Pemulihan Pascabencana Dipercepat, Infrastruktur dan Layanan Publik Mulai Pulih di Tiga Provinsi

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (setneg)

Foto (setneg)

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pemulihan serta menyiapkan langkah-langkah strategis pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk mengerahkan seluruh sumber daya guna mempercepat penanganan pascabencana.

Hal tersebut disampaikan Pratikno dalam keterangan pers pemulihan dan rencana strategis pascabencana di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

“Sekali lagi kami tegaskan bahwa Bapak Presiden memerintahkan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk terus mengerahkan segala daya upaya dalam percepatan penanganan pascabencana,” ujar Pratikno.

Dalam kesempatan tersebut, Pratikno mewakili pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari masyarakat, relawan, aparat, aparatur sipil negara (ASN), hingga para pekerja lapangan.

“Ini adalah kunci utama kegotongroyongan untuk memulihkan Sumatra,” ungkapnya.

Pratikno menjelaskan bahwa lebih dari separuh kabupaten/kota terdampak telah beralih dari fase tanggap darurat ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Di Provinsi Aceh, tujuh kabupaten/kota telah memasuki fase transisi, sementara 11 kabupaten/kota masih memperpanjang masa tanggap darurat.

Baca Juga :  ANUGERAH MEDIA HUMAS 2024 Pemda Provinsi Jabar Borong Dua Penghargaan

Di Sumatera Utara, delapan kabupaten/kota telah memasuki fase transisi dan delapan kabupaten/kota lainnya masih berada dalam status tanggap darurat. Sementara itu, di Sumatera Barat, 10 kabupaten/kota telah memasuki fase transisi dan tiga kabupaten/kota masih berada dalam fase tanggap darurat.

“Perpanjangan status tanggap darurat ini dimaksudkan agar daerah benar-benar siap memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi,” jelas Pratikno.

Terkait pemulihan infrastruktur dasar, pemerintah terus menambah dan memperluas pengoperasian genset, mobil penjernih air, truk tangki, sumur siap pakai, toilet darurat, serta memastikan jaringan komunikasi kembali normal di 14 kabupaten/kota.

“Untuk daerah yang belum pulih, kami menambahkan Starlink. Saat ini ditambah sebanyak 280 unit, dan bersamaan dengan itu percepatan pemulihan jaringan komunikasi terus dilakukan,” ucapnya.

Di sektor kesehatan, pemerintah terus mengirimkan tenaga relawan kesehatan, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga calon dokter internship, terutama ke wilayah terisolasi. Layanan difokuskan pada kesehatan dasar, bedah minor, serta pemulihan trauma.

Pratikno juga menyampaikan bahwa seluruh RSUD telah kembali beroperasi, meskipun sebagian belum berjalan penuh. Dari total 867 puskesmas terdampak, kini hanya delapan puskesmas yang masih dalam tahap pemulihan.

Baca Juga :  Kemendikdasmen, ASEAN, dan SEAMEO Luncurkan Roadmap PAUD 2026–2030 untuk SDM Unggul Asia Tenggara

Sementara itu, menjelang dimulainya kegiatan pembelajaran pada 5 Januari 2026, pemerintah memastikan kesiapan sektor pendidikan meski terdapat sekitar 3.700 sekolah terdampak, dengan sekitar 3.100 sekolah mengalami kerusakan berat.

“Target kita pada 4 Januari sudah selesai. Namun memang masih ada proses belajar mengajar di tenda, yaitu sebanyak 54 sekolah,” jelas Pratikno.

Terkait hunian sementara (huntara) dan hunian tetap, Pratikno menyampaikan bahwa hingga 28 Desember 2025, pembangunan huntara di tiga provinsi telah dimulai dan sebagian telah selesai dengan total 1.050 unit. Dari jumlah tersebut, 450 unit dibangun oleh BNPB bersama pemerintah daerah, sementara 600 unit lainnya dibangun oleh Danantara dan jajaran BUMN.

Adapun pemulihan aktivitas ekonomi dilakukan melalui percepatan operasional pasar tradisional. Di Aceh, dari 112 pasar terdampak, sebanyak 18 pasar telah beroperasi penuh. Di Sumatera Utara, 46 dari 47 pasar terdampak telah kembali beroperasi. Sementara di Sumatera Barat, dua dari tiga pasar terdampak telah mulai beroperasi.

“Pemerintah akan terus mempercepat aktifnya kembali pasar-pasar tradisional melalui penataan infrastruktur, pembersihan, serta dukungan keterlibatan kementerian dan lembaga terkait,” pungkas Pratikno.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KDM Prioritaskan Pembangunan Tajuk dan Masjid Kecil untuk Perkuat Spiritualitas Warga Jabar
Revitalisasi Sekolah Gerakkan Ekonomi Lokal, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
Per 10 Juni 2026, Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik Harga
Menkes Dukung Empat Langkah Baru BGN, MBG Kini Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui dan Balita
Kemendikdasmen dan KemenPPPA Bersinergi Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak Indonesia
Diduga Cemarkan Nama Organisasi di Zoom, Tani Merdeka Jabar Layangkan Somasi ke Kadis Pertanian Indramayu
Wamendikdasmen: Sekolah Harus Menjadi Ruang Tumbuh Inovasi dan Kemandirian Siswa
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG 2026

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:50 WIB

KDM Prioritaskan Pembangunan Tajuk dan Masjid Kecil untuk Perkuat Spiritualitas Warga Jabar

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:37 WIB

Revitalisasi Sekolah Gerakkan Ekonomi Lokal, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:21 WIB

Per 10 Juni 2026, Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik Harga

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:12 WIB

Menkes Dukung Empat Langkah Baru BGN, MBG Kini Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui dan Balita

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:06 WIB

Kemendikdasmen dan KemenPPPA Bersinergi Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak Indonesia

Berita Terbaru