21 Wilayah Jawa Barat Berpotensi Kekeringan 1-10 September 2026, 18 Daerah Status Awas

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Sebanyak 21 wilayah di Jawa Barat berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada periode Dasarian I September 2026 atau 1-10 September 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kekeringan selama periode tersebut.

Sejumlah wilayah di Jawa Barat masuk dalam kategori Waspada, Siaga, hingga Awas terhadap potensi kekeringan meteorologis. Status tertinggi, yakni Awas, ditetapkan untuk sebagian besar wilayah yang berpotensi mengalami kondisi kekeringan.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap ketersediaan air bersih, sektor pertanian, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Berikut Rincian 21 Wilayah Jabar yang Berpotensi Kekeringan

Berikut rincian wilayah Jawa Barat yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada periode 1-10 September 2026:

Status Waspada

  • Kota Cimahi

Status Siaga

  • Kabupaten Pangandaran
  • Kabupaten Tasikmalaya

Status Awas

  • Kabupaten Bandung
  • Kabupaten Bandung Barat
  • Kabupaten Bekasi
  • Kabupaten Bogor
  • Kabupaten Ciamis
  • Kabupaten Cianjur
  • Kabupaten Cirebon
  • Kabupaten Garut
  • Kabupaten Indramayu
  • Kabupaten Karawang
  • Kota Banjar
  • Kota Bekasi
  • Kabupaten Kuningan
  • Kabupaten Majalengka
  • Kabupaten Purwakarta
  • Kabupaten Subang
  • Kabupaten Sukabumi
  • Kabupaten Sumedang

Dengan demikian, terdapat satu wilayah berstatus Waspada, dua wilayah berstatus Siaga, dan 18 wilayah berstatus Awas terhadap potensi kekeringan meteorologis pada periode awal September 2026.

Mayoritas Wilayah Masuk Status Awas

Status Awas menjadi perhatian serius karena mencakup 18 wilayah di Jawa Barat.

Baca Juga :  Bey Machmudin Apresiasi Kodam III Siliwangi dalam Menjaga Lingkungan dan Stabilitas Keamanan di Jabar

Wilayah-wilayah tersebut perlu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan dampak kondisi kering yang berlangsung dalam periode tertentu.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mulai melakukan penghematan penggunaan air dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga perlu melakukan langkah mitigasi sejak dini, terutama di daerah yang memiliki kerawanan kekurangan air bersih saat musim kemarau.

Kekeringan meteorologis berkaitan dengan kondisi berkurangnya curah hujan dalam periode tertentu yang dapat menyebabkan hari tanpa hujan berlangsung secara berturut-turut.

Apabila kondisi tersebut terjadi dalam waktu cukup lama, dampaknya dapat meluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Ancaman Krisis Air hingga Gangguan Pertanian

Potensi kekeringan tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu sektor pertanian.

Lahan pertanian, khususnya yang mengandalkan sistem tadah hujan, menjadi salah satu sektor yang rentan terdampak ketika curah hujan rendah berlangsung dalam waktu cukup lama.

Ketersediaan air untuk irigasi juga perlu menjadi perhatian di sejumlah daerah yang masuk dalam kategori Siaga dan Awas.

Selain itu, kondisi vegetasi dan lahan yang semakin kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan, perkebunan, maupun lahan terbuka.

Penggunaan api untuk membersihkan lahan perlu dihindari karena kondisi kering dapat menyebabkan api lebih mudah menyebar.

Baca Juga :  26th DCVMN AGM Sukses Digelar, Bio Farma dan DCVMN Perkuat Kolaborasi Global untuk Membangun Ekosistem Vaksin yang Tangguh dan Inklusif

Masyarakat Diminta Hemat Air

Di tengah meningkatnya potensi kekeringan, masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan air secara bijak.

Penghematan air dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan air yang tidak diperlukan, memperbaiki kebocoran pada saluran dan keran, serta menggunakan air sesuai kebutuhan.

Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga mata air, sungai, dan kawasan resapan air agar ketersediaan sumber daya air dapat tetap terpelihara.

Langkah sederhana tersebut menjadi penting, terutama bagi wilayah yang memiliki kerawanan kekeringan saat musim kemarau.

Pemerintah Daerah Perlu Tingkatkan Antisipasi

Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu meningkatkan koordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan dampak kekeringan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain pemantauan ketersediaan air, penyiapan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak, serta pengawasan terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Sektor pertanian juga memerlukan perhatian melalui pengelolaan air yang lebih efisien untuk mengurangi risiko kerugian akibat kekeringan.

Sementara itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG.

Peringatan dini potensi kekeringan meteorologis ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi masyarakat dan pemerintah untuk melakukan langkah mitigasi lebih awal.

Dengan meningkatnya kesiapsiagaan bersama, risiko krisis air bersih, gangguan terhadap sektor pertanian, hingga kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Jawa Barat diharapkan dapat diminimalkan selama periode 1-10 September 2026.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat
Janji Mentan Amran ke Petani Karawang Direalisasikan dalam Hitungan Jam
KPK Periksa Pejabat Bappenda dan BKPSDM Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi
Antusias Peserta Lomba Lintas Alam Jabar 2026 Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis
Inggris dan Bandung Perkuat Kolaborasi Menuju Net Zero dan Ketahanan Iklim
Pegadaian Kanwil X Jabar Bersama POGI Gelar “Merdeka Stunting 2026”, Cegah Stunting Sejak Janin dalam Kandungan
Kemenhut Dorong PBPH Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalsel
Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla, PT MPK Dibekukan

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 14:24 WIB

DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 14:17 WIB

Janji Mentan Amran ke Petani Karawang Direalisasikan dalam Hitungan Jam

Selasa, 1 September 2026 - 14:10 WIB

KPK Periksa Pejabat Bappenda dan BKPSDM Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi

Selasa, 1 September 2026 - 13:41 WIB

21 Wilayah Jawa Barat Berpotensi Kekeringan 1-10 September 2026, 18 Daerah Status Awas

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Antusias Peserta Lomba Lintas Alam Jabar 2026 Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis

Berita Terbaru