Pemprov Jabar Tebus Ijazah dengan Dana Rp 600 Miliar, Dedi Mulyadi: “Ini Komitmen Pendidikan untuk Semua”

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 11 Juli 2025 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, klopakindonesia.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan dana sebesar Rp 600 miliar melalui program Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) untuk membayar ijazah siswa SMA/SMK swasta yang tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan. Langkah ini dilakukan menyusul data bahwa total tunggakan mencapai Rp 1,2 triliun selama beberapa tahun terakhir .

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam pernyataannya menyatakan, “Saya sudah mendapat informasi tadi malam, hampir Rp 600 miliar… melalui program BPMU,” dan menegaskan bahwa dana tersebut menutupi hampir separuh tunggakan yang ada.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sekolah swasta penerima dana wajib menyerahkan kembali ijazah siswa yang sebelumnya ditahan. “Sekolah-sekolah yang menerima dana BPMU memiliki janji atau komitmen untuk tidak menahan ijazah,” ujarnya.

Program ini memperoleh respons positif dari masyarakat serta berbagai pihak yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk nyata intervensi pemerintah untuk memenuhi hak pendidikan. Banyak siswa kini bisa melanjutkan studi atau memasuki dunia kerja tanpa hambatan administratif akibat ijazah tertahan.

Baca Juga :  KPU Kota Bandung Resmi Buka Pendaftaran Anggota PPK 2024, Sambut PILKADA SERENTAK 2024

Meski begitu, tantangan besar masih menghadang. Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menyebut banyak laporan bahwa ijazah siswa masih ditahan karena dana BPMU belum cair:

“Uang tebusan ijazah yang dijanjikan Gubernur… tak kunjung cair… penahanan ijazah adalah bentuk kezaliman yang merampas masa depan generasi penerus bangsa,”

Ubaid juga menegaskan bahwa Pemprov harus segera menuntaskan pembayaran tersebut agar tidak terjadi pelanggaran hak anak atas pendidikan.

Selain pengawasan masyarakat sipil, DPRD Jabar pun angkat bicara. Salah satu anggota dari PKB, Maulana Yusuf Erwinsyah, mencatat bahwa alokasi BPMU untuk sekolah swasta menurun pada 2025 dibanding tahun lalu. Padahal, jumlah siswa penerima bantuan cukup besar:

  • Pada 2024, masing-masing siswa SMA swasta menerima sekitar Rp 600 ribu;
  • Tahun ini, rata-rata turun menjadi sekitar Rp 542 ribu (SMA), Rp 567 ribu (SMK), dan Rp 691 ribu (SLB).

Menurut Maulana, meskipun jumlah anggaran sedikit berkurang, jumlah siswa penerima tetap tinggi, sehingga alokasi dana perlu disesuaikan agar manfaatnya optimal .

Baca Juga :  Dukung Kementan, Polri Siapkan Pilot Project Peningkatan Produksi Jagung Nasional

Fenomena ini memunculkan dialog publik: program tebus ijazah memang menyelesaikan krisis administrasi pendidikan, tetapi dibutuhkan langkah strategis agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Penguatan sekolah negeri dan perluasan akses pendidikan gratis dianggap sebagai solusi jangka panjang yang layak diperjuangkan.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa anggaran ini bukan semata penyelesaian tunggakan, melainkan bagian dari upaya besar memastikan setiap anak di Jawa Barat bisa menggapai pendidikan tanpa hambatan. Ia menyudahi pernyataannya dengan mengingatkan bahwa pajak rakyat harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

Tebusan ijazah senilai Rp 600 miliar menunjukkan komitmen kuat Pemprov Jabar. Namun, efektivitas program sangat bergantung pada kecepatan pencairan dana, ketatnya pengawasan publik, dan keberlanjutan kebijakan jangka panjang untuk mencegah penahanan ijazah di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru