Presiden Prabowo Subianto menerima laporan kinerja Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) yang disampaikan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, di Istana Negara, Jakarta, Selasa sore (25/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan apresiasi atas capaian program dan kerja keras para penyuluh KB serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh Indonesia.
MBG 3B Sentuh Lebih dari 3 Juta Penerima Manfaat
Dalam keterangan pers usai pertemuan, Menteri Wihaji melaporkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) telah mencapai 3.024.911 penerima manfaat.
“Penerima manfaatnya sudah lebih dari 3 juta, khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD,” ujar Menteri Wihaji.
Capaian ini dinilai sebagai langkah signifikan dalam memperkuat ketahanan keluarga, perbaikan gizi, serta pencegahan stunting melalui intervensi langsung kepada kelompok sasaran sensitif.
Presiden Berikan Apresiasi kepada Penyuluh dan TPK
Menteri Wihaji juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo secara khusus mengapresiasi kerja keras Tim Pendamping Keluarga dan para penyuluh KB yang menjadi garda terdepan dalam pendistribusian MBG 3B di lapangan.
Distribusi yang dilakukan secara door to door oleh TPK menjadikan bantuan lebih tepat sasaran dan ekspansif, menyentuh kelompok keluarga rentan di berbagai daerah.
Penyuluh KB dan PLKB Akan Dapat Bantuan Motor
Sebagai bentuk dukungan terhadap tugas para penyuluh, Presiden Prabowo menyampaikan rencana pemerintah untuk memberikan bantuan motor kepada seluruh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) maupun Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di seluruh Indonesia.
“Bapak Presiden akan memberikan bantuan motor untuk meringankan pekerjaan para penyuluh dalam mendistribusikan program MBG. Motor ini khusus untuk para PKB dan PLKB,” kata Menteri Wihaji.
Bantuan sarana transportasi ini diharapkan dapat memperkuat mobilitas petugas, terutama di wilayah pedesaan dan daerah sulit akses, sehingga program MBG dapat tersalurkan lebih cepat dan efektif.
Komitmen Pemerintah untuk Keluarga Sehat dan Tanggap Gizi
Laporan kinerja yang diterima Presiden menjadi indikator bahwa program prioritas pemerintah di bidang ketahanan keluarga dan pemenuhan gizi ibu-anak berjalan sesuai arah kebijakan nasional. Dengan semakin kuatnya dukungan terhadap penyuluh KB dan TPK, pemerintah optimistis program ini dapat memperluas dampak serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga Indonesia.
Kedepannya, Kemendukbangga/BKKBN memastikan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, memperluas jangkauan bantuan, serta meningkatkan kualitas layanan berbasis keluarga untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.


























