TPPAS Lulut Nambo Akan Beroperasi Bulan Juni, Pj Bupati Minta Kuota Kabupaten Bogor Ditambah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 Mei 2024 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo rencananya akan segera beroperasi bulan Juni mendatang. Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman saat memantau langsung uji coba TPPAS Lulut Nambo, Jumat (17/5/2024). 

Terkait hal tersebut, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu meminta, sebagai tuan rumah agar kuota sampah yang masuk ke TPPAS Lulut Nambo dari Kabupaten Bogor ditambah. Demi mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga dan mengatasi persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Bogor.

Diketahui, TPPAS Lulut Nambo sedang melalui uji coba terakhir sebelum akhirnya mulai beroperasi pada bulan Juni mendatang. Saat ini TPPAS Lulut Nambo baru bisa menampung kapasitas sampah minimal 50 ton per hari. Namun akan terus dikembangkan hingga nantinya mampu menampung 1.800-2.300 ton per hari pada tahun 2026.

TPPAS Lulut Nambo sendiri melayani pengelolaan sampah yang masuk dari Kabuaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Tanggerang Selatan.

Asmawa menjelaskan, dengan adanya TPPAS Lulut Nambo ini sebagian pengelolaan sampah Kabupaten Bogor dialihkan ke sini, jadi tidak sepenuhnya dikelola di TPAS Galuga. 

“Harapannya karena lokasi TPPAS ini ada di wilayah Kabupaten Bogor maka kuota untuk Kabupaten Bogor bisa lebih besar dari yang lain,” katanya.

Asmawa menjelaskan, jumlah sampah Kabupaten Bogor sebanyak 2.690 ton per hari, baru bisa ditangani sebanyak 30 persen. Kalau TPPAS Lulut Nambo sudah beroperasi paling tidak mengurangi beban sampah yang masuk ke TPAS Galuga.

Baca Juga :  Roadshow Bus KPK di Kota Bandung, Edukasi dan Sosialisasi Tolak Politik Uang Pilkada 2024

“Dari keseluruhan jumlah sampah per hari, yang baru bisa tertangani sebayak 30 persen, dengan adanya TPPAS Lulut Nambo ini tentu diharapkan ada peningkatkan,” ucapnya.

Asmawa juga mengatakan, uji coba operasional TPPAS Lulut Nambo ini penting untuk mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan, baik dampak sosial kepada masyarakat dan lain sebagainya.

“Jika sudah terpetakan dampaknya, pemerintah bisa segera lakukan evaluasi untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan kepada masyarakat. Intinya Pemkab Bogor sangat mendukung dan mendorong agar TPPAS ini segera beroperasi untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, soal harapan penambahan kuota sampah Kabupaten Bogor yang dapat ditampung di TPPAS Lulut Nambo pun diamini oleh Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman. Menurutnya sebagai tuan rumah, Kabupaten Bogor tentunya akan diprioritaskan. 

“Saat ini minimal total kapasitasnya di TPPAS sebesar 50 ton tapi masih kita upayakan untuk lebih besar. Tetunya sebagai tuan rumah Kabupaten Bogor akan diprioritaskan,” kata Herman.

Herman menerangkan, dirinya ditugaskan Pj Gubernur Jawa Barat untuk mengakselerasi operasionalisasi TPPAS Lulut Nambo, harus diakselerasi karena untuk mengantisipasi pengelolaan sampah di beberapa kabupaten/kota.

“Tentunya dengan akselerasi ini kita berharap bulan Juni mulai operasional. Mari kita bahu-membahu untuk menyukseskan berjalannya TPPAS Lulut Nambo ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Drama OTT KPK: Jaksa Kabur, Dua Jaksa Ditangkap, Satu Menyusul ke Gedung KPK

Herman mengatakan, paling lambat akhir bulan Juni bisa beroperasi. Jadi uji coba ini untuk memastikan kesiapan dan megetahui apa saja yang harus dievaluasi, sehingga pada saatnya tiba TPPAS Lulut Nambo ini sudah siap beroperasi.

“Untuk saat ini masih menggunakan TPAS Galuga, namun TPAS tersebut ada masanya, kemungkinan di tahun depan akan penuh, jadi kita persiapkan dari sekarang alternatifnya, salah satunya adalah TPPAS Lulut Nambo,” ujarnya.

Herman menuturkan, hari ini pihaknya mulai uji coba terakhir, kurang lebih 50 ton sampah dikelola untuk jadi Biomass dan RDF. Output sampah ini bisa diserap untuk kebutuhan perusahaan, saat ini salah satunya adalah PT. Indocement. 

“Kita usahakan hasil dari pengelolaan sampah ini harganya bisa bagus agar dapat menjamin keberlangsungan TPPAS ini. Ini bentuk kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam pengelolaan sampah,” katanya.

Herman berharap, TPPAS ini bisa berjalan sukses yang utamanya samata-mata untuk kepentingan masyarakat. Hal ini sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat, salah satunya untuk mengelola sampah.

Turut hadir Kasatpol PP Provinsi Jawa Barat, Kabiro Perekonomian, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat.

Hadir mendampingi Pj Bupati Bogor, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Camat Klapanunggal, Forkopimcam Klapanunggal, Kepala Desa Lulut, Kepala Desa Nambo, dan Kepala Desa Bantarjati. 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026
Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih
15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional
Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia
BI Ungkap Alasan Terbitkan Kartu Kredit Indonesia, Jadi Buffer Konsumsi Rakyat
Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan
Presiden Prabowo Imbau Warga Jakarta, Banten dan Lampung Waspada Gunung Anak Krakatau
Bandara Kertajati Jadi Alternatif Usai 8 Bandara Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:45 WIB

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 07:24 WIB

15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional

Selasa, 8 September 2026 - 08:41 WIB

Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 14:38 WIB

Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan

Berita Terbaru

Opini

Desil oh Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:39 WIB

NEWS

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026

Sabtu, 12 Sep 2026 - 15:45 WIB