Sekelompok WNA Asal Cina Menyerang Anggota TNI

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gambar Sekelompok WNA Asal Cina Serang Anggota TNI

Ilustrasi Gambar Sekelompok WNA Asal Cina Serang Anggota TNI

Ketapang – Insiden penyerangan terhadap anggota TNI oleh sekelompok warga negara asing (WNA) asal China terjadi di kawasan tambang emas Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu (14/12/2025). Peristiwa tersebut melibatkan 15 WNA China dan sejumlah personel TNI yang tengah melaksanakan kegiatan latihan.

Kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB, saat petugas pengamanan perusahaan PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) melihat aktivitas penerbangan drone di area terbatas tambang. Aktivitas tersebut dinilai mencurigakan karena dilakukan di kawasan yang tidak diperbolehkan untuk umum.

Petugas keamanan kemudian berupaya menelusuri dan menghentikan operator drone tersebut. Dalam prosesnya, lima anggota TNI dari Batalyon Zeni Tempur (Zipur) 6/Satya Digdaya yang sedang melaksanakan Latihan Dalam Satuan (LDS) turut membantu pengejaran. Saat itu, seluruh personel TNI tidak membawa senjata api.

Baca Juga :  Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024, Strategi Stabilkan Harga

Sekitar 300 meter dari pintu masuk area perusahaan, petugas dan anggota TNI menemukan empat WNA China yang diduga sebagai operator drone. Namun, situasi mendadak memanas ketika 11 WNA China lainnya datang ke lokasi, sehingga jumlah mereka menjadi 15 orang.

Kelompok WNA tersebut diduga membawa senjata tajam, airsoft gun, serta alat kejut listrik, lalu melakukan penyerangan terhadap petugas keamanan dan anggota TNI. Karena jumlah yang tidak seimbang, aparat dan petugas keamanan memilih mundur ke area perusahaan guna menghindari bentrokan yang lebih luas.

Dalam insiden tersebut, satu unit mobil dan satu sepeda motor milik perusahaan mengalami kerusakan berat akibat aksi perusakan. Tidak ada laporan korban jiwa, dan tidak ditemukan anggota TNI maupun warga yang mengalami luka berat.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmi Buka Peparnas XVII/ 2024

Pihak kepolisian menyatakan situasi di lokasi kejadian telah kondusif. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, 15 WNA China tersebut diketahui memiliki izin tinggal terbatas (KITAS) dan berada di Indonesia dengan sponsor perusahaan terkait.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan klarifikasi dan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Polisi juga menyebut belum menerima laporan resmi dari pihak perusahaan maupun pihak terkait, sehingga proses hukum masih berada pada tahap awal.

Kasus ini mendapat perhatian serius mengingat melibatkan WNA dan aparat negara, serta terjadi di kawasan strategis pertambangan. Aparat keamanan memastikan pengawasan di lokasi akan diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau
Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026
Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun
Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan
DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat
Janji Mentan Amran ke Petani Karawang Direalisasikan dalam Hitungan Jam
KPK Periksa Pejabat Bappenda dan BKPSDM Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi
21 Wilayah Jawa Barat Berpotensi Kekeringan 1-10 September 2026, 18 Daerah Status Awas

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:30 WIB

KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau

Selasa, 1 September 2026 - 16:25 WIB

Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026

Selasa, 1 September 2026 - 15:21 WIB

Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun

Selasa, 1 September 2026 - 15:16 WIB

Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan

Selasa, 1 September 2026 - 14:24 WIB

DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat

Berita Terbaru