmen Rilis Panduan dan Buku Hasil Kurasi Pembelajaran STEM

Tujuan PKK

PKK didirikan dengan beberapa tujuan utama:

  1. Meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pembinaan dan pemberdayaan dalam aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta lingkungan.
  2. Melibatkan perempuan (dan keluarga secara umum) dalam pembangunan sosial sebagai aktor aktif, bukan hanya penerima manfaat.
  3. Membina perilaku gotong royong, penghayatan nilai Pancasila, dan kesadaran perencanaan sehat dalam keluarga melalui “10 Program Pokok PKK”: antara lain pangan, sandang, perumahan, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan lain-lain.
  4. Menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas keluarga agar menjadi unit sosial yang sejahtera, mandiri, dan berdaya.

Dengan mengusung makna historis dan peran strategis PKK, peringatan HKG ke-53 di Jawa Barat bukan hanya seremonial, tetapi juga ajang penguatan komitmen kader untuk terus bersinergi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap
Nasyirul Falah Amru Dorong Kejaksaan Agung Eksaminasi Kasus Hukuman Mati ABK Fandy dan Mahasiswa Unram

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:43 WIB

Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:03 WIB

Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026

Berita Terbaru