Musim Dingin Ekstrem, Salju Tutupi Jabal Al-Lawz di Arab Saudi

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM – Fenomena langka kembali terjadi di Arab Saudi. Salju dilaporkan turun dan menyelimuti kawasan pegunungan Jabal Al-Lawz yang berada di wilayah Tabuk, Arab Saudi bagian utara. Peristiwa ini menandai musim dingin ekstrem yang melanda wilayah tersebut dan menarik perhatian publik internasional.

Jabal Al-Lawz yang dikenal sebagai salah satu pegunungan tertinggi di Arab Saudi berubah menjadi hamparan putih setelah suhu udara turun drastis hingga di bawah nol derajat Celsius. Laporan otoritas meteorologi setempat menyebutkan suhu di beberapa titik mencapai minus 4 derajat Celsius, disertai angin kencang dan kabut tebal.

Fenomena salju ini terekam dalam berbagai foto dan video yang beredar luas di media sosial. Tampak warga dan wisatawan memadati kawasan pegunungan untuk menyaksikan langsung pemandangan salju yang jarang terjadi di negara yang identik dengan iklim gurun tersebut.

Baca Juga :  BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Badan Meteorologi Nasional Arab Saudi sebelumnya telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk wilayah utara, termasuk Tabuk, Ha’il, dan sekitarnya. Peringatan tersebut mencakup potensi hujan es, angin kencang, penurunan suhu ekstrem, hingga kemungkinan turunnya salju di daerah dataran tinggi.

Meski terbilang tidak terjadi setiap tahun, salju di Jabal Al-Lawz bukanlah fenomena yang sepenuhnya asing. Letak geografis pegunungan yang berada di ketinggian lebih dari 2.500 meter di atas permukaan laut membuat kawasan ini berpotensi mengalami salju saat gelombang udara dingin melintasi Semenanjung Arab pada puncak musim dingin, antara Desember hingga Februari.

Baca Juga :  222 Lansia Diwisuda, Kabupaten Bogor Perkuat Pemanfaatan Bonus Demografi Sepanjang Siklus Usia

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko cuaca ekstrem, terutama bagi pengendara dan wisatawan yang menuju kawasan pegunungan, mengingat jalan licin dan jarak pandang yang terbatas akibat kabut dan salju.

Fenomena alam ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di wilayah yang selama ini dikenal beriklim panas dan kering.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional
Kemendikdasmen Perpanjang Pendaftaran Pelatihan Inklusif hingga 25 April 2026, Ribuan Guru Berpeluang Ikut

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Selasa, 14 April 2026 - 22:05 WIB

Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor

Berita Terbaru