Pemangku Kepentingan Dukung Keberlanjutan Gerakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka melalui MBKM Mandiri

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 1 Juni 2024 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung keberlanjutan gerakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Keberlanjutan gerakan tersebut dimulai dengan pengembangan ekosistem MBKM Mandiri dengan dukungan pemangku kepentingan serta sarana dan prasarana yang memadai.

MBKM Mandiri adalah sebuah bentuk dorongan kebijakan Kampus Merdeka yang mendorong perguruan tinggi untuk menjalankan program MBKM secara mandiri. Dalam implementasi MBKM Mandiri, perguruan tinggi menyelenggarakan, mendanai, dan mengeksekusi program MBKM tanpa pendampingan dari Kemendikbudristek. Tujuannya untuk membantu sebanyak-banyaknya mahasiswa dalam mendapatkan pengalaman di luar kampus demi persiapan karier di masa depan.

Sebagai tindak lanjut pencapaian strategis dan peningkatan pemahaman para pemangku kepentingan tentang program-program MBKM selama ini dan rencana MBKM Mandiri, Kemendikbudristek menyelenggarakan Kampus Merdeka Fair 2024 di Universitas PGRI Sumatera Barat, Padang, pada Kamis (30/5).

Pada kegiatan tersebut, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah X, Afdalisma, mengatakan bahwa saat ini wilayah Sumatra Barat siap mengembangkan ekosistem MBKM Mandiri.

“Mulai tahun 2022, kami terus belajar dalam menerapkan MBKM di perguruan tinggi. Hingga pada tahun ini, kami diberikan kesempatan melaksanakan Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Harapannya kami dapat terus berkembang dan akhirnya dapat mengembangkan ekosistem MBKM Mandiri,” ujarnya saat menjadi narasumber pada gelar wicara Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) dalam rangkaian acara Kampus Merdeka Fair 2024, Kamis (30/5).

Dalam mendukung pengembangan ekosistem MBKM Mandiri, LLDikti X mendukung perguruan tinggi dengan meningkatkan kemitraan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta pemerintah provinsi.

Baca Juga :  BKKBN Jabar Jajaki Kerja Sama dengan Pertamina Geothermal Kamojang untuk Program TAMASYA

Selain itu, berbagai dampak positif dari program MBKM menjadi bahan bakar untuk menguatkan terciptanya MBKM Mandiri Ketua Pelaksana Pusat Kampus Merdeka, Gugup Kismono mengatakan bahwa program-program MBKM memberikan berbagai dampak bagi penerima manfaat. “Dampak personal, misalnya mampu menjadikan penerima manfaat lebih percaya diri. Lalu dampak ekonomi, memberikan pengalaman kerja, sehingga gaji yang diterima nantinya akan meningkat lebih cepat. Selain itu ada dampak sosial, yaitu Kampus Mengajar menguatkan ke-Indonesiaan dalam mengeluarkan ide-ide di MBKM Mandiri,” ujar Gugup.

Ia menuturkan, saat ini terdapat lebih dari 3.000 prodi dan lebih dari 200 ribu mahasiswa berpartisipasi dalam program MBKM. Hingga bulan Januari tahun 2024, program-program MBKM telah diikuti lebih dari satu juta mahasiswa yang bergabung baik melalui program flagship maupun MBKM Mandiri. Sejalan dengan ratusan ribu mahasiswa yang berpartisipasi pada program-program ini, sebanyak 1.247 perguruan tinggi dari 34 provinsi telah ikut berkolaborasi pada penyelenggaraan program.

Partisipasi perguruan tinggi swasta dalam program unggulan MBKM di wilayah LLDikti X (Sumatra Barat) terus berkembang. Rina Widiyana, Wakil Rektor Universitas PGRI Sumatera Barat, menjelaskan bahwa program MBKM dapat diterima dengan baik setelah dilakukan sosialisasi secara masif.

“Untuk mendukung terlaksananya MBKM, kami terus berbenah, salah satunya mengenai kurikulum. Awalnya konversi dan rekognisi Sistem Kredit Semester menjadi kendala. Namun, dengan perlahan tapi pasti, pada akhirnya kami menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik dalam pelaksanaan MBKM di wilayah LLDikti X,” jelas Rina. Ia mengatakan, program MBKM berdampak pada kualitas pembelajaran di kampus, baik dari sisi mahasiswa maupun dosen.

Baca Juga :  Pemerintah Berhasil Sita 1,2 Ton Narkoba, Waka DPR Apresiasi Bukti Implementasi Asta Cita

“Sesuai dengan tujuan MBKM, mewujudkan mahasiswa dengan kompetensi abad ke-21. Poin pertama dalam Tri Dharma Perguruan tinggi sudah terpenuhi berkat itu, seperti para dosen yang termotivasi membuat substansi materi di kelasnya,” ujar Rina.

Di lain sisi, Nur Aini, mahasiswa Universitas PGRI Sumatera Barat yang menjadi penerima manfaat MBKM juga mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama menjalani program MBKM. Nur Aini telah mengikuti program MBKM dalam kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dengan mengikuti perkuliahan di Universitas Surabaya.

“Saat belajar di Universitas Surabaya, saya ‘dipaksa’ menggunakan bahasa Inggris selama proses perkuliahan, karena buku dan presentasi menggunakan bahasa tersebut. Hal ini memotivasi saya untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan baru,” katanya dengan antusias.

Ia bercerita bahwa MBKM memiliki dampak dalam kehidupan sehari-hari dan pastinya memiliki relevansi sebagai mahasiswa. “Berani berbicara dengan Bapak dan Ibu di sini juga merupakan dampak dari MBKM. Ketika saya mengerjakan modul nusantara, saya terbiasa bertemu tokoh-tokoh penting dan mengharuskan saya lebih percaya diri dan berani mengeluarkan pendapat,” jelas Aini.

Menutup gelar wicara SMB, Kepala LLDikti X, Afdalisma, mengajak seluruh kepala LLDikti untuk mendukung pelaksanaan program MBKM. “Mari jalankan tugas kita sebagai fasilitator MBKM dan pastikan MBKM berjalan dengan maksimal,” katanya.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru