Wamen Atip Tekankan Anti-Korupsi dan Pencegahan Kekerasan Sejak Dini dengan Pelibatan Warga Pendidikan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 23:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Lebih dari seribu guru dan murid dari 25 provinsi mengikuti kegiatan Internalisasi Penanaman Nilai-Nilai Integritas serta Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) bersama Komisi X DPR RI dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen. Sebanyak 90 peserta hadir langsung di Tasikmalaya, sementara lainnya bergabung secara daring.

Melalui kegiatan ini, Itjen Kemendikdasmen menekankan dua pesan besar yaitu anti-korupsi dan pencegahan kekerasan. Nilai dan prinsip tersebut diyakini dapat ditanamkan sejak dini di lingkungan satuan pendidikan, tidak hanya melalui materi pembelajaran bagi murid, tetapi juga lewat teladan integritas dari para guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, termasuk keluarga dalam hal ini orang tua. DWP sebagai bagian dari Kemendikdasmen terlibat guna mendukung dan menegaskan perannya sebagai orang tua yakni mendidik anak-anak agar memiliki mental anti-korupsi, anti-kekerasan, dan berintegritas dalam kehidupan sehari-hari yang dimulai dari keluarga.

Pada kesempatan ini, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa integritas adalah fondasi pendidikan, bukan sekadar kepatuhan pada aturan. Menurutnya, sehebat apa pun regulasi, tanpa keteladanan dan _good faith_, pelanggaran akan tetap mencari celah.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Netty Heryawan Ajak Optimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan

“Integritas diajarkan lewat contoh. Guru yang jujur dan konsisten adalah buku pelajaran terbaik,” ujarnya. Ia menambahkan, misi pendidikan sejatinya membentuk insan bertakwa dan berkarakter; kejujuran dan akuntabilitas pribadi harus dibiasakan sejak dini,” ucapnya dalam pembukaan, Sabtu (27/9).

Dengan karakter yang kuat dan lingkungan belajar yang sehat, sekolah-sekolah Indonesia diharapkan melahirkan generasi penerus yang bermartabat, berdaya saing, sekaligus mampu menjaga keutuhan bangsa.

Selanjutnya, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, menekankan perlunya kolaborasi semua pihak dalam menciptakan sekolah aman yang nol kekerasan. Menurutnya, pencegahan kekerasan sama mendesaknya dengan pencegahan korupsi dan sekolah harus menjadi ruang aman untuk tumbuh kembang anak. “Orang tua, masyarakat, pemerintah daerah, hingga lembaga terkait perlu terlibat aktif agar budaya integritas dan nol kekerasan benar-benar terwujud,” katanya.

Sebagai pembicara utama, Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, membahas penguatan tata kelola sekolah, pencegahan kekerasan, hingga pemahaman gratifikasi di lingkungan pendidikan. Ia mengaitkan tema integritas dengan tiga fungsi DPR RI yaitu legislasi, pengawasan, dan anggaran. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap dana pendidikan, dari Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) hingga Dana Alokasi Khusus (DAK), agar semuanya berjalan tepat guna. “Setiap rupiah uang negara di pendidikan wajib diawasi. Transparansi dan akuntabilitas menjamin bantuan benar-benar sampai ke kelas,” tegasnya.

Baca Juga :  Kemendikdasmen-Gubernur Jabar Bahas Program Revitalisasi Sarpras dan Angka Putus Sekolah

Ferdiansyah juga mengingatkan bahwa literasi politik anggaran harus sampai ke sekolah dan masyarakat. Memahami siklus APBN/APBD, termasuk porsi 20% untuk pendidikan, akan memperkuat partisipasi publik dalam mengawal kebijakan. Ia menekankan, integritas perlu dibiasakan melalui sembilan komponen sederhana yaitu jujur, disiplin, bertanggung jawab, berani, sederhana, peduli, adil, mandiri, dan kerja keras.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, melainkan juga momentum membangun komitmen kolektif sehingga guru, murid, tenaga kependidikan, dan orang tua dapat menjadi teladan integritas. Melalui langkah kecil sehari-hari seperti menolak gratifikasi, tidak menoleransi praktik curang, dan menumbuhkan sikap saling menghormati, maka sekolah dapat benar-benar menjadi tempat yang aman, ramah, dan jujur.

 

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan
Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan
Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu
Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak
Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal
Wajib Halal UMK Batas 18 Oktober 2026: Terlambat Bisa Kena Sanksi dan Produk Ditarik
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP ke Daerah 3T, Tekankan Beasiswa Harus Berdampak ke Rakyat
Sinergi Lintas Kementerian Diperkuat untuk Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:23 WIB

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan

Jumat, 3 April 2026 - 19:09 WIB

Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan

Jumat, 3 April 2026 - 19:02 WIB

Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu

Jumat, 3 April 2026 - 18:41 WIB

Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak

Jumat, 3 April 2026 - 18:17 WIB

Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal

Berita Terbaru