Pemdaprov Jabar Alihkan Lahan Sayuran Menjadi Perkebunan Teh Seluas 200 Hektare

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, 3 Desember 2025 – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) memastikan akan mengalihfungsikan lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dari yang semula ditanami sayuran menjadi kebun teh. Total luas lahan yang disiapkan mencapai 200 hektare, berlokasi di kawasan Puncak dan Ciater.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menegaskan bahwa penanaman teh akan difokuskan pada lereng-lereng curam untuk menjaga stabilitas tanah sekaligus meningkatkan produktivitas lahan. Para petani yang menggarap kebun teh tersebut akan mendapatkan upah langsung dari Pemdaprov Jabar.

Baca Juga :  Kemendukbangga/BKKBN Jabar dan Bank Mandiri Resmi Jalin Kerja Sama: Perkuat Layanan Keuangan Modern untuk Mendukung Pembangunan Keluarga

Selain teh, pemerintah daerah juga akan memprioritaskan penanaman bambu di kawasan hutan milik PTPN, khususnya di Sukabumi dan Puncak. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan konservasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Langkah ini disampaikan KDM saat acara penandatanganan kerja sama antara Pemdaprov Jabar dan PTPN I Regional 2 mengenai Optimalisasi Pengelolaan Lahan. Acara berlangsung di Ruang Lokantara, Gedung Sate, Kota Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas mengenai sejumlah ruas jalan kabupaten yang berada di atas lahan PTPN dan kini akan dialihkan menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Ada jalan kabupaten yang sekarang diserahkan menjadi jalan provinsi yang tanahnya tanah PTPN. Kita barusan diberikan kewenangan untuk menggunakan tanah itu digunakan jalan,” ujar KDM.

KDM juga menambahkan bahwa dalam dua pekan ke depan, Pemdaprov Jabar akan mengundang BPN Jawa Barat, PTPN, dan Perhutani untuk membahas perizinan pemanfaatan lahan secara lebih komprehensif, termasuk legalitas penggunaan jalur jalan dan area tanaman baru.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Hari Kartini, Selensia Gelar Kartini Circle di Bandung untuk Dukung Kesehatan Mental Perempuan
Pendaftaran PPG 2026 Dibuka hingga 30 April, Guru Belum Bersertifikat Wajib Daftar
Angka Kematian Ibu di Jabar Masih Tinggi, DP3AKB Genjot Program KB Pascapersalinan
Hari Pertama TKA SD 2026 Diikuti 1,6 Juta Siswa, Kemendikdasmen Fokus pada Pemanfaatan Hasil
Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK
Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Evaluasi “Kebutin, Bang!” April 2026 Perkuat Sinergi Program Bangga Kencana Jawa Barat

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 15:36 WIB

Rayakan Hari Kartini, Selensia Gelar Kartini Circle di Bandung untuk Dukung Kesehatan Mental Perempuan

Rabu, 22 April 2026 - 15:21 WIB

Pendaftaran PPG 2026 Dibuka hingga 30 April, Guru Belum Bersertifikat Wajib Daftar

Rabu, 22 April 2026 - 15:13 WIB

Angka Kematian Ibu di Jabar Masih Tinggi, DP3AKB Genjot Program KB Pascapersalinan

Rabu, 22 April 2026 - 09:32 WIB

Hari Pertama TKA SD 2026 Diikuti 1,6 Juta Siswa, Kemendikdasmen Fokus pada Pemanfaatan Hasil

Senin, 20 April 2026 - 17:51 WIB

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting

Berita Terbaru