Spektakuler! Supermoon dan Hujan Meteor Meriahkan Langit November 2025

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sepanjang bulan November 2025, langit malam Indonesia akan dihiasi berbagai fenomena astronomi menarik. Mulai dari Supermoon Beaver Moon hingga hujan meteor Leonid, sejumlah peristiwa langit langka siap memanjakan para pengamat bintang dan masyarakat umum yang ingin menikmati keindahan alam semesta secara langsung.

Fenomena pertama yang akan membuka parade langit November adalah Supermoon Beaver Moon pada 5 November 2025. Pada malam itu, Bulan akan tampak lebih besar dan terang karena berada pada titik terdekatnya dengan Bumi. Ukuran purnama kali ini bisa mencapai sekitar 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibanding purnama biasa. Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah segera setelah Matahari terbenam di arah timur.

Setelah itu, langit malam akan semakin ramai dengan kehadiran dua hujan meteor Taurid, yaitu Taurid Selatan (4–5 November) dan Taurid Utara (11–12 November). Meskipun intensitasnya tidak terlalu tinggi, fenomena ini sering menghasilkan meteor besar yang tampak sangat terang. Arah pandang terbaik adalah ke rasi Taurus, yang muncul di langit timur sekitar tengah malam.

Baca Juga :  Bintang Terang Yang Muncul di Sebelah Barat Setelah Matahari Terbenam Ternyata Venus

Pertengahan bulan akan menjadi puncak perhatian penggemar astronomi. Hujan meteor Leonid, salah satu yang paling terkenal di dunia, akan mencapai puncaknya pada 17–18 November 2025. Leonid berasal dari sisa debu komet Tempel-Tuttle dan dikenal menghasilkan lintasan cahaya cepat di langit. Tahun ini, kondisi langit diperkirakan cukup ideal karena berdekatan dengan fase Bulan Baru pada 20 November, sehingga cahaya Bulan tidak akan mengganggu pandangan.

Tak berhenti di situ, hujan meteor Alpha Monocerotid juga akan menghiasi langit pada 21 November 2025. Walau jumlah meteor yang terlihat tidak sebanyak Leonid, fenomena ini tetap menarik untuk disaksikan terutama di daerah dengan langit gelap dan minim polusi cahaya.

Selain hujan meteor dan Supermoon, November juga akan diwarnai oleh beberapa peristiwa astronomi dari planet-planet besar. Jupiter akan mulai bergerak retrograde secara semu pada 11 November, sedangkan Saturnus mengakhiri gerak retrogradenya pada 28 November. Fenomena gerak mundur planet ini adalah efek optik karena perbedaan kecepatan orbit antara Bumi dan planet luar di tata surya.

Baca Juga :  15 Kecamatan di Bandung Raya Masuk Zona Merah Sesar Lembang

Untuk menikmati semua fenomena ini, para pengamat langit disarankan mencari lokasi dengan minim pencahayaan buatan, seperti pantai, pegunungan, atau area pedesaan. Waktu terbaik untuk observasi biasanya setelah tengah malam hingga menjelang fajar. Tidak perlu teleskop—banyak fenomena langit bulan ini bisa disaksikan langsung dengan mata telanjang.

Berikut jadwal fenomena langit selama November 2025:

Tanggal Fenomena Astronomi
4–5 November Hujan Meteor Taurid Selatan
5 November Supermoon Beaver Moon
11–12 November Hujan Meteor Taurid Utara
11 November Jupiter mulai retrograde
17–18 November Hujan Meteor Leonid
20 November Fase Bulan Baru
21 November Hujan Meteor Alpha Monocerotid
28 November Saturnus akhiri retrograde

Dengan beragam fenomena langit yang akan terjadi, bulan November 2025 menjadi momen sempurna untuk menikmati keindahan alam semesta. Jika cuaca cerah, langit Indonesia akan menjadi panggung bagi tontonan astronomi spektakuler yang dapat disaksikan tanpa perlu alat bantu—cukup dengan mata, kesabaran, dan rasa kagum terhadap jagat raya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tips Aman Berkendara Saat Macet di Tanjakan Curam Saat Mudik Lebaran
Ciri Master Kopling Mobil Manual Rusak: Gejala Master Atas dan Bawah yang Wajib Diketahui
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia
Fenomena Langit 28 Februari 2026: Enam Planet Berjajar, Ini Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia
Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Stir Kanan? Ini Penjelasan Sejarah dan Alasannya
Hujan Meteor Alpha Centaurid Terjadi Februari 2026, Mengapa Dinamai Demikian?
Langit Februari 2026 Penuh Kejutan, Ini Daftar Fenomena Astronomi yang Terjadi
Mulai 2026 Girik, Letter C, Petok D Bukan Bukti Hak Tanah, Ini Penjelasannya

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:47 WIB

Tips Aman Berkendara Saat Macet di Tanjakan Curam Saat Mudik Lebaran

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:37 WIB

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:37 WIB

Fenomena Langit 28 Februari 2026: Enam Planet Berjajar, Ini Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:04 WIB

Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Stir Kanan? Ini Penjelasan Sejarah dan Alasannya

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:15 WIB

Hujan Meteor Alpha Centaurid Terjadi Februari 2026, Mengapa Dinamai Demikian?

Berita Terbaru

Ilmu Pengetahuan

Tips Aman Berkendara Saat Macet di Tanjakan Curam Saat Mudik Lebaran

Kamis, 26 Mar 2026 - 07:47 WIB