Perkuat Implementasi STEM, Kemendikdasmen Rilis Panduan dan Buku Hasil Kurasi Pembelajaran STEM

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 September 2025 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia — Dalam era perkembangan teknologi digital saat ini maka penguasaan sains, teknologi, rekayasa, dan Matematika menjadi kunci penting untuk mencetak generasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) adalah pendekatan belajar yang menggabungkan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika untuk memecahkan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui STEM, murid diajak berpikir kritis, berkreasi, dan berkolaborasi lintas disiplin ilmu dan semuanya dilakukan secara kontekstual.

Menyikapi kebutuhan dan perkembangan zaman, Kemendikdasmen meluncurkan Panduan Pembelajaran STEM dan Buku-Buku Interaktif Bermuatan STEM dalam sebuah acara bertajuk “STEM: Cermati Panduan, Jelajahi Buku melalui SIBI”. Peluncuran ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 untuk menjawab tantangan pengimplementasian pendidikan STEM dengan menyediakan sumber daya yang relevan dan mudah diakses oleh pendidik maupun pelajar.

Salah satu upaya konkret Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) dalam mendukung implementasi STEM adalah dengan menyusun Panduan Pembelajaran STEM serta melakukan kurasi 109 judul Buku Bermuatan STEM yang mencakup Buku Teks Utama (BTU) dan Buku Nonteks (BNT). Semua buku tersebut tersedia dalam format digital dan dapat diakses secara terbuka melalui laman https://buku.kemendikdasmen.go.id/buku-stem.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa masyarakat teknokratis merupakan sebuah realitas yang harus mulai disiapkan sejak sekarang, dimulai dari pembangunan masyarakat ilmu (knowledge-based society), serta penguatan kemampuan-kemampuan yang mendorong generasi muda dalam pengembangan sains, teknologi, rekayasa (engineering), dan Matematika maka dari itu STEM perlu dikenalkan sejak dini.

Baca Juga :  Dicopot dari Jabatan Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni Akan Mengajukan Banding ke PTUN

“Sains adalah satu hal yang sangat penting, karena kalau kita melihat arah masyarakat ke depan adalah masyarakat yang teknokratis, masyarakat yang tidak hanya semakin terkoneksi dan melek teknologi, tapi masyarakat yang masa depannya sangat ditentukan oleh kemampuan mereka dalam bidang-bidang teknologi adalah satu hal yang sangat penting, karena kalau kita melihat arah masyarakat ke depan adalah masyarakat yang teknokratis, masyarakat yang tidak hanya semakin terkoneksi dan melek teknologi, tapi masyarakat yang masa depannya sangat ditentukan oleh kemampuan mereka dalam bidang-bidang teknologi,” ujarnya di Bandung, Selasa (23/9).

Mendikdasmen juga menyampaikan bahwa sains adalah bagian dari program prioritas Presiden dalam rangka mewujudkan Asta Cita Presiden yang keempat, yaitu membangun sumber daya manusia yang kuat dengan pendidikan, sains dan teknologi, serta program-program lain yang mendukung sumber daya manusia.

“Belajar sains itu bukan sekadar mempelajari teori dan mempelajari berbagai konsep tapi juga mendekatkan murid kita ini dengan kesadaran transcendental, dengan pembentukan karakter dan juga proses-proses lain yang membawa mereka (siswa) pada kehidupan yang sederhana, kehidupan yang menjadikan mereka sebagai saintis itu tidak hanya baik secara pribadi tapi juga menimbulkan kebaikan dalam kehidupan di masyarakat di mana mereka berada,” jelas Mu’ti.

Baca Juga :  Bawaslu Kota Cimahi Awasi Langsung Pemeriksaan Tiga Bakal Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi Tahun 2024 di RSUD Cibabat Kota Cimahi

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menyampaikan tantangan dari STEM yakni menumbuhkan minat berhitung yang berguna dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga menyatakan dukungannya dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung STEM sebagai jawaban atas tantangan bangsa.

“Konteks STEM yang pertama adalah menimbulkan hasrat untuk melakukan penghitungan terutama nanti setelah berbaur dengan masyarakat. Kami sebagai rakyat Indonesia pasti mendukung apalagi ini untuk kepentingan masyarakat dalam konteks menjawab tantangan Masyarakat,” tutup Ferdiansyah seraya mengimbau untuk mendukung kemajuan pembelajaran melalui STEM.

Kepala BSKAP, Toni Toharudin, menyatakan bahwa panduan dan buku kurasi Pendukung Pembelajaran STEM diharapkan memperkuat implementasi STEM di pendidikan. Ini juga mencerminkan dukungan pemerintah dalam meningkatkan literasi guru, murid, dan masyarakat melalui SIBI sebagai sumber belajar yang edukatif dan inspiratif, sesuai dengan tuntutan pembelajaran saat ini.

“Rilisnya panduan dan buku hasil kurasi pendukung pembelajaran STEM diharapkan juga menjadi langkah yang signifikan di dalam memperkuat implementasi pembelajaran STEM di seluruh satuan pendidikan. Kegiatan ini sekaligus merupakan wujud dari dukungan pemerintah pusat melalui peningkatan literasi guru, murid, dan masyarakat luas melalui pemanfaatan SIBI sebagai sumber belajar dan bacaan yang edukatif Inspiratif serta menyenangkan sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad 21,” ujarnya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK
Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:51 WIB

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting

Senin, 20 April 2026 - 17:47 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Berita Terbaru