Pemkot Bandung Berkomitmen dan Kerja Keras Dalam Mendukung Program STBM Sebagai Salah Satu Upaya Pencegahan Stunting,”

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 November 2024 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Hal tersebut juga merupakan dari upaya menurunkan angka stunting.

Hal tersebut dilontarkan Penjabat Wali Kota Bandung, A Koswara yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian pada kegiatan Gebyar STBM Stunting di d’Botanica Bandung Mal, Kamis 14 November 2024.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkomitmen dan bekerja keras dalam mendukung program STBM dan upaya pencegahan stunting,” kata Anhar.

Anhar menyampaikan, STBM adalah pendekatan yang mengajak masyarakat untuk aktif meningkatkan kualitas sanitasi di lingkungan.

Menurutnya, STBM tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi membutuhkan peran kepedulian serta kolaborasi multi pihak, terlebih terhadap hadirnya partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Kota Bandung.

“Semangat serta komitmen seluruh pihak yang hadir di sini, dari Pemerintah Kota Bandung, Forum Bandung Sehat dan seluruh jajaran kewilayahan serta tidak lupa para tenaga sanitasi lingkungan puskesmas se-Kota Bandung,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kota Bandung pada tahun 2023 telah mendeklarasikan sebagai kota ODF (Open Defecation Free), dengan komitmen mengupayakan peningkatan akses sanitasi.

Baca Juga :  Peringatan Dini BMKG 27–28 Agustus 2025: Jawa Barat dan Jawa Timur Waspada Hujan Sangat Lebat

“Pemkot Bandung telah menggunakan strategi inovatif, seperti pembangunan septic tank komunal dan mandiri melalui program-program seperti Bang Kasep (Bangga Kagungan Septic tank) dan beberapa inovasi kewilayahan,” ungkapnya.

Anhar menuturkan, langkah-langkah tersebut telah mendorong perubahan signifikan dalam pengelolaan sanitasi di berbagai wilayah di Kota Bandung.

Komitmen dalam meningkatkan akses sanitasi aman ini secara bertahap harus segera diselesaikan selama 5 tahun hingga tahun 2028, dan ini perlu sinergisitas melalui kolaborasi pentahelix.

“Lingkungan yang bersih dan bebas dari penyakit sangat penting untuk mencegah stunting. Dengan memastikan anak-anak tumbuh di lingkungan yang sehat, kita dapat memberikan mereka kesempatan yang lebih baik untuk berkembang secara optimal,” jelasnya.

​Di tempat yang sama, Pelaksana Harian Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ni Luh Widyastuti menyampaikan, tujuan kegiatan ini melaksanakan edukasi, sosialisasi dan dukungan  serta komitmen dari pemangku kebijakan dalam meningkatkan derajat kesehatan.

“Dengan menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) melalui STMB ini merupakan salah satu upaya intervensi dalam penanganan stunting di Kota Bandung,” katanya.

Baca Juga :  Kemendagri Tekankan Peran Penting Sekretaris DPRD Jaga Hubungan Harmonis Legislatif dengan Kepala Daerah

Ia menyampaikan, di Kota Bandung terus berupaya untuk menerapkan 8 pilar STBM. Hal ini sesuai dukungan dan intervensi  dari sistem penanganan stunting. Berikut 8 pilar tersebut yaitu:

1. Tidak buang air besar sembarangan.
2. ⁠Cuci tangani pakai sabun.
3. ⁠Mengolah air minum dan makanan rumah tangga.
4. ⁠Mengolah sampah rumah tangga.
5. Mengolah limbah cair rumah tangga.
6. ⁠Gizi ibu hamil.
7. Pemberian ⁠makanan tambahan  bayi dan anak.
8. ⁠Pemantauan tumbuh kembang anak.

“Saat ini Kota Bandung berkomitmen ODF pada tahun 2023, sesuai pedoman STBM baru harus selesai tahun 2028. Artinya upaya percepatan kelurahan STBM ini mendorong pencapain sanitasi di Kota Bandung,” jelasnya.

Di Kota Bandung, per 1 Oktober 2024, telah berhasil mencapai 4 kelurahan dan 1 kecamatan berhasil STBM yaitu Kecamatan Gedebage, Kelurahan Rancanumpang, Kelurahan Rancabolang, Kelurahan Cisaranten Kidul dan Kelurahan Cimincrang.

“Tahun 2025 target kelurahan STBM minimal 1 kecamatan 1 kelurahan,” ungkapnya.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Berita Terbaru