Wamendikdasmen Buka ToT Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Guru, Tekankan Etika dan Tanggung Jawab Digital

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia.Surabaya — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, secara resmi membuka Training of Trainer (ToT) Calon Pengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Guru Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Gelombang Ketiga di Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mempercepat transformasi pendidikan digital yang inklusif, etis, dan bertanggung jawab.

“Gelombang ketiga ini tidak hanya pelatihan teknis. Kita sedang membangun revolusi cara berpikir,” ujar Wamen Fajar dalam sambutannya, pada Rabu (14/5).

Wamen Fajar menekankan bahwa penguasaan teknologi harus diiringi nilai-nilai tanggung jawab, etika, dan rasa aman. “Yang terpenting bukan sekadar bikin gim atau program. Tapi bagaimana anak-anak kita mengembangkan soft skills: tanggung jawab, etika, dan rasa aman dalam menggunakan teknologi,” ungkapnya.

Mengutip laporan dari Stanford University, Wamen Fajar menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia tergolong paling optimistis terhadap perkembangan Kecerdasan Artifisial secara global. Namun, ia mengingatkan agar optimisme itu tidak membuat masyarakat lalai.

“Kalau tidak dibekali nilai, teknologi bisa jadi ancaman dehumanisasi. Kecerdasan Artifisial ini ibarat pisau bermata dua, satu sisi mempunyai kontribusi positif dalam memudahkan pekerjaan, dan satu sisi gelapnya yang perlu diantisipasi. Oleh karena itu, pengembangan Kecerdasan Artifisial harus berbasis manusia, jadi jangan sampai manusia itu kehilangan kendali terhadap perkembangan teknologi Kecerdasan Artifisial,” ujarnya.

Baca Juga :  Kementan Redam Gejolak Harga Daging, Dwita Ria: Negara Hadir Lindungi Rakyat

Dalam pandangannya, Wamen Fajar mengatakan bahwa konsep Digital Citizenship harus menjadi nilai utama dalam pendidikan teknologi masa depan. “Digital Citizenship itu membangun rasa tanggung jawab, komitmen etis, dan rasa aman saat menggunakan teknologi,” tegasnya.

Wamen Fajar juga menyatakan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sekolah agar digitalisasi pendidikan berjalan efektif dan merata. Ia menyoroti peluncuran program Hasil Terbaik Cepat (HTC) oleh Presiden RI sebagai tonggak awal transformasi ini.

“Tanpa lompatan besar, kita tidak akan sampai ke Indonesia Emas 2045. Salah satu lompatan itu adalah memperkenalkan koding dan kecerdasan artifisial sejak dini,” katanya.

*Menyiapkan Pengajar Andal untuk 59 Ribu Guru*

Sementara itu, Direktur Guru Pendidikan Dasar, Rachmadi Widiharto, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan para calon pengajar yang akan melatih puluhan ribu guru di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Harganas ke-33, Wagub Jabar: Ketangguhan Keluarga dan Peran Ayah Kunci Hadapi Era Digital

“Kegiatan ini bertujuan membekali calon pengajar di daerah dengan keterampilan teknologi dan strategi kolaboratif agar menjadi fasilitator yang kompeten dan andal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini akan menjangkau setidaknya 59.546 guru dari sekolah sasaran pada tahun 2025 yang tersebar di seluruh wilayah provinsi di Indonesia.

“Kami tidak berjalan sendiri. Dalam pelatihan ini, kami berkolaborasi dengan 90 Lembaga Penyelenggara Diklat yang telah diseleksi ketat untuk memastikan kualitas pelaksanaan,” ungkap Rachmadi.

Peserta ToT berasal dari kalangan akademisi, guru, dan praktisi. Mereka tidak hanya menerima pelatihan teknis, tapi juga mengalami proses belajar aktif berbasis kebutuhan orang dewasa (andragogi).

“Pembelajaran dalam ToT ini menerapkan metode problem-based learning, project-based learning, hingga simulasi mengajar. Peserta bukan hanya belajar teori, tapi langsung mempraktikkan strategi mengajar koding dan kecerdasan artifisial,” paparnya.

Setiap sesi diakhiri dengan refleksi mendalam untuk mengaitkan teori dengan praktik lapangan.“Refleksi ini penting agar peserta betul-betul siap membawa perubahan di kelas masing-masing,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru