Kemendikdasmen Dorong Revitalisasi UKS di Yogyakarta, Wujudkan Sekolah sebagai Pusat Kesejahteraan Peserta Didik

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 8 November 2025 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, 8 November 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah menyelenggarakan kegiatan Penguatan Peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Satuan Pendidikan Tahun 2025 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam merevitalisasi peran UKS untuk mendukung terciptanya sekolah sehat dan mendukung pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Acara dibuka secara resmi pada 5 November 2025 oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ulhaq, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk perwakilan Kementerian Kesehatan, para kepala dinas pendidikan dan kesehatan, kepala sekolah, guru, tenaga kesehatan, serta tim UKS.

Dalam sambutannya, Wamendikdasmen menekankan bahwa pendidikan dan kesehatan adalah dua aspek yang tidak terpisahkan dalam membentuk manusia Indonesia yang utuh cerdas, sehat, dan berkarakter. Ia mengingatkan kembali sejarah panjang UKS yang sejak 1968 telah menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam membangun generasi sehat melalui kolaborasi lintas kementerian.

“Kini saatnya kita mengembalikan UKS bukan hanya sebagai ruang pemeriksaan kesehatan, tetapi sebagai _center of well-being_ di sekolah pusat layanan yang menyehatkan, mendidik, dan membahagiakan peserta didik,” ujar Fajar.

Lebih lanjut, Fajar mengingatkan bahwa UKS memiliki sejarah panjang dalam sistem pendidikan Indonesia. Sejak awal pembentukannya, UKS telah menjadi wadah kolaborasi antara sekolah dan layanan kesehatan masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai hidup bersih, menjaga lingkungan, serta membangun kebiasaan positif sejak dini. Dalam konteks saat ini, nilai-nilai tersebut harus diperbarui agar sejalan dengan tantangan abad ke-21, di mana peserta didik dihadapkan pada tekanan akademik, perubahan sosial, serta dampak gaya hidup digital yang semakin kompleks. Untuk itu, UKS perlu direvitalisasi agar mampu menjawab kebutuhan zaman dengan pendekatan yang lebih holistik, melibatkan guru, peserta didik, tenaga kesehatan, serta orang tua.

Baca Juga :  Qurban Jadi Intervensi Gizi: BKKBN Jabar Bagikan Daging untuk Cegah Stunting di Lingkungan KRS

“Revitalisasi UKS bukan semata tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama untuk menyiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Kita ingin anak-anak kita tumbuh dengan tubuh yang sehat, hati yang gembira, dan jiwa yang berakhlak mulia,” tambahnya.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 300 peserta ini melibatkan kepala sekolah, guru pembina UKS, serta perwakilan dinas pendidikan dan kesehatan dari seluruh kabupaten/kota di DIY. Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan melalui sesi diskusi, simulasi, dan perumusan rencana tindak lanjut untuk memperkuat peran UKS di satuan pendidikan masing-masing.

Direktur SMP, Maulani Mega Hapsari, dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Sekolah Sehat. Ia berharap hasil kegiatan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik.

Baca Juga :  1.100 Penonton Padati Moviplex Sukabumi untuk Nobar Film Panggil Aku Ayah

“Kami ingin UKS menjadi pilar penting dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dan memastikan lingkungan sekolah menjadi tempat tumbuh kembang anak yang sehat dan bahagia,” ungkap Maulani.

Kegiatan di Yogyakarta ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang menjadi titik awal penguatan sinergi lintas sektor dalam membangun tata kelola UKS secara nasional. Melalui pertemuan lanjutan ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menghadirkan model UKS yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan, sehingga mampu menjawab tantangan kesehatan peserta didik di era modern. Semangat ini diharapkan tidak berhenti di Yogyakarta, melainkan menjadi inspirasi bagi seluruh daerah untuk memperluas gerakan sekolah sehat yang berkesinambungan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat mencerdaskan anak bangsa, tetapi juga menjadi ruang yang menumbuhkan kesehatan jasmani, keseimbangan mental, serta kebahagiaan belajar bagi setiap peserta didik sejalan dengan visi membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru