Program Bangga Kencana, Upaya BKKBN-RI Mencegah Stunting untuk Menuju Indonesia Emas 2045

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 Oktober 2024 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Program Bangga Kencana, Upaya BKKBN-RI Mencegah Stunting untuk Menuju Indonesia Emas 2045

INDRAMAYU – BKKBN-RI Bersama mitra kerja Sosialisasi dan KI Program Bangga Kencana di Aula Gedung Muhammadiyah, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Minggu (27/10/2024).

Narasumber dalam kegiatan tersebut diantaranya Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN-RI Marianus Mau Kuru, SE, MPH. Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si., Widyaiswara BKKBN Provinsi Jawa Barat Syaeful Anwar, S.Sos, M.PD.

Sosialisasi ini dihadiri ratusan masyarakat yang datang dari desa-desa yang ada di sekitar Kecamatan Kandanghaur. Mereka menyimak dengan baik paparan dari para narasumber tentang program Bangga Kencana dan pencegahan stunting.

BKKBN-RI Bersama mitra kerja tengah gencar mensosialisasikan program Bangga Kencana. Tujuannya bertujuan untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan mengatasi masalah stunting di Indonesia.

Baca Juga :  Pegadaian Kanwil X Jabar Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban untuk Warga pada Idul Adha 1447 H

Menurut Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN-RI Marianus Mau Kuru, SE, MPH, Salah satu fokus utama dari program ini adalah penurunan kasus stunting di Indonesia. Dengan target Indonesia Emas di tahun 2045.

“Indonesia Emas artinya, generasi muda berkualitas, SDM yang mumpuni dan tidak stunting. Itu yang tengah kami kejar sampai terwujud,” kata Marianus kepada media.

Program Bangga Kencana sambungnya. melibatkan berbagai kegiatan di masyarakat, seperti Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia. Posyandu, dan Faskes. Strategi yang dilakukan dalam program ini salah satunya edukasi mengenai alat kontrasepsi.

“Semua kegiatan yang berkaitan dengan ibu hamil, ibu melahirkan hingga tumbuh kembang anak merupakan bagian dari program Bangga Kencana,” ujarnya.

Baca Juga :  OSN Dikmen 2025 Hasilkan 267 Peraih Medali, DKI Jakarta Jadi Juara Umum Nasional

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si., Keluarga berperan penting mencegah stunting pada setiap fase kehidupan. Mulai dari janin dalam kandungan, bayi, balita, remaja, menikah, hamil, dan tumbuh kembang anak.

“Semuanya itu ada dalam keluarga. Jadi kami mendorong di Kecamatan Kandanghaur tercipta kampung keluarga berkualitas sebanyak-banyaknya. Agar pencegahan stunting bisa berjalan optimal,” ujar Netty.

Masih kata Netty, kaum perempuan memiliki peran penting. Perempuan akan mengandung anak yang nantinya menjadi penerus generasi bangsa. Anak dalam kandungan harus mendapatkan gizi yang cukup agar pertumbuhan optimal sehingga tidak stunting.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026
Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih
15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional
Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia
BI Ungkap Alasan Terbitkan Kartu Kredit Indonesia, Jadi Buffer Konsumsi Rakyat
Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan
Presiden Prabowo Imbau Warga Jakarta, Banten dan Lampung Waspada Gunung Anak Krakatau
Bandara Kertajati Jadi Alternatif Usai 8 Bandara Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:45 WIB

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 07:24 WIB

15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional

Selasa, 8 September 2026 - 08:41 WIB

Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 14:38 WIB

Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan

Berita Terbaru

Opini

Desil oh Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:39 WIB

NEWS

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026

Sabtu, 12 Sep 2026 - 15:45 WIB