Pembersihan Puing Ponpes Al-Khoziny Capai 80 Persen, 49 Jenazah Ditemukan

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidoarjo – Hingga Minggu (5/10) malam, proses pembersihan puing reruntuhan gedung musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus dilakukan tanpa henti. Satu unit breaker excavator penghancur beton dan dua bucket excavator dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material bangunan yang ambruk.

Tujuan utamanya tetap sama, yakni membuka akses agar tim pencarian dan pertolongan (SAR) dapat menemukan korban yang masih tertimbun. Upaya tersebut mulai membuahkan hasil, dengan 80 persen material reruntuhan berhasil diangkat.

Berdasarkan pendataan sementara sejak Minggu (5/10) pukul 00.00 hingga 23.30 WIB, sebanyak 24 jenazah berhasil ditemukan, termasuk empat potongan tubuh manusia. Dengan temuan itu, total korban meninggal dunia mencapai 49 orang, sementara bagian tubuh yang berhasil ditemukan menjadi lima potongan. Seluruhnya telah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi.

Baca Juga :  Panen Raya di Cirebon, Kementan Pastikan Pasokan Bawang Merah Aman hingga Idulfitri

Jumlah korban dalam pencarian kini tersisa 14 orang. Sementara korban selamat tercatat sebanyak 104 orang, terdiri atas enam orang masih menjalani perawatan intensif, 97 orang telah pulih, dan satu orang kembali ke rumah tanpa perawatan lanjutan.

Namun, proses pembersihan mengalami kendala baru. Di sisi selatan bangunan, terdapat bagian reruntuhan yang masih terhubung dengan gedung lama di sebelahnya. Kondisinya miring dan berisiko tinggi jika dipaksa dibersihkan.

Konsultan ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) kemudian diminta memberi rekomendasi teknis. Hasil kajian menyarankan agar tim membuat penahan gedung lama sebelum proses cutting dilakukan, demi menghindari potensi robohnya struktur lain yang masih berdiri.

Baca Juga :  Hari Anak Nasional 2026, Hj. Siti Muntamah Ajak Wujudkan Jawa Barat Ramah Anak Lewat Ketahanan Keluarga

Meski demikian, fokus utama tim SAR gabungan tetap pada pembersihan material runtuhan di sektor selatan untuk memaksimalkan pencarian jenazah dan potongan tubuh korban. Setelah seluruh proses evakuasi selesai, barulah dilakukan pemotongan bangunan yang terhubung dengan gedung lama.

Tim SAR yang bekerja 24 jam penuh bergantian mendapat dukungan logistik dan medis agar tetap menjaga stamina. Operasi pencarian diharapkan dapat diselesaikan sesegera mungkin tanpa menimbulkan risiko tambahan di lokasi kejadian.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau
Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026
Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun
Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan
DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat
Janji Mentan Amran ke Petani Karawang Direalisasikan dalam Hitungan Jam
KPK Periksa Pejabat Bappenda dan BKPSDM Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi
21 Wilayah Jawa Barat Berpotensi Kekeringan 1-10 September 2026, 18 Daerah Status Awas

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:30 WIB

KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau

Selasa, 1 September 2026 - 16:25 WIB

Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026

Selasa, 1 September 2026 - 15:21 WIB

Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun

Selasa, 1 September 2026 - 15:16 WIB

Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan

Selasa, 1 September 2026 - 14:24 WIB

DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat

Berita Terbaru