Antusias Peserta Lomba Lintas Alam Jabar 2026 Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG BARAT – Ratusan generasi muda dan pegiat pencinta alam mengikuti Lomba Lintas Alam Jabar 2026 yang digelar di kawasan Lembah Puspa, Pegunungan Tangkuban Parahu, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah kampanye kepedulian terhadap lingkungan hidup dengan mengusung tema “Selamatkan Lingkungan Hidup dengan Gerakan Tobat Ekologis”.

Ajang Lomba Lintas Alam Jabar 2026 memperebutkan Piala Bergilir Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Piala Bergilir Gubernur Jawa Barat, Piala Bergilir Ketua Umum DPP Masyarakat Penjaga Alam Indonesia (MPAI), serta Piala Tetap Lomba Lintas Alam Jawa Barat MQ Iswara.

Piala Tetap Lomba Lintas Alam Jawa Barat MQ Iswara merupakan bentuk dukungan dari MQ Iswara, Direktur Eksekutif PELIJA yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, terhadap pembinaan generasi muda serta penguatan gerakan kepedulian lingkungan hidup di Jawa Barat.

Kehadiran piala tetap tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi dan simbol keberlanjutan penyelenggaraan Lomba Lintas Alam Jawa Barat sebagai wadah bagi generasi muda dan komunitas pencinta alam untuk terus menjaga kelestarian lingkungan.

Para peserta menempuh rute sepanjang 5,5 kilometer yang melintasi kawasan hutan dan sejumlah lahan kritis di sekitar Pegunungan Tangkuban Parahu.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya mengedepankan kompetisi dan ketahanan fisik. Setiap peserta diwajibkan membawa botol minum isi ulang serta kantong sampah pribadi yang harus dibawa hingga garis finis.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan gaya hidup ramah lingkungan dan pengurangan penggunaan botol plastik sekali pakai, PELIJA juga membagikan tumbler kepada seluruh peserta Lomba Lintas Alam Jabar 2026.

Pembagian tumbler tersebut menjadi bagian dari kampanye untuk membiasakan masyarakat, khususnya generasi muda, menggunakan wadah minuman yang dapat digunakan kembali sebagai upaya mengurangi sampah plastik.

Selain menjadi ajang silaturahmi komunitas pencinta alam se-Jawa Barat, Lomba Lintas Alam Jabar 2026 bertujuan mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan, mendukung konservasi dan rehabilitasi alam, serta menyiapkan generasi muda sebagai Duta Gerakan Tobat Ekologis.

Olahraga Jadi Media Kampanye Lingkungan

Kepala Desa Cikole, Drs. H. Tajudin, M.Ag., menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dan Gerakan Tobat Ekologis.

Menurutnya, kegiatan olahraga dan aktivitas di alam terbuka dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan penting mengenai penyelamatan lingkungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga :  Yuk, Ajukan KPR di bank bjb, Suku Bunga Murah Berlimpah Hadiah

“Lewat Lintas Alam Jabar ini, kita buktikan olahraga bisa menjadi corong kampanye penyelamatan lingkungan hidup di Jawa Barat. Kami sangat mendukung program Gerakan Tobat Ekologis dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Aktivis Sosial Senior Jawa Barat Henda Surwenda Atmadja mengatakan Gerakan Tobat Ekologis membawa pesan moral dan spiritual agar manusia kembali membangun hubungan yang harmonis dengan alam.

Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin mengembalikan hubungan manusia dengan alam. Lintas alam ini adalah simbol perjuangan. Tobat ekologis artinya kita berhenti merusak, mulai menanam, membersihkan, dan merawat,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan bersama Aktivis Senior Pencinta Alam Jawa Barat, Deni Jasmara.

Setiap Langkah untuk Alam

Ketua Panitia Lomba Lintas Alam Jabar 2026, Martika Edison, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan untuk mengejar kecepatan.

Lebih dari itu, Lintas Alam Jabar diharapkan menjadi gerakan bersama untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Kami ingin setiap langkah peserta menjadi doa dan tindakan nyata untuk alam. Tahun ini kami mengangkat tema Gerakan Tobat Ekologis, yakni tobat dari kebiasaan merusak dan kembali ke cara hidup yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Martika Edison, yang tengah memperjuangkan pendirian Sekolah Alam Budaya Gunung Tangkuban Parahu di Desa Cikole, menjelaskan bahwa Gerakan Tobat Ekologis mengajak masyarakat melakukan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Gerakan tersebut antara lain diwujudkan dengan mengurangi penggunaan sampah plastik, menghemat air, menanam pohon, serta menjaga kawasan daerah tangkapan air.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kebiasaan dan tindakan nyata.

Deklarasi Dukungan Gerakan Tobat Ekologis

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Deni Jasmara bersama komponen masyarakat pencinta dan penjaga alam Jawa Barat juga menyampaikan deklarasi dukungan terhadap program Pertobatan Ekologis Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Deklarasi tersebut memuat tiga komitmen utama, yakni menjaga hutan, mata air, tanah, dan keanekaragaman hayati; membangun pendidikan serta budaya ekologis bagi generasi muda; serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Baca Juga :  Promosi Percepatan Penurunan Stunting & Silaturahmi Halalbihalal Idulfitri 1445 Hijriyah Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat

Deklarasi dukungan tersebut melibatkan sejumlah tokoh dan pegiat lingkungan Jawa Barat, di antaranya Deni Jasmara, Tajudin, Henda Surwenda Atmadja, Ketua Umum DPP MPAI Ngadi Utomo, Yopi Ahmad, Adit Barli, Martika Edison, Rahmat Suprihat, Muhammad Indrawan, Dadang Ekek, Kandar, Karimanto, Asep Mulyana, Samsudin Gobin, Asep Koswara, Bunda Triya, Ucu Ampera, dan Dadang Suparman.

Dukungan PELIJA untuk Generasi Peduli Lingkungan

Dukungan PELIJA dalam kegiatan tersebut turut memperkuat semangat kampanye pelestarian lingkungan yang diusung melalui Lomba Lintas Alam Jabar 2026.

Selain menghadirkan Piala Tetap Lomba Lintas Alam Jawa Barat MQ Iswara, PELIJA juga memberikan tumbler kepada seluruh peserta sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan mengurangi penggunaan produk plastik sekali pakai.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat Gerakan Tobat Ekologis yang mengajak masyarakat untuk mulai meninggalkan kebiasaan yang berpotensi merusak lingkungan dan menggantinya dengan pola hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap alam.

Melalui keterlibatan generasi muda dalam kegiatan lintas alam, kampanye lingkungan diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan nyata yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

Lomba Lintas Alam Jabar 2026 kemudian ditutup dengan penyerahan piala dan medali kepada para pemenang.

Selain tiga piala bergilir yang diperebutkan, Piala Tetap Lomba Lintas Alam Jawa Barat MQ Iswara turut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut.

Panitia berharap Lomba Lintas Alam Jabar dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempertemukan komunitas pencinta alam, tetapi juga mendorong lahirnya kader-kader muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan hidup.

Melalui Gerakan Tobat Ekologis, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk meninggalkan kebiasaan yang merusak alam dan mulai mengambil langkah nyata dalam menjaga hutan, sumber air, tanah, serta keanekaragaman hayati di Jawa Barat.

Semangat tersebut diharapkan terus berkembang melalui kolaborasi antara masyarakat, komunitas pencinta alam, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya untuk mewujudkan Jawa Barat yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia
BI Ungkap Alasan Terbitkan Kartu Kredit Indonesia, Jadi Buffer Konsumsi Rakyat
Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan
Presiden Prabowo Imbau Warga Jakarta, Banten dan Lampung Waspada Gunung Anak Krakatau
Bandara Kertajati Jadi Alternatif Usai 8 Bandara Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Pemprov Jabar Terapkan PJJ Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BGN Hentikan Sementara MBG di 6 Wilayah Jawa Barat yang Terapkan PJJ
BGN Dorong Guru Jadi Edukator dan Pemeriksa Terakhir Makanan MBG Sebelum Dikonsumsi Siswa

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:41 WIB

Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia

Selasa, 8 September 2026 - 06:32 WIB

BI Ungkap Alasan Terbitkan Kartu Kredit Indonesia, Jadi Buffer Konsumsi Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 14:38 WIB

Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan

Senin, 7 September 2026 - 14:32 WIB

Presiden Prabowo Imbau Warga Jakarta, Banten dan Lampung Waspada Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 14:26 WIB

Bandara Kertajati Jadi Alternatif Usai 8 Bandara Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Berita Terbaru