UKBI Jadi Instrumen Strategis Wujudkan Kemahiran Berbahasa Indonesia yang Terstandar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Juni 2025 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menggelar Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta. Kegiatan yang diikuti oleh 80 peserta luring dari DKI Jakarta dan 1.000 peserta daring dari berbagai daerah di Indonesia, baik dari kalangan pemerintah, dunia pendidikan, swasta, maupun profesional ini menjadi langkah penting dalam menyosialisasikan pentingnya Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai instrumen resmi negara untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia seseorang secara objektif dan terstandar.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa kemahiran berbahasa Indonesia tidak hanya sekadar urusan akademik, tetapi juga merupakan bagian dari jati diri nasional dan pilar kedaulatan bangsa. “Bahasa Indonesia dalam konteks ini bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga identitas bangsa dan simbol kedaulatan nasional,” ujarnya (25/06).

Ia juga menambahkan bahwa, “UKBI adalah bentuk konkret dari upaya menjaga bahasa Indonesia sebagai identitas bersama. Ke depan, sertifikat UKBI perlu menjadi syarat administratif bagi profesi-profesi strategis, termasuk guru, penerima beasiswa, hingga aparatur sipil negara.”

Atip juga menyampaikan bahwa UKBI tidak hanya berlaku bagi kalangan bahasawan, tetapi juga bagi lintas profesi, mulai dari pendidik hingga jurnalis. Ia menilai bahwa UKBI merupakan bentuk penting upaya pemerintah dalam menjaga bahasa Indonesia sebagai identitas bersama. “Bahasa adalah alat utama untuk menyampaikan pengetahuan. Ketidakfasihan dalam berbahasa dapat menurunkan mutu komunikasi, termasuk di ruang kelas dan media massa,” lanjutnya.

Baca Juga :  Jaga Ketahanan Kesehatan Masyarakat : Kepala BPOM Pantau Fasilitas Produksi Bio Farma

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa UKBI telah mengalami transformasi besar sejak 2021 dan telah digunakan oleh lebih dari satu juta peserta uji hingga tahun 2025. “UKBI kini lebih adaptif, inovatif, dan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ia juga menginformasikan bahwa UKBI telah digunakan dalam seleksi program Beasiswa Unggulan dan diwajibkan bagi seluruh guru dan siswa pada program SMK Pusat Unggulan. “Bahasa tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga media penting untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemahiran berbahasa menjadi pintu gerbang untuk mengembangkan potensi diri,” jelas Hafidz.

Diseminasi ini juga menjadi momen peluncuran buku Peta Kemahiran Berbahasa Indonesia yang menyajikan data hasil UKBI berdasarkan wilayah, jenjang pendidikan, dan kelompok usia. Berdasarkan data tahun 2024, pelajar SMA dan SMK masih menunjukkan angka kemahiran di bawah standar kemahiran yang ditetapkan. Sementara itu, indeks kemahiran profesi guru berada di angka 75,14. Temuan ini menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan peningkatan kualitas literasi dan bahasa Indonesia ke depan.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi Awal Tingkat Provinsi Jawa Barat, Perkuat Sinergi Kampung Keluarga Berkualitas

Senada dengan itu, Hafidz juga menyampaikan bahwa meskipun saat ini belum ada regulasi nasional yang mewajibkan UKBI bagi guru, tetapi sudah banyak pemerintah daerah yang mendukung implementasi UKBI melalui alokasi anggaran dan kerja sama teknis. “Kami menggandeng 30 balai/kantor bahasa untuk menyelenggarakan UKBI dan pelatihan kebahasaan secara lebih luas,” tambahnya.

Selain sesi peluncuran dan sambutan, kegiatan diisi gelar wicara yang menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi, serta pemberian penghargaan Apresiasi Giat UKBI kepada sekolah-sekolah pemenang tahun 2024 di wilayah DKI Jakarta.

Dengan terselenggaranya Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai perekat kebangsaan dan sarana komunikasi yang efektif. Melalui pemanfaatan UKBI secara luas dan berkelanjutan diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat turut serta membangun budaya literasi yang unggul, sekaligus menjadikan kemahiran berbahasa Indonesia sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing, berkarakter, dan beridentitas nasional.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru