OSN 2025 Torehkan 344 Ribu Pendaftar SD dan 196 Ribu Pendaftar SMP, Mapel IPS Dilombakan pada Jenjang SD

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 23:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 jenjang Pendidikan Dasar menjadi ajang tahunan yang menunjukkan potensi, membangun karakter, dan menumbuhkan semangat kolaborasi lintas daerah. Terdapat 300 peserta terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia serta perwakilan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Arab Saudi dan Malaysia yang hadir di Jakarta, Senin (22/9).

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme yang tinggi dari para peserta. Tahun ini jumlah pendaftar meningkat signifikan, mencapai lebih dari 344 ribu siswa SD dan 196 ribu siswa SMP dari seluruh Indonesia. Dari angka yang besar tersebut, hanya 150 siswa SD dan 150 siswa SMP yang akhirnya terpilih untuk berlaga di tingkat nasional. “Bayangkan, satu peserta di sini telah berhasil menyisihkan ribuan pesaing. Luar biasa, adik-adik yang hadir hari ini semangatnya seperti 30 ribu orang,” ujarnya.

OSN 2025 juga menghadirkan pembaruan dengan menambahkan bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk jenjang SD, melengkapi Matematika dan IPA yang selama ini menjadi mata lomba utama. Irene menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk upaya memperluas ruang pengembangan talenta sejak dini. “Dengan hadirnya IPS, kesempatan anak-anak untuk berkembang semakin terbuka. Kita ingin memberi ruang lebih banyak agar talenta sains Indonesia semakin beragam,” tambahnya.

Baca Juga :  Sekda Herman Suryatman Dorong RSUD Al-Ihsan Jabar Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan kepada Masyarakat

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, menekankan bahwa OSN tidak semata-mata mencari pemenang, tetapi lebih jauh untuk membentuk karakter generasi muda. Dalam paparannya, ia menegaskan, “Anda semua adalah juara sejati. Satu anak SD di sini bisa mengalahkan 2.500 peserta lain, dan satu anak SMP mampu menyisihkan lebih dari seribu peserta. Ini bukti nyata talenta hebat Indonesia,” ujarnya.

Mariman juga menyoroti pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam membangun karakter anak. Berdasarkan survei yang ia paparkan, dorongan orang tua pada prestasi cenderung lebih besar dibandingkan pada pembangunan karakter. “Padahal, kita berharap pembentukan karakter menjadi fondasi utama. Prestasi itu lahir karena karakternya,” tegasnya. Ia pun mengingatkan kembali tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang digagas Menteri Pendidikan sebagai bekal membangun generasi mandiri dan berdaya saing.

Baca Juga :  Mural Kolong Jembatan Pasupati Bakal Jadi Terpanjang di Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung peran ekosistem pendidikan dan media dalam membangun budaya juara. “Lingkungan atau ekosistem juara itu harus kita ciptakan. Peran media menjadi sangat penting agar anak-anak kita tersosialisasikan profil kejuaraannya, sehingga mampu menjadi teladan bagi generasi lain,” ujarnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, OSN 2025 diharapkan menjadi ruang bagi tumbuhnya karakter positif, rasa percaya diri, dan semangat kolaborasi antarpelajar. Harapan besar juga disematkan agar ajang ini dapat memperkuat budaya ilmiah di sekolah, memperkaya jejaring antar peserta, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk kelak mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

OSN 2025 menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menghadirkan pendidikan bermutu yang bukan hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga berkarakter. Dengan bekal itu, generasi muda diharapkan mampu melangkah lebih jauh, tidak hanya berkompetisi di tingkat nasional, tetapi juga menjadikan Indonesia disegani di panggung dunia.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK
Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:51 WIB

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting

Senin, 20 April 2026 - 17:47 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Berita Terbaru