BANDUNG BARAT – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 11 Kabupaten Bandung Barat di Kecamatan Cisarua, Rabu (30/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi kunjungan pertama Wihaji ke Sekolah Rakyat di Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Wihaji berdialog langsung dengan 87 siswa sekaligus meninjau berbagai fasilitas yang tersedia di SRMP 11 Bandung Barat.
Wihaji melihat sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari asrama, ruang kelas, fasilitas kebersihan, sarana olahraga hingga aktivitas berkebun yang dilakukan para siswa.
Dalam dialog bersama siswa, Wihaji menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program pemerintah yang ditujukan untuk memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak tanpa menjadikan pendidikan sebagai beban.
“Ini adalah program presiden, membuat sekolah yang tidak menjadi beban dan ketakutan bagi usia anak-anak sekolah. Karena tugasnya anak-anak ini cuma 3 B. Belajar, belajar dan belajar,” ujar Wihaji.
Ia juga berpesan kepada para siswa agar menjalani seluruh proses pendidikan dengan baik. Menurutnya, berbagai pengalaman selama menempuh pendidikan merupakan bagian dari proses yang perlu dijalani tanpa harus menjadi beban.
“Senang dan susah kalau sudah lewat biasa saja. Kita nikmati belajar di sekolah rakyat dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Wihaji juga menekankan pentingnya integrasi program kependudukan dan pembangunan keluarga dengan program yang dijalankan kementerian maupun lembaga lain.
Menurutnya, koordinasi lintas kementerian diperlukan karena terdapat sejumlah program yang memiliki keterkaitan, khususnya dalam pembinaan remaja dan pembangunan keluarga.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Sosial. Ke depannya, Pusat Informasi dan Konseling Remaja diminta untuk masuk ke seluruh Sekolah Rakyat,” tegas Wihaji.
Arahan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Perwakilan BKKBN Jawa Barat. Dalam kunjungan Wihaji di SRMP 11 Bandung Barat, dibentuk Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta Sekolah Siaga Kependudukan.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Dadi menjelaskan, pembentukan kedua program tersebut merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.
“Perintah Pak Menteri langsung kami eksekusi. Di SRMP 11 Bandung Barat sudah dibentuk Sekolah Siaga Kependudukan dan PIK-R. Melalui pembinaan Forum Genre Kabupaten dan Provinsi, PIK-R SEHATI, Sehat Hebat Aktif dan Peduli, siap memberikan konseling kesehatan reproduksi bagi para siswanya,” jelas Dadi.
Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi kependudukan, pembangunan keluarga, serta pembinaan kesehatan reproduksi bagi para siswa Sekolah Rakyat.
Pada akhir kunjungan, Wihaji menyerahkan Profil Data Kependudukan Jawa Barat dan Seri Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi kepada SRMP 11 Bandung Barat. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan program kependudukan dan pembangunan keluarga ke lingkungan Sekolah Rakyat.


























